
Pak Sam yang memang sudah merekam percakapan nya sedari tadi pun akhirnya bernafas lega karena akhirnya ia dapat membawa berita baik untuk Randy dan Putri, pak Sam juga kini mengetahui motif Firman yang tidak ingin menerima tawaran Putri kemarin dan soal dia ingin melaporkan Randy ke polisi hanya sebuah gertakan saja agar Randy memberikan anak perusahaan nya pada Firman dan ternyata sebuah kebenaran baru pun ia dapatkan bahwa orangtua nya tidak ada niatan sama sekali umtuk melaporkan Randy ke polisi dan itu menjadi senjata pak Sam jika sewaktu-waktu Firman nekad untuk melaporkan Randy.
"Tapi dia adikku pak aku berhak atas dia karena kalau saja dulu aku tidak mendonorkan darahku untuknya dia akan mati dari dulu pak!" bentak Firman pada kedua orangtuanya.
"Aku bapaknya aku yang merawat dia yang menafkahi dia mendidik dia menyekolahkan dia jadi aku yang lebih berhak atas dia mengerti!" kata pak Tomi yang tidak kalah tinggi.
"Terserah apa katamu yang jelas aku akan tetap meminta ganti rugi pada pengusaha itu dengan memberikan anak perusahaannya untukku," kata Firman cepat.
"Baiklah jika itu maumu aku tidak akan melarangmu tapi jika suatu saat ada hal yang membahayakan dirimu aku tidak akan pernah menolongmu kamu urus saja dirimu sendiri jangan pernah melibatkan aku atas masalahmu karena aku sama sekalo tidak ada niatan untuk melaporkan kasus kematian adikmu ke polisi bahkan untuk minta uang ganti rugi sekalipun!" kata pak Tomi dan masuk ke dalam rumah.
"Baiklah bilang pada bosmu aku ingin segera bertemu dengannya," kata Firman angkuh dan pergi menggunakan sepeda motor.
"Dasar laki-laki tidak tau diri," gerutu pak Sam sambil tersenyum meremehkan dan berlalu pergi dari rumah Firman.
Pak Sam pun segera mengemudikan mobilnya menuju rumah Randy sebelum pergi ia telah memberikan kabar kepada Randy bahwa ia telah berhasil mendapatkan titik kelemahan Firman dan bisa saja Firman yang lebih dulu di laporkan oleh Randy karena kasus pemerasan. Randy yang masih berada di restauranpun segera membuka pesan whatsapp nya setelah mendengar dering singkat dari ponselnya Randy pun tersenyum simpul saat membaca isi pesan tersebut dan memberi kabar kepada Chiko dan pengacara, saat itu Putri sedang berada di toilet sehingga ia tidak tau jika pak Sam mengirim pesan singkat pada Randy namun itu menjadi hal yang baik untuk Randy karena ia tidak ingin Putri kembali terlibat dalam permasalahannya sehingga membuatnya kembali dalam masalah besar.
Saat Putri kembali dari toilet Randy sudah bersiap untuk pulang di ikuti pengacara dan Chiko yang akan ikut ke rumah Randy untuk berdiskusi lebih lanjut dan agar Putri tidak curiga mereka berdalih untuk tidur di rumah Randy malam ini karena mereka tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah dalam kondisi hujan deras dan mereka juga ingin memastikan bahwa Randy dan Putri pulang dengan selamat Putri pun percaya dengan apa yang mereka katakan dan mereka pun keluar dari restauran itu lalu meluncur ke rumah Randy menerobos hujan yang semakin deras.
"Sayang besok kamu istirahat di rumah saja ya tidak perlu ikut aku ke kantor atau kamu boleh ajak temanmu ke rumah biar kamu gak bosan," kata Randy sambil mengemudi.
"Benarkah aku boleh ajak Thania dan Lira ke rumah?" kata Putri antusias.
"Tentu boleh sayang ajaklah mereka kalau perlu minta mereka menginap di rumah biar ada yang menemanimu," kata Randy lagi.
"Baiklah nanti aku akan menghubungi merekamakasih ya sayang," kata Putri tersenyum.
"Iya sayang tapi kamu harus janji untuk tidak keluar rumah tanpa pengawasanku aku tidak kejadian kemarin terulang lagi," kata Randy tegas.
"Oke siap laksanakan bos," kata Putri memberikan hormat pada Randy membuat Randy gemas dan mencubit pipi Putri.
__ADS_1
"Gemes banget sih kamu sayang," kata Randy tersenyum.
"Iya dong istrinya siapa dulu," kata Putri mengerlingkan matanya.
"Pak bos Randy Pratama sang pangeran Putri Niken," kata Randy angkuh dan keduanya pun tertawa bersama.
Tak terasa mereka pun sampai di pekarangan rumah Randy lalu Putri segera turun dan menggandeng tangan suaminya manja membuat Chiko yang masih jomblo itu meringis iri melihat kemesraan mereka Randy yang melihat reaksi Chiko pun menggodanya.
"Kenapa bro iri ya makanya nikah biar bisa kaya kita," kata Randy disertai tawa renyahnya membuat semua yang ada di situ ikut tertawa tak terkecuali Putri yang juga tertawa terbahak-bahak membuat Randy dan yang lainnya berhenti tertawa karena tawa Putri yang sangat kencang.
Putri yang sedang diperhatikanpun memelankan tawa nya dan tersenyum kikuk pada mereka "Hehe maaf keceplosan," kata Putri menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan segera berlari masuk ke dalam rumah lalu naik ke kamar saking malu nya.
"Duh kenapa bisakeceplosan gitu sih huh dasar nih mulut gak pernah bisa di rem emang, kan malu sama Randy dan yang lainnya," gerutu Putri menyimpan barang-barangnya di atas tempat tidur.
Tano di sadari Putri Randy telh berada di belakang Putri dan mendengr gerutuan Putri itu langsung saja Randy memeluk Putri dari belakang membuat Putri kaget.
"Tidak apa-apa sayang itu unik ko aku menyukainya," kata Randy tiba-tiba.
"Sejak kamu menggerutu dan melempar barang-barang ke atas tempat tidur," jawab Randy santai.
"Maaf sayang," kata Putri melepaskan pelukan Randy.
"Kenapa harus minta maaf sayang? Gak ada yang salah ko yasudah lebih baik sekaranfmg kamu bersih-bersih lalu istirahat ya aku akan berada di ruang kerja bersama Chiko dan pengacara," kata Randy lagi
"Hmm baiklah bolehkah aku menelpon teman-temanku nanti?" kata Putri dengan nada memohon.
"Baiklah tapi jangan tidur larut malam ya aku akan kembali sebelum pukul dua belas nanti," kata Randy lalu mengecup kening istrinya dan berlalu ke ruang kerjanya.
Setelah kepergian Randy Putri segera meraih ponsel nya dan mengirim pesan di grup bahwa ia akan segera menelpon mereka lalu ia pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan cepat kilat karena ia sudah tidak sabar untuk berbincang dengan kedua sahabatnya saking rindunya. Lima belas menitpun berlalu Putri pun segera menelpon kedua sahabatnya secara bersamaan dan mereka pun berbincang-bincang dan banyak mereka bahas Putri juga mengajak mereka untuk berkunjung ke rumahnya besok dan langsung di iyakan oleh kedua sahabatnya karena mereka juga sudah sanaat merindukan Putri semenjak Putri menikah mereka tidak pernah lagi bertegur sapa dengan Putri meski itu lewat pesan whatsapp atau sekedar video call. Putri pun mmemberikan alamat rumah suaminya itu dan mereka akan datang pada pukul sepuluh pagi. Sedangkan di tempat lain Randy, Chiko, pak Sam dan pengacara sedang menyusun rencana untuk menjebak Firman agar Firman dapat efek jera karena sudah bermain-main dengan Randy. Pak Sam juga mengungkapkan bahwa Firman ingin bertemu dengan Randy besok dan momen itu justru menjadi momen yang sangat baik untuk Randy agar Firman jera dan tidak lagi mengganggu keluarganya, Randy juga berniat untuk memberikan rumah dan kendaraan untuk kedua orangtua korban yang meninggal agar mereka juga dapat hidup dengan layak terlebih saat karyawan yang meninggal tersebut merupakan karyawan terbaik selama bekerja di perusahaan sehingga Randy juga ingin memberikan bonus atas dedikasinya selama bekerja di perusahaan Randy.
__ADS_1
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu dinihari dan Randy baru menyadarinya jika ia sudah berjanji pada istrinya akan kembali pukul dua belas malam namun karena Randy terlalu serius merencanakan pertemuan besok dengan Firman akhirnya dia melupakan janjinya pada Putri. Randy pun segera menutup pembicaraan mereka dan meminta mereka untuk beristirahat di kamar tamu karena besok siang mereka harus segera kembali ke kantor. Setelah mereka berpisah dari ruang kerja Randy, Randy pun segera masuk ke kamar nya dengan pelan namun Randy mendengar suara tawa istrinya yang ternyata sedang video call dengan kedua sahabatnya segera Randy menghampiri Putri dan Putri tidak menyadari bahwa Randy sudah berada di belakang nya namun kedua sahabatnya sangat menyadari bahwa Randy sudah berada di belakang Putri akhirnya mereka berdua pamit dan beralasan untuk tidur karena mereka takut kena semprot Randy yang masih menelpon istrinya hingga larut malam dan tiba-tiba,
"Ehem."
"Eh sayang sudah kembali hehe," kata Putri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sudah jam berapa ini?" tanya Randy mengerlingkan matanya.
"Maaf sayang kami terlalu rindu jadinya aku lupa waktu, lagian kamu juga telat kan kamu janji jam berapa coba?" tanya balik Putri membuat Randy terdiam dan langsung memeluk Putri.
"Maaf sayang sudah sekarang kita istirahat ya aku sudah sangat lelah," kata Randy mengalihkan pembicaraan.
Tanpa menunggu jawaban Putri Randy pun langsung terlelap dan Putri yang menyadari Randy telah tidur dengan hembusan halusnya Putri pun segera memejamkan matanya karena ia juga sudah sangat lelah dan langsung terlelap menyusul Randy ke alam mimpi.
Pagi pun tiba jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan semalam Putri telah menyetel alarm di ponselnya sehingga mereka di bangunkan dengan suara dering dari ponsel Putri.
"Aduh sayang ponselmu berisik sekali aku masih sangat mengantuk," kata Randy.
Putri segera bangun dan membiarkan Randy tidur kembali lalu ia beranjak ke kamar mandi setelah lima belas menit Putri pun pergi ke kamar ganti dan memoles tipis dirinya setelah selesai Putri segera berlalu turun ke dapur dan melihat suaminya masih memeluk guling dengan sangat lelap. Suasana di dapur saat itu telah di penuhi suara penggorengan dan ternyata bi Sumi sedang memasak nasi goreng dan ayam tepung Putri pun,segera menghampiri bi Sumi untuk membantunya memasak tentunya saat ini bi Sumi tidak lagi melarang Putri untuk tidak ikut memasak karena jika bi Sumi melarangpun tidak akan berpengaruh pada Putri karena Putri pasti akan memaksanya untuk bisa ikut memasak makanan untuk Randy. Putri membantu bi Sumi menggoreng ayam tepung dan menyiapkan dessert untuk Randy dan yang lainnya.
Satu jam pun berlalu dan Putri telah menyelesaikan membuat dessert dan menggoreng ayam tepungnya, ia pun segera menghidangkan masakan itu di meja makan dan naik ke kamar untuk membangunkan Randy namun saat masuk ke kamar Ramdy ternyata sudah tidak ada di sana dan tempat tidurnya sudah kembali rapih saat Putri hendak mencari Randy orang yang yang di cari pun keluar dari kamar ganti dengan pakaian kantornya.
"Lho sayang kamu ke kantor hari ini?" tanya Putri menghampiri Randy.
"Ah iya sayang ada yang haru aku selesaikan hari ini kemarin aku sudah bilang padamu kan?" kata Randy.
"Hmm baiklah kalau begitu nanti sahabat-sahabatku akan kemari pukul sepuluh," kata Putri.
"Iya sayang ingat ya kamu jangan kemana-mana tanpa ijinku," kata Randy mengingatkan.
__ADS_1
"Baiklah sayang yasudah ayo kita sarapan dahulu aku sudah memasaknya untukmu," kata Putri antusias.
Saat mereka turun tampak Chiko, pak Sam dan pengacara sudah menunggu mereka di ruang tamu Randy pun segera mengajak mereka untuk sarapan bersama dan di angguki oleh mereka semua. Suasana di meja makan pun tampak sepi tak ada yang mengeluarkan satu patah katapun selama lima belas menit mereka sarapan akhirnya mereka semua menyelesaikan sarapannya Randy pun segera pamit pada Putri disusul Chiko, pak Sam dan pengacara setelah kepergian mereka Putri segera masuk ke kamar untuk bersia-siap karena sahabat-sahabatnya akan segera datang.