CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 12


__ADS_3

Saat Putri berada di dalam kamar ganti dia begitu terpana dengan isi di dalamnya yang terkesan luas dan mewah dimana perlengkapan pria dan wanita sudah tersusun disana termasuk tas untuk Putri.


"Waahh kapan dia membeli ini semua? Apa jangan-jangan ini punya mantannya? Tapi sepertinya ini semua masih baru, apakah dia sudah mempersiapkan ini untukku? Ah sudahlah lebih baik aku segera berganti pakaian sebelum dia masuk kesini," kata Putri lalu mengganti pakaian dengan pakaian tidur lengan panjang dan kerudung karena ia masih belum sah menjadi istrinya Randy jadi Putri memutuskan untuk tidur dengan mengenakan hijab.


Putri pun keluar dari kamar ganti dan melihat Randy sedang sibuk dengan laptop nya,


"Apa kamu belum mengantuk Ran?" kata Putri dan duduk berhadapan dengan Randy.


"Aku masih cek email yang dikirim Chiko, kamu istirahatlah lebih dulu karena besok pagi pihak WO akan datang." kata Randy.


"Kamu sudah mempersiapkn semuanya?" tanya Putri dan mendapat senyuman dari Randy.


"Tentu aku sudah mempersiapkan semuanya, kamu cukup mengikuti saja, sekarang istirahatlah," kata Randy dan kembali menatap layar lapotop nya.


"Terimakasih Ran," kata Putri menghampiri Randy.


Randy pun tersenyum, "Aku akan melakukan apapaun untuk membuatmu senang."


Wajah Putri seketika memerah saat Randy menatap nya dengan penuh ketulusan, "Yasudah kalau gitu aku istirahat ya, kamu jangan terlalu larut tidurnya," kata Putri dan mendapat anggukan dari Randy, Putri pun segera naik ke atas tempt tidur dan menarik selimut hingga ke pinggang dan langsung terlelap.


Randy baru menyelesaikan pekerjaannya saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam ia pun mebenahi sofa untuk ia tertidur, namun sebelumnya ia melihat ke arah Putri dan tersnyum lalu tak lama Randy pun terlelap karena sudah sangat lelah.


Keesokan Pagi


Pukul enam pagi pihak WO sudah datang di kediaman Randy, saat itu Putri tengah berada di kamar mandi dan Randy masih terlelap lalu tiba-tiba bi Sumi mengetuk pintu kamar Randy, setelah beberapa kali ketukan Randy pun terbangun dan melihat ke sekitar tidak menemukan Putri dan ia mendengar suara gemercikan air pertanda Putri berada disana, Randy pun segera terbangun dan membukakan pintu yang ternyata bi Sumi.


"Iya bi ada apa?" tanya Randy yang masih mengantuk.


"Maaf den, di bawah ada pihak WO katanya mau merias non Putri," kata bi Sumi.


"Baiklah suruh mereka naik ke atas, sepertinya Putri berada di kamar mandi bibi tolong kasih tau Putri aku akan ke kamar tamu untuk bersiap," kata Randy lalu mengambil ponsel dan laptop nya ke kamar tamu.


"Baik den," bi Sumi pun masuk dan mengetuk pintu kamar mandi dan langsung terbuka.


"Eh iya apa bibi nyari Randy?" kata Putri saat keluar.


"Tidak non tadi bibi di suruh den Randy untuk memberitahu non kalau pihak WO sudah datang dan sekarang berada di bawah," kata bi Sumi.


"Baiklah bi aku akan turun," jawab Putri dan hendak turun.


"Tidak perlu non, tadi den Randy juga meminta bibi agar pihak WO nya kesini dan merias non disini," cegah bi Sumi.


"Lalu Randy kemana bi?" tanya Putri.


"Den Randy sedang di kamar tamu untuk siap-siap non" jawab bi Sumi.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih bi," kata Putri tersenyum.


"Iya non, kalau begitu bibi turun dulu ya," pamit bi Sumi.


"iya bi," jawab Putri menganggukan kepalanya.


Bi sumi pun turun ke bawah dan Putri membereskan sofa yang tadi di pakai Randy untuk tidur, tak lama Pihak WO pun datang dan mengetuk pintu kamar Randy.


"Permisi... dengan Nona Putri?" tanya pihak WO.


"Ah iya betul, silahkan masuk mba," jawab Putri tersenyum.


"Baik mba... maaf mba, mba bisa pakai dalaman ini dulu sebelum saya mulai meriasnya," kata pihak WO dan memberikan dalaman untuk Putri.


"Baik mba saya ganti dulu," jawab Putri.


Putri pun berlalu ke kamar ganti dan segera memakai dalaman yang di berikan pihak WO lalu ia segera kembali keluar dan pihak WO segera merias wajah Putri karena akadnya pukul delapan tepat.


Sedangkan di kamar tamu Randy di bantu oleh pihak WO pria untuk memakai jas dan menata rambutnya agar terlihat lebih tampan, asistan Randy Chiko pun sudah hadir dan mendampingi Randy,


"Gak nyangka lo bisa nikah sama cewek cantik seperti Putri bro, selera lo boleh gue acungin jempol deh," kata Chiko menepuk pundak Randy.


"Baru tau lo kalau selera gue jauh lebih baik dari pada lo," jawab Randy angkuh lalu duduk dan meminum kopi yang telah di berikan bi Sumi.


"Iya iya lo paling top deh, by the way lo resmi kan nikah sama dia?" tanya Chiko dan duduk di sebelah Randy.


"Resmi lah semuanya udah di urus sama pak Wildan, lo pikir gue cowok apaan nikahin cewek sebaik Putri secara siri,"


seru Randy.


"Ya kali aja lo mau sembunyiin dia dari publik," jawab Chiko.


"Setelah urusan gue selesai gue bakal adakan resepsi dan ngenalin istri gue ke publik," jawab Randy mantap.


"Oke gue tau lo gak pernah gegabah ngambil keputusan, gue harap pernikahan lo sama Putri bisa jauh dari ujian-ujian yang bikin retak rumah tangga lo," kata Chiko.


"Aamiin bro makasih do'anya, yaudah sepuluh menit lagi akad di mulai gue harus turun," kata Randy bergegas turun.


Randy dan Chiko turun lebih dulu dan penghulu terlihat sudah menunggu, lalu Randy meminta bi Sumi untuk memanggil Putri turun karena akad akan segera di mulai. Saat bi Sumi ke kamar Randy terlihat wanita cantik berpakaian kebaya putih tengah duduk di depan cermin sambil bergaya untuk pemotretan hasil make up oleh WO, bi Sumi pun sangat pangling dengan Putri.


"Subhanallah non cantik sekali, bibi sampai pangling liatnya," kata bi Sumi sambil memegang pundak Putri.


"Terimakasih bi," kata Putri malu.


"Sama-sama non, kalau begitu mari kita ke bawah penghulu nya sudah menunggu," kata bi Sumi memegang lengan Putri di sebelah kiri dan dari pihah WO memegang lengan putri sebelah kanan, mereka pun keluar kamar dengan pelan dan menuruni anak tangga satu per satu dimana saat itu semua mata tertuju pada calon pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun, semua nya terpana dengan kecantikan yang terpancar dari wajah Putri terlebih saat menuruni anak tangga senyum Putri selalu mengembang sehingga membuat nya semakin cantik dan ketika di tangga terakhir Putri mereka berhenti dan Putri tersenyum ke arah Randy.

__ADS_1


"Subhanallah cantik sekali calon istriku ini," batin Randy ia pum membalas senyum Putri.


Lalu bi Sumi mengantarkan Putri ke meja akad dan pak penguhulu memulai membacakan ikrar yang wajib di ikuti oleh Randy.


"Saya nikahkan engkau Ananda Randy Putra Arjuna bin Ridwan Pratama dengan Putri Niken binti Alm.Gio Aditama dengan mas kawin uang tunai 50 juta dan 1 unit mobil dan seperangkat alat shalat dibayar tunai," kata penghulu


"Saya terima nikahnya Putri Niken binti Alm. Gio aditama dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," ikrar Randy dalam satu kali nafas


"Bagaimana para saksi sah?," tanya penghulu.


Saaahhh Saaahhhhh


"Alhamdulillah sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri," kata pak penghulu.


Randy dan Putri pun bertukar cincin dan berfoto dengan menunjukkan jari dan buku nikah nya.


"Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya Putri," batin Randy melihat ke arah Putri tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah akhirnya pria ini yang ternyata memenangkan hatiku, pria yang baru aku kenal beberapa hari lalu dan tidak ku sangka bahwa pria ini adalah jodohku, sungguh Engkau begitu baik padaku," batin Putri sambil menatap suami nya.


Senyum bahagia begitu terpancar dari keduanya Randy dan Putri akhirnya di satukan dalam sebuah ikatan suci pernikahan, orang-orang terdekat Randy pun hadir di acara pernikahan mereka untuk memberikan restunya juga tangis haru dari bi Sumi menyelimuti hari pernikahan mereka karena anak laki-laki yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri itu akhirnya menemukan pendamping hidup yang begitu cantik, baik dan soleha. Bi Sumi tidak menyangka Randy yang terkenal dingin dan tidak pernah membawa perempuan ke rumah tiba-tiba membawa kabar akan menikah dan saat ini mereka sudah sah menjadi suami istri, bi Sumi pun berharap semoga Randy dan Putri dapat segera di berikan keturunan agar rumah yang besar dan mewah ini bisa ramai dengan canda tawa anak-anak Randy dan Putri.


Acara akad pun selesai kini tiba saatnya syukuran acara pernikahan mereka yaitu makan-makan dengan menu yang tidak kalah enak, penghulu serta orang-orang terdekat termasuk Randy dan Putri pun menikmati hidangan yang ada dengan penuh kebahagiaan.


Hari sudah mulai siang jam sudah menunjukan pukul sebelas lewat empat puluh lima menit, satu per satu orang terdekat Randy pamit untuk pulang kecuali Chiko asistan Randy,


"Ran gue punya kado buat lo dan Putri," kata Chiko memberikan sebuah amplop berwarna putih.


"Apa ini?" tanya Randy.


"Buka aja bro," jawab Chikom


Randy pun membuka amplop tersebut yang ternyata tiket bulan madu selama satu minggu di Paris. Sambil tersenyum Randy pun memeluk Chiko, "Makasih bro lo tau aja tempat honeymoon yang romantis buat gue dan Putri."


"Sama-sama bro, tapi sebaiknya lo lepasin pelukan lo sebelum istri lo salah paham," kata Chiko memukul bahu Randy pelan.


"Sialan lo emang gue penyuka sesama apa?" jawab Chiko yang langsung di balas tawa oleh Chiko.


"Canda bro santai santai, hahahaha."


"Oh ya besok pagi lo udah bisa berangkat ya bro gue juga udah siapin semuanya, lo sama istri lo tinggal bawa badan aja," kata Chiko tersenyum penuh arti.


"Oke sekali lagi makasih bro, selama gue ke Paris gue titip seluruh perusahaan gue ya," kata Randy sambil merangkul Putri.


"Oke bos urusan kantor tenang aja gue yang tangani, lo have fun aja di sana sama istri lo gue cuman minta ponakan aja setelah lo pulang kesini," kata Chiko menggoda Randy dan Putri.


"Siap bro kalau masalah itu gak perlu lo minta," jawab Randy melihat ke arah Putri.


"Oke kalau gitu gue balik dulu ya takut ganggu pengantin baru yang sepertinya sudah ga sabar untuk bersenang-senang," goda Chiko lagi.


"Oke bro lebih cepat lo pulang lebih baik," kata Randy lagi yang berhasil mendapat cubitan Putri di lengan nya.


"Hahaha oke oke bro selamat berbulan madu besok ya," kata Chiko.


"Oke makasih bro," jawab Randy.


Chiko pun segera pulang dan tinggalah mereka berdua di ruangan itu, Putri pun melihat ke arah Randy,


"Apa? Aku mau ke kamar dulu," kata Putri malu.


"Kita sama-sama sayang," kata Randy dan menggandeng tangan Putri hingga masuk ke kamar.


Kamar Randy dan Putri sudah di sulap pihak WO dengan cepat layaknya kamar pengantin baru dengan taburan bunga mawar di ranjang berbentuk love dan nuansa serba putih serta aroma terapi yang menyejukkan, sehingga terkesan romantis, pihak WO juga menyimpan sebuah hadiah merwarna merah di atas ranjang Randy dan Putri segera mengahampiri hadiah tersebut lalu membuka nya, seketika Putri terbelalak dengan isi di dalam kotak tersebut dan melirik ke arah Randy yang tersenyum nakal saat melihatnya


"Apaan sih Ran, ini pasti kerjaan kamu ya?" kata Putri menahan malu.


"Engga ko, aku gak minta ini ke pihak WO nya mungkin ini bonus dari pihak WO dan kamu wajib memakainya," kata Randy menaik-naikkan kedua halisnya dan tersenyum.


"iihh dasar otak mesum," kata Putri lalu berlari ke kamar mandi sambil membawa kotaknya.


"Sayang tunggu.. ko aku di tinggalin sih?" teriak Randy.


"BODO !" jawab Putri dari kamar mandi.


Jantung Putri pun berdetak sangat cepat saat ia kembali melihat isi di dalam kotak tersebut dan tersenyum malu


"Ya Allah apa aku harus pakai ini?" kata Putri sambil mengambil hadiah tersebut.


"Aku kan malu kalau pakai ini di depan Randy, ini sama saja aku tidak memakai pakaian," kata Putri kembali dan menyimpan hadiah tersebut lalu membuka seluruh gaun dan hijabnya serta mengahapus make up nya lalu bergegas mandi, setelah selesai mandi Putri lupa kalau tadi dia tidak membawa pakaian ganti karena saking malu nya oleh Randy.


"Astaga kenapa bisa sampe lupa bawa pakaian ganti sih? terus aku pake apa dong keluarnya gak mungkin juga aku cuman pakai handuk aja, baju pengantin tadi juga udah basah... uuhhh gara-gara malu jadi gini nih," gerutu Putri lalu ia melihat hadiah tadi, "Masa aku harus pakai itu? Sama aja bohong dong," berulang-ulang kali Putri berpikir sampai akhirnya pintu kamar mandi di ketok.


"Sayang.. apa kamu baik-baik aja? kenapa lama sekali?" kata Randy di luar kamar mandi


Putri pun kaget, "Iya sebentar lagi aku keluar," teriak Putri.


"Ga ada pilihan lain sebaiknya aku memakai pakaian ini dari pada tidak sama sekali, lagian kami sudah sah menjadi suami istri dan sudah kewajibanku untuk melayaninya," akhirnya Putri memakai pakaian dari pihak WO sebagai hadiah tadi lalu bercermin sambil menyisir rambutnya dan sedikit memakai liptint lalu menyemprotkan parfum yang tersedia disana.


"Sayang....," panggil Randy kembali mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya sebentar," Putri menarik nafas panjang sambil memutar kunci pintu kamar mandi dan menekan knop pintu (ceklek)

__ADS_1


seketika Randy membalikkan badan nya dan ia begitu terpana saat melihat istrinya memakai Lingerie transparan dengan rambut lurus sebahu yang masih basah, bibir berwarna merah muda dan parfum yang menusuk hidungnya di tambah senyum Putri yang sudah menjadi candu bagi Randy sehingga membuat kejantanan Randy bangkit dan segera mendekati Putri dengan tersenyum.


"Sayang...," panggil Randy dengan tatapan sayu.


"Kau terlihat sangat cantik sayang," ucap Randy kembali sambil memegang pinggang Putri dan mendekatkan wajahnya sampai akhirnya ia mencium kening Putri dengan sangat lembut lalu berpindah ke pipi, mata, hidung, dagu dan terakhir bibirnya lama ia men*cium bibir Putri yang awalnya lembut berubah menjadi panas lalu Randy melepaskan ciuman nya dan kembali menatap Putri sengan tatapan sayu.


"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Randy.


Putri hanya mengangguk pelan dan menunduk malu, Randy pun tersenyum dan segera menggendong Putri menuju tempat tidur lalu melepaskan kemeja dan celananya.


"Makasih sayang, i love u," Putri pun menjawab dengan anggukan "i love u too."


Mereka pun tertidur dengan posisi Putri membelakangi Randy dan Randy memeluknya dari belakang, mereka juga kembali melakuknnya hingga tiga kali hingga jam menunjukkan pukul lima sore dan membuat Putri terkulai lemah lalu tertidur dengan sangat lelap.


Randy yang merasa lengket ia pun terbangun lalu menyelimuti Putri yang sudah tampak tak berdaya dan menyingkap rambutnya lalu mencium kening Putri dengan sangat lembut,


"Makasih sayang," kata Randy tersenyum dan berlalu ke kamar mandi, setelah selesai ia pun mengambil koper dan membereskan beberapa pakaiannya dan Putri yang akan di bawa selama beberapa hari tak lupa ia menyiapkan peralatan make up Putri dan perlengkapan nya lalu memasukkan nya ke dalam koper, lalu ia pun kembali ke tempat tidur menyetel alarm ponsel nya pukul lima pagi tak lama Randy pun ikut terlelap sambil memeluk Putri.


Saking lelahnya mereka pun tertidur hingga melewatkan jam makan malam dan terbangun saat bunyi alarm dari ponsel Randy berdering nyaring, seketika Putri pun mengerjap-ngerjapkan matanya namun ia tidak bisa bergerak karena Randy memeluknya dengan sangat erat


"Randy bangun... ponselmu berdering," kata Putri mengusap tangan Randy, namun Randy tidak bangun juga malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Randy.... ponselmu berdering, apa kamu tidak mendengarnya? itu sangat berisik sekali," kata Putri lagi.


"Aku tidak akan mematikannya sebelum kamu memanggilku dengan kata sayang," kata Randy sambil memejamkan matanya.


"Baiklah sayang.. apa telingamu tidak merasa terganggu dengan bunyi ponselmu itu?" kata Putri lagi.


Randy pun segera melepaskan pelukan nya dan mematikan alarm ponselnya, tak lama ia pun kembali menindih Putri.


"Sayang.. sebelum ke bandara kita lakukan lagi ya?"


"Apa? sayang apa kamu tidak puas tadi melakukan nya berkali-kali?" kata Putri yang menyangka kalau saat ini belum pagi.


"Itu kan kemarin sayang, aku sangat lapar dan ingin kembali memakanmu," lalu Randy kembali mencium bibir putri dengan sangat bergairah dan Putri melepaskannya.


"Tunggu kamu bilang kemarin? Emang sekarang jam berapa?" tanya Putri.


"Sekarang pukul lima pagi sayang," kembali menciumi Putri dan pagi itu mereka melakukan nya lagi sebelum berangkat ke bandara kamar Randy pagi itu di penuhi dengan suara cinta antara Randy dan Putri hingga akhirnya Randy kembali menyembur milik Putri dengan cairan hangatnya lalu ambruk di atas Putri, setelah beristirahat sebentar Randy pun bangkit dan menggendong Putri lalu membawa nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tiga puluh menit mereka berada di kamar mandi akhirnya mereka keluar dan bersiap untuk pergi ke bandara, saat itu Putri hanya mengenakan celana berbahan katun putih dan kemeja panjang selutut berwarna peach serta jilbab berwarna putih dan make up tipis, sedangakan Randy ia hanya memakai celana jeans dan kemeja pendek berwarna putih dan jam tangan mewah di lengannya. Mereka pun segera turun ke bawah dan Randy yang membawa kopernya.


"Lho sayang kapan kamu menyiapkan koper itu?" tanya Putri saat keluar kamar.


"Kemarin sore setelah pertempuran kita," jawab Randy tersenyum dan membuat wajah Putri memerah.


"Tapi kenapa tidak membangunkanku sayang? itukan sudah tugasku," jawab Putri mengalihkan wajahnya.


"Kamu terlihat sangat lelah sayang, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu lagian aku juga bisa menyiapkannya sendiri ko," jawab Randy santai sambil menuruni anak tangga.


"Baiklah.. tapi lain kali bangunkan aku saja ya sayang."


"Iya sayang... sudah yang penting kita sekarang sarapan dulu karena perut ini sudah sangat keroncongan karena pertempuran kita," jawab Randy saat sudah sampai di meja makan.


Putri pun mencubit lengan Randy lalu mengambilkan nasi dan lauknya lalu di berikan kepada Randy setelah itu ia mengambil makanan untuknya, tak butuh waktu lama Randy dan Putri pun menyelesaikan makan mereka karena memang sudah di kejar waktu.


Setelah berpamitan pada bi Sumi dan asistan rumah tangga yang lain Putri dan Randy pun di antar oleh Pa Joko ke bandara, tiga puluh menit kemudian mobil pun sampai di Bandara dan mereka segera turun menuju ke dalam dengan langkah panjang karena sebentar lagi pesawat nya akan segera take off. Setelah berlari-lari tadi akhirnya Putri dan Randy sampai di dalam pesawat dan duduk di kursi yang sudah di atur oleh Chiko, karena perjalanan membutuhkan waktu beberapa jam Randy dan Putri pun tertidur selama berada di pesawat hingga seorang pramugari membangunkan mereka bahwa mereka telah sampai di Paris. Randy dan Putri pun segera bangun dan membawa koper nya, karena saat itu masih mengantri untuk turun Randy memegang tangan Putri dengan sangat erat tiba-tiba di belakang Putri ada pria yang menepuknya dan mengajaknya berkenalan.


"Hallo nona? boleh kenalan?" kata pria tersebut.


Randy yang mendengarnya seketika menoleh ke belakang dan melihat pria lain blasteran sudah berada di belakang Putri, dengan cepat Randy menarik tangan Putri untuk pindah ke depannya


"Maaf bung, wanita ini istri saya," jawab Randy tersenyum.


"I'm so sorry brother," jawab pria tadi sopan.


Putri yang melihat tingkah Randy yang posesif hanya tersenyum dan memalingkan wajahnya ke depan sambil tangan nya tetap memegang erat tangan Randy, beberapa menit kemudian Putri dan Randy pun keluar dari pesawat dan terpampang tulisan "WELCOME TO PARIS".


Putri dan Randy saling bergandengan tangan menuju keluar bandara dan seseorang tengah menunggu mereka dengn memegang papan bertuliskan nama Randy dan Putri.


Randy yang melihat pria tersebut segera menghampiri,


"Excuse me," sapa Randy.


Pria tersebut tersebut dan berkata "Selamat malam dengan pak Randy?" jawab pria tersebut tersenyum.


"Ah iya saya Randy dan ini istri saya Putri, anda dapat berbahasa Indonesia?" tanya Randy memperkenalkan diri.


"Iya pak saya biasa melayani orang-orang Indonesia disini, jadi saya cukup fasih berbahasa Indonesia saya juga di utus Pak Chiko untuk mendampingi Anda beserta istri selama berada disini," jawab pria tadi sambil tersenyum.


"Ah baiklah, boleh saya tau siapa namamu?" tanya Randy lagi.


"Saya Samuel, orang-orang memanggil saya pak Sam," jawab pria tadi kembali


"Baiklah pak Sam bisakah Anda antarkan kami ke hotel?"


"Baiklah pak, silahkan masuk," kata pak Sam seraya membukakan pintu untuk mereka.


Pak Sam pun mengendarai mobilnya menuju hotel tempat Randy dan Putri menginap dengan kecepatan sedang, selama di perjalanan Randy mengajak Pak Sam berbincang dan tak lupa Randy meminta nomor ponsel Pak Sam agar memudahkan Randy dan Putri jika mereka ingin pergi kemanapun. Putri yang duduk di bangku belakang tak menghiraukan percakapan mereka dan hanya memainkan ponsel nya untuk mengabari kedua sahabatnya kalau ia telah menikah dengan Randy yang membuat kedua sahabatnya kaget karena Putri baru mengabari mereka setelah beberapa hari Putri tak menghubungi mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2