Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
kembali ke rumah tua


__ADS_3

Excel menyandar kan tubuh nya di depan mobil. Mulut nya masih menyesap ****** rokok, menghembus kan, membuat wajah nya tertutup oleh asap seketika.


Ia tak peduli dengan regia yang baru keluar rumah dan menatap nya aneh.


" Kenapa ngerokok"


" Cuman ingin saja?"


" Kamu masih marah soal Julio tadi, dia adik aku Excel. Kamu tidak perlu sampai seperti ini" tidak ada Jawaban.


Regia mengehela nafas kasar setelah melihat begitu banyak nya ****** rokok yang berserakan di atas tanah.


" Stop excel " perotes regia mengambil rokok di mulut Excel dan membuang nya ke sembarang arah.


Excel menatap regia tanpa ekspresi, belum sempat tangan nya mengeluar kan rokok dari dalam kotak. Regia lebih dulu merampas sekotak rokok itu dan membuang nya, jauh.


" Sudah puas" ucap Excel dengan suara tertahan karena menahan emosi.


Excel menutup mata, mencoba menetral kan amarah nya.sampai di rasa sebuah tangan mungil melingkar di leher nya dan sebuah benda kenyal menyentuh bibir nya.


Setelah membuka mata, Excel melihat sudah tidak ada jarak antara wajah nya dan regia.


" Lampias kan dengan hal lain, jangan menyiksa diri mu sendiri. Aku tidak suka itu" bisik regia menatap intens mata hitam pekat kekasih nya.


Excel melempar senyuman singkat. Kemudian menangkup wajah wanita nya dan memulai ciuman, regia membalas ciuman Excel dengan lembut dan manis, melayani untuk memberi pria nya kenyamanan.


" Ngak nyangka regia bisa sebuas ini. Bisa-bisanya berinisiatif mencium dewa ku lebih dulu" gumam Julio mengamati dari dalam rumah lewat kaca jendela.


" Lio sini bantu ibu ambil kan, sekotak teh di lemari atas " teriak mbok watih dari dapur.


" Iya, aku datang " jawab Julio juga berteriak dan melangkah ke dapur menghampiri ibunya.


...----------------...

__ADS_1


Regia membawa Excel masuk ke dalam rumah nya" apa kamu merasa jijik dengan tempat ini" tanya regia.


" Tidak " jawab Excel tanpa menatap lawan bicara nya. Mata nya masih sibuk menatap ruangan di mana ia berada sekarang.


" Masih sama, tidak ada yang berubah dengan tempat ini. Hanya saja malam itu..."


" Excel " panggil regia membuat Excel berhenti ber gumam dan berpaling menatap nya.


" Kamu bicara dengan siapa?"


" Tidak ada. Kenapa membawa ku ke sini" elak Excel mengalih kan topik pembicara an dengan cepat.


" Ini rumah peninggalan orang tua ku. Sejak kecil aku tidak pernah tahu wajah ayah ku, ibu bilang ayah meninggal karena kecelaka an tepat setelah. Aku di lahir kan ke dunia"


Regia menggandeng tangan berotot Excel dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


" Kamu sudah mencerita kan nya "


" Baiklah aku akan mencoba menjadi pendengar yang Ter baik untuk mu" putus Excel.


...----------------...


" aku di besar kan hanya dengan kasih sayang seorang ibu, sejak kecil aku cuma bisa ber teman dengan Julio"


" Semua teman kelas ku menjauh setelah mengetahui tentang penyakit buta malam ku. Mereka bilang, aku anak pembawa sial, karena kematian ayah ku dan penyakit aneh ku"


Diam. Excel hanya menunggu apa yang akan regia ucap kan selanjut nya.


" Aku tanya kepada ibu tentang semua yang teman ku katakan. Lalu ibu bilang ' jangan peduli kan omongan mereka. Tidak ada hal semacam itu di dunia ini. Regia tetap regia, anak ibu yang paling baik dan manis' "


" Setelah mendengar itu,aku merasa tenang. Karena ibu ada di pihak ku, tidak masalah orang lain membenci ku sebab yang paling utama hanya lah ibu ku tumpuan hidup ku"


" Sejak saat itu kebahagia an datang. Tapi cuman sekedar mampir, setelah nya kenyataan kembali membanting dunia ku ke dalam jurang kesedihan"

__ADS_1


Regia meraih sebuah foto lama yang tersimpan di atas tolet " belum sempat aku puas dengan kelembutan nya. Ibu sudah harus pergi menyusul ayah. Meninggal kan ku sendiri an, sebatang kara. Tanpa keluarga, kehangatan dan kasih sayang orang tua"


" Saat itu kondisi ku sangat buruk, rasa kecewa, benci, kehilangan. Bercampur aduk dalam diri ku. Aku hancur.... "


Isak tangis regia pecah. Excel menatap nya sayu, ia merasa iba dengan kehidupan kecil kekasih nya.


" Cukup, jangan di terus kan"


" Tapi kamu harus tau kisah selanjut nya Excel"


" Iya. Nanti setelah hati mu sudah merasa lebih tenang" ujar Excel berjalan mendekati regia.


" Excel, apa kamu tetap akan sebaik ini setelah mengetahui kebenaran tentang ku"


Satu alis Excel terangkat, bingung " apa yang masih belum aku tahu tentang mu"


Regia meletak kan kembali foto yang ada di ngenggaman nya dan menelan salivan nya kasar, sebelum kembali bertatap muka dengan Excel.


Excel melihat tangan nya ketika watita itu menggenggam erat seakan mencari kekuatan untuk apa yang akan di lakukan nya.


" Harga diri ku, kesucian ku. Semua nya sudah tidak ada. Aku bukan lagi perawan Excel"


Suara regia terdengar gemetar, detak jantung nya berpacu dua kali lebih cepat. Setelah melihat raut wajah Excel yang masih berfikir keras untuk menjawab ucapan nya.


Excel menatap regia, kemudian bertanya "lalu?"


Regia mencoba, menguat kan diri sebelum kembali berucap " aku melakukan hubungan intim dengan orang yang tidak aku kenal. Dengan kata lain aku adalah korban pemerkosa an"


Excel Manarik tangan nya, berdecak kesal dengan semringai aneh antara kecewa dan bingung.


" Kamu tidak mengingat siapa orang itu?"


Regia menggeleng lemah, dengan tubuh gemetar karena menangis.

__ADS_1


__ADS_2