Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
salting


__ADS_3

excel sudah sampai di kantor, baru saja mobil yang di gunakan berhenti, beberapa orang sudah siap ingin membuka kan pintu nya,lalu memberi hormat.


excel keluar dari mobil dan berjalan memasuki kantor, erik berada tepat di belakang excel dan beberapa pengawal yang sigap memayungi presedir mereka.


langkah nya terkesan begitu berkarisma dan wajah datar nya terlihat sangat arogan, tapi tetap saja kaum wanita masih sangat mengidola kan nya, begitu pun regia.


regia ketinggalan, ia langsung menyusul excel dan berada di belakang nya di samping erik, banyak pasang mata yang melihat regia,tatapan tidak suka dan benci menjadi satu,regia tau kalau yang membenci nya pasti orang yang suka sama tuan muda.


' mereka apaan sih, pasti mereka berfikiran tidak baik tentang aku' batin regia.


haris menagkap kecemasan yang tergambar jelas di wajah regia.


"jangan di hiraukan mereka hanya membicara kan apa yang mereka lihat" erik berbicara tanpa melihat lawan bicara nya.


pandangan nya tetap ke depan dengan raut wajah tidak beda jauh dengan excel,regia tersenyum menatap erik.


erik membukakan pintu ruangan excel dan membungkuk kan tubuh nya memberi hormat, regia mengikuti gerakan erik.


"kamu sedang apa" erik menatap regia.


"saya menjaga tuan dari luar"


"masuk, tugas kamu menjaga presedir dari dekat,kamu duduk saja di sofa itu dan menunggu perintah dari presedir" menunjuk sofa yang ada di sebelah meja kerja presedir.


"baik tuan" regia berjalan masuk,erik menutup pintu dan kembali ke ruangan nya, erik adalah sekretaris excel yang juga mempunyai hubungan baik dengan excel.


regia sudah duduk di sofa selama hampir empat jam, pantat nya terasa panas karna terlalu lama duduk, ia jengah karna tidak melakukan apapun.


tatapan nya beralih pada sang tuan yang masih setia melakulan pekerjaan nya, regia terus menatap dengan begitu polos.


excel merasa terganggu dengan tatapan regia, excel berdehem,hal itu mampu membuat regia sadar dan langsung berdiri.


"ambil kan minum, saya haus" perintah excel.


"baik tuan" regia menunduk dan berlalu pergi, setelah menutup pintu ia bingung harus kemana, kaki nya tetap saja melangkah, hal itu tak luput dari penglihatan excel.


regia sangat beruntung bisa bertemu erik, yang sedang berbicara dengan karyawan lain.


"maaf tuan mengganggu waktu anda, saya ingin bertanya sesuatu" ucap regia, setelah sampai di samping erik.


erik menyudahi pembicaraan nya dengan karyawan itu,dan berganti menghadap regia.


"kenapa keluar,apa presedir membutuh kan sesuatu"


"iya, presedir menyuruh saya mengambil minum, tapi saya tidak tau tempat dan minuman apa yang di sukai tuan" jelas regia.


"baiklah ikut saya"


...----------------...


erik membuat sebuah kopi hitam kesukaan excel, regia memperhatikan semua yang di lakukan erik.


" tuan presedir suka kopi hitam" tanya regia.

__ADS_1


"iya, presedir suka kopi hitam yang tidak terlalu manis"


"tuan, apa saja yang di sukai presedir, nanti kalau butuh sesuatu biar tidak terlalu merepot kan anda"


erik menatap regia dengan wajah datar, regia merasa sedikit gemetar dengan apa yang akan di ucap kan erik.


namun hal tak terduga terjadi, erik tersenyum ke arah regia dengan begitu manis, karyawan yang juga sedang membuat minum, tercengang melihat atasan nya.


erik yang terkenal sangat jarang tersenyum, sekarang dengan mudah tersenyum ke arah wanita yang ada di depan nya.


"sebenar nya presedir bukan orang yang pemilih kalau soal makanan,tapi kalau minuman beliau sangat tidak suka kalau terlalu manis" regia mencatat apa yang di kata kan erik.


"presedir sangat tidak suka dengan keju, saya juga ngak tau apa makanan kesukaan nya" erik mencoba berfikir.


"tapi yang saya tau, presedir sering menyuruh saya membeli nasi goreng" lanjut erik.


erik memberikan kopi yang di buat nya pada regia,yang langsung di ambil dengan sigap oleh regia.


"saya permisi tuan, terima kasih bantuan nya"


"jangan panggil saya tuan,panggil pak erik aja, regia"


"tuan..eem maksut nya pak erik tau nama saya"


"iya sebelum kamu masuk, presedir sudah mengatakan tentang kerja kamu"


"ooh begitu, ya sudah pak erik saya permisi, tuan pasti sudah menunggu" regia tersenyum tulus ke arah erik.


'dia sangat berbeda' gumam nya, menatap kepergian regia yang semakin menjauh.


...----------------...


excel sudah selesai dengan pekerjaan nya, sebenar nya ia cemas dengan asisten pribadi baru yang di suruh mengambil minum,yang saat ini masih tak kunjung kembali.


ia berfikir 'apa perlu aku cari dia, pasti dia tidak tau dengan lingkungan di sini' belum sempat ia beranjak dari tempat nya,terdengar seseorang mengetuk pintu.


Tok..tok..tok..


"maaf tuan membuat anda menunggu lama, ini minuman anda tuan" ucap regia sesampai nya di depan excel.


excel hanya mengangguk untuk menanggapi, ia heran melihat minuman yang sekarang berada di depan nya,excel mengambil minuman itu dan merasa kan nya.


'aneh, dari mana dia tau kesukaan aku? apa dia salah satu wanita yang sudah lama menyukai ku!' excel tersenyum sekilas, lalu meletakkan minuman nya kembali.


"kenapa kamu bisa tau kalau saya suka minum kopi hitam" tanya excel meneliti.


"tadi saya minta tolong sama pak erik, dan beliau yang membuat nya" jelas regia, masih dengan berdiri.


excel memijat pangkal hidung nya, dugaan nya salah, ia merasa malu sama diri nya sendiri untung tidak ada orang yang tau tentang fikiran nya tadi.


"ya sudah kamu bisa kembali duduk" perintah excel.


'kayak nya fikiran aku butuh istirahat, kok bisa aku punya sifat kepedean kayak gitu' excel menggerutui diri nya sendiri.

__ADS_1


regia kembali duduk di tempat nya semula, ia menatap jam tangan yang menunjukkan pukul dua siang, bentar lagi waktu bekerjanya sudah selesai, tinggal menunggu satu jam saja ia bisa pulang.


...----------------...


regia melangkah memasuki rumah, ia melihat sekeliling rumah masih sangat sunyi, anggi masih belum pulang dari kerjaan nya.


ia menerus kan langkah nya memasuki kamar dan merebah kan tubuh nya di atas kasur,regia memejamkan mata lama.


ia kembali membuka mata dan menatap langit langit kamar nya, ia sangat gembira karna tuhan sangat baik memberi pekerjaan ini pada nya.


"aku percaya kalau tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba nya, tuhan juga tau apa yang harus di lakukan nya, bersyukur dan bersabar adalah hal yang wajib di kehidupan ini, karna suatu saat pasti ada waktu untuk merasa kan bahagia"


regia berkata dengan penuh rasa syukur, meskipun orang lain tidak tau dan tidak mendengar apa yang dia ucap kan, hal itu tidak lah penting menurut nya.


karna ia percaya tuhan selalu menjadi pendengar setia ucapan nya,dan menjadi tempat paling aman untuk bersandar.


...----------------...


anggi berjalan dengan tergesa gesa sedangkan tangan nya membawa beberapa tas kresek yang berisi makanan, hari sudah mulai akan gelap.


sesampai nya di depan rumah, ia langsung menerobos masuk.


" REGIA REEGIIAAAA" teriak anggi di dapur, dia tau kalau sahabat nya pasti sudah pulang karna pintu rumah nya sudah tidak di kunci.


"ih anggi,apa an sih,kenceng banget teriak nya, aku tuh ngak budek" cerocos regia.


"kamu udah mandi, berarti udah dari tadi kamu pulang, tapi belom makan kan" anggi duduk di kursi meja makan.


"belum,kenapa" regia langsung menarik kursi yang berhadapan dengan anggi.


" aku takut kamu sudah makan, kan sia sia aku beli makanan banyak kalau ngak ada yang makan" ucap anggi dengan cengiran khas milik nya.


regia meminum air putih sebelum makan setelah selesai dia langsung menyantap makanan nya begitu pun anggi.


" re gimana hari pertama kamu,dia ngak jahat kan" tanya anggi setelah menelan makanan nya.


" dia baik, sifat nya yang aku temui tadi pagi sangat bertolak belakang dengan rumor yang menyebar" jelas regia lalu memasukkan satu suapan ke mulut nya.


regia menelan sisa makanan nya,dan langsung mengambil air putih meminum nya, ia mengusap sisa air di mulut dengan punggung tangan karna tidak ada tisu di dapur.


"komi yoken dio baeok"ucap anggi masih penuh dengan makanan di dalam mulut nya.


"ngomong apa sih ngi, aku ngak ngerti, kalau mulut penuh tu jangan ngomong kan jadi kayak bahasa nya monyet" tampal tegia.


"kamu yakin dia itu baik" kata anggi setelah menghabiskan makanan nya, regia mengagguk.


"ngi kok udah gelap, bukan nya masih sore ya" mata regia masih terbuka, tapi penglihatan nya sudah tidak berfungsi.


anggi melihat jendela dapur yang masih belum tertutup, ia menatap sendu regia, ia merasa kasihan pada regia karna memiliki penglihatan yang terbatas.


"matahari udah sembunyi re, biar aku antar kamu ke kamar ya re"


anggi berdiri mendekati regia, ia menuntun nya dengan sangat hati-hati, anggi menduduk kan regia di kasur nya, dan diri nya pamit ke kamar nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2