CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Malam Panjang


__ADS_3

Sesampainya di dalam kamar Putri menyalakan televisi dan naik ke atas tempat tidur kembali menarik selimutnya sedangkan Randy masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi, Putri membuka cemilan yang tadi ia bawa sambil fokus dengan adegan drakor favorite nya tanpa menghiraukan suaminya yang sudah berada di samping nya dan memainkan ponsel.


Selang lima belas menit Rnndy yang merasa terus di cuekin Putri akhirnya ia pun menyimpan ponsel nya di atas nakas dan mengmbil remot yang berada di samping Putri lalu mematikannya spontan Putri berteriak dan hendak merebut remot nya dari Randy namun tak berhasil. Randy justru melempar remot tersebut ke atas sofa dan saat Putri akan mengambilnya dengan cepat Randy menarik tangan Putri dan menarik ke pelukannya.


"Sayang aku mau nonton!" kata Putri manja.


"Tidak boleh!" jawab Randy tegas.


"Sayang......" rengek Putri.


"Dari pada nonton drakor dan cuekin aku lebih baik kamu lihat ketampananku saja kan sama!" kata Randy mengeratkan pelukannya.


Putri menoleh ke arah Randy memicingkan matanya.


"Tidak! Lebih ganteng pemain drakor tadi," jawab Putri meledek Randy.


Mendengar itu Randy membalikkan wajah Putri.


"Kamu bilang apa tadi? Lebih ganteng pemain drakor itu?" tanya Randy dan Putri menganggukan kepalanya cepat.


"Awas kamu ya berani-berani nya mengangumi pria lain di depan suamimu," kata Randy memggelitik Putri sekuat tenaga.

__ADS_1


"Aw sayang! Hahaha ampun sayang!" teriak Putri.


"Masih mau mengagumi pria lain lagi?" tanya Randy menghentikkan gelitikannya.


"Iya sayang aku tidak akan mengaguminya lagi," jawab Putri.


Randy pun melepaskan cengkraman nya di perut Putri hingga Putri dapat kembali bernafas lega.


"Tapi bohong!" kata Putri tiba-tiba membuat Randy melotot dan justru mencium bibir Putri dengan rakus.


"Emmmhhh," hanya itu yang keluar dari mulut Putri karena Randy tak sedikitpun memberikan Putri kesempatan untuk mengeluarkan kata-kata.


"Masih berani mengagumi pria lain lagi?" tanya Randy dnn Putri menggelengkan kepala cepat.


"Awas saja jika aku tau kamu mengagumi pria lain lagi," kata Randy.


"Mana berani aku mengagumi pria lain sedangkan pria di hadapanku selalu membuatku jatuh cinta setiap harinya," kata Putri tersenyum gemas.


"Sejak kapan kamu jago ngegombal sayang?" tanya Randy merapikan anak rambut Putri.


Melihat leher Putri yang jenjang membuat bir**hi Randy kembali bangkit dan belum sempat Putri menjawab Randy sudah kembali melancarkan aksinya mencium leher Putri dan memberikan beberap tanda merah disana setelah puas bermain di leher Putri Randy kembali mencium bibir Putri namun kali ini penuh dengan kelembutan. Putri merasakan sesuatu keras di bawah sana dan ia hanya bisa menikmati permainan Randy yang semakin ganas tangannya mulai bermain-main di dada nya membuat Putri semakin meracau nikmat. Randy membuka satu persatu pakaian Putri membuat Randy semakin bergai**rah melihat kemolekan badan Putri tanpa busana dengan cepat Randy segera membuka seluruh pakaiannya dan kembali menindih Putri terus dan terus melancarkan aksinya hingga Putri pun terus-menerus meracau nikmat hingga malam itu mereka membuat suasana di kamar itu yang awalnya dingin menjadi begitu panas.

__ADS_1


Mereka baru saja menyelesaikan aktivitas nya saat hari sudah hampir pagi itupun setelah Putri mengatakan bahwa ia sangat lelah sehingga Randy mengakhiri permainannya mengecup mesra kening Putri tersenyum puas, hanya butuh beberapa detik saja Putri terlelap karena memang sudah betul-betul sangat lelah jika ia terus melayani keinginan Randy bisa saja aktivitas mereka baru bisa berhenti hingga siang.


Randy menyelimuti badan Putri hingga ke leher dan mereka pun kembali terlelap sambil Randy memeluk Putri erat.


Di sisi lain bi Sumi tengah menunggu Randy dan Putri turun karena sudah waktunya sarapan namun setelah hampir satu jam bi Sumi menunggu baik Randy maupun Putri tak kunjung turun ke bawah akhirnya bi Sumi naik menuju kamar Randy dan Putri mengetuk beberapa kali pintu kamar Randy dan Putri namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam.


"Apa den Randy dan non Putri masih tidur ya?" gerutu bi Sumi.


"Lagian tadi aku melihat ada sisa ayam yang mungkin di masak non Putri, hmm mungkin saja non Putri dan den Randy sudah makan tadi," kata bi Sumi memutuskan untuk kembali turun ke bawah dan hanya menutup makanan yang sudah ia hidangkan di meja makan.


Matahari semakin tinggi menyinari bumi dan seluruh isinya namun Randy dan Putri masih saja belum terbangun dan malah semakin mengerarkan pelukan dan menaikan selimut ke lehernya, hingga pukul setengah tiga sore Putri baru terbangun dari tidurnya ia merasakan badan nya begitu sakit karena ulah Randy yang tidak memberikannya istirahat sama sekali. Putri memalingkan matanya ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tiga membuat Pjtri melonjak kaget dan mengucek matanya untuk memastikan apa yang ia lihat barusan, ternyata benar-benar sudah pukul setengah tiga sore akhirnya Putri segera berlari menuju kamar mandu untuk mandi junub lalu berwudhu untuk melaksanakan shalat dhzuhur setelah selesai dengan kegiatannya Putri segera membangunkan suaminya yang juga masih nyenyak dalam tidurnya.


"Sayang bangun sudah hampir sore," kata Putri menggoyangkan tangan Randy.


Setelah benerapa kali membangunkan Randy yang masih tertidur Putri mengecup bibir Randy yang berhasil membuat Randy bergerak namun masih belum membuka matanya. Kembali ia mencium bibir Randy namun kali ini tertahan karena Randy memegang tengkuk Putri untuk tidak melepaskan ciumannya hingga akhirnya sore itu mereka kembali melakukannya hingga lebih dari satu jam.


"Sayang apa kamu tidak lelah?" tanya Putri yang melihat Randy masih tetap perkasa.


"Kamu sudah menjadi canduku sayang," kata Randy menatap sayu Putri.


Putri melihat junior Randy kembali berdiri membuatnya semakin melotot dan terus tertegun karena suaminya itu tidak merasa lelah sama sekali padahal tadi malam saja mereka sudah melakukannya berulang-ulang kali hingga ia begitu lemas. Randy kembali melancarkan aksinya tapi karena Putri meminta untuk mempercepat permainannya akhirnya mereka hanya melakukan tiga puluh menit lalu mandi bersama. Di kamar mandi hasrat Randy kembali naik namun Putri mencegahnya karena mereka belum melaksanakan shalat dan perut Putri sudah sangat keroncongan akhirnya Randy pun mengikuti keinginan Putri dan mempercepat kegiatan mandinya lalu bergegas melaksanakan shalat setelah itu Randy mengajak Putri makan di luar sekalian untuk jalan-jalan sore karena ia tau Putri sudah lama tidak merasakan jalan-jalan sejak ia menunggu Randy di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2