
'' apa yang kamu lakukan '' tanya regia heran, menatap anggi yang sedang melihat ke luar rumah dengan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri.
anggi berjalan mendekati regia '' kita sudah aman, beberapa pelayan sudah aku tugas kan dengan sibuk di belakang rumah. dan tugas selanjut nya aku harus merias kamu untuk menyamar ke luar ''
'' bagaimana dengan bi liu ''
'' dia pergi ke pasar barusan, untuk membeli sesuatu yang aku suruh '' jawab anggi dengan menyerah kan sepasang baju yang sejak tadi di siap kan nya.
regia menerima dengan ragu '' aku sungguh akan berpakaian seperti ini? '' ucap nya menatap anggi untuk meminta kepastian.
anggi mengangguk cepat '' hanya pakaian seperti bi liu saja yang dapat mengelabuhi penjaga supaya tidak ada yang curiga, tenang saja. aku pasti akan merias mu agar terlihat sama persis dengan real nya ''
'' cukup, jangan bicara lagi '' sela regia, memutar bola mata nya malas.
'' baiklah, berhenti berfikir dan cepat lah berganti. waktu kita tidak banyak, sabrina tidak akan menunggu kita untuk memulai acara nya'' ucap anggi mendorong-dorong tubuh regia untuk masuk ke kamar mandi.
lima belas menit berlalu, anggi merasa puas dengan apa yang di kerja kan nya. sedangkan regia terus menghela nafas kasar dengan apa yang anggi lakukan terhadap diri nya.
'' apa yang akan orang bilang, kalau aku pergi melihat sabrina dengan penampilan seperti ini ''
ucap regia dengan melihat pantulan diri nya di depan cermin.
'' mungkin orang-orang akan menyangka kalau kamu sudah punya suami dengan dua anak'' ejek anggi dengan senyuman yang semakin melebar.
regia berdecak kesal dan mengerucut kan bibir nya '' maaf, hanya bercanda. setelah berhasil keluar, kamu bisa bersalin di dalam mobil yang aku bawa ''
'' sejak kapan kamu bisa bawa mobil sendiri '' tanya regia.
'' eemm... ngak terlalu lama, sejak rohan mengajari ku satu minggu yang lalu '' jawab anggi.
'' kenapa rohan tiba-tiba mengajari mu untuk mengemudi ''
'' karna aku yang meminta, sebenar nya sih tidak perlu. tapi aku rasa mungkin ada guna nya juga, seperti apa yang kita lakukan sekarang ''
regia mengangguk untuk membenar kan ucapan anggi '' kalau gitu kamu ajari aku ''
__ADS_1
'' tidak '' tolak anggi dengan cepat '' aku masih terbilang baru dalam hal ini, jadi mana bisa begitu cepat menerima murid. minta saja sama excel, dia pasti akan menuruti mu ''
'' excel tidak akan melakukan itu, dia memperlaku kan ku seperti tuan putri yang tidak boleh kelelahan sedikit pun. sudah lah aku tidak mau membahas nya. ayo berangkat '' regia menyudahi ucapan nya dan berlalu pergi.
anggi melangkah bersebelahan dengan regia, ia sengaja membawa payung hitam untuk menaungi tubuh regia dari panas nya terik mata hari siang ini.
regia menghela nafas lega setelah berhasil masuk ke dalam mobil anggi.
dengan perlahan mobil yang anggi bawa mulai berjalan meninggal kan kediaman keluarga wapurma, dan membelah jalan menuju tempat yang menjadi tujuan kedua nya.
...----------------...
terik panas matahari siang tidak menjadi masalah untuk orang yang sudah menunggu lama supaya dapat bertemu dengan orang yang di idola kan nya.
regia dan anggi sudah berhasil masuk dengan cara berdesakan satu sama lain, dan menempati tempat duduk di bagian depan.
semua orang bersorak meria ketika pembawa acara mengumum kan untuk penampilan sabrina. teriakan semua orang yang hadir semakin kencang ketika artis wanita yang di idola kan datang dengan anggun menaiki pentas.
''seru banget, ngak nyangka sabrina bisa terlihat lebih cantik di dunia nyata '' ucap regia dengan girang.
'' iya aku juga berfikir begitu '' sahut anggi juga dengan semangat.
'' mereka mulai bergerak '' suara berat itu tak lain milik rohan yang sedari tadi terus mengawasi kedua wanita itu, di antara banyak nya orang yang ada.
anggi mengangguk tanpa menjawab apa pun, karna ia mengerti kalau rohan bisa melihat anggi dan regia melalui cctv yang sudah ada, namun tersembunyi.
setelah semua selesai, semua orang berdesa kan untuk keluar dan meminta tanda tangan dari orang yang mereka idola kan.
cekalan tangan regia dan anggi terlepas di tengah-tengah ke rumunan orang '' anggi, kamu ngak papa kan '' ucap regia sedikit berteriak keras dengan tubuh yang terus di dorong oleh orang di belakang nya.
'' aku ngak papa re, kamu hati-hati. cepat lah jangan sampai tidak mendapat kan tanda tangan sabrina '' balas anggi yang juga berteriak.
mendengar jawaban anggi, regia terus melangkah maju mengikuti segerombolan orang yang terus berdesakan, untuk mendapat kan apa yang di ingin kan nya.
ke dua sudut bibir regia tertarik dengan melihat sebuah kertas di tangan nya, ia menatap sekeliling yang sudah mulai longgar. namun tetap saja ia masih tidak menemukan anggi.
__ADS_1
regia memilih menunggu anggi dengan berjalan-jalan di area sekitar, regia semakin mempercepat langkah nya setelah mengetahui ada orang yang diam-diam mengikuti nya.
'' siapa kalian '' teriak regia setelah tiba di pojokan ruangan dengan ke ada an yang sedikit gelap.
'' jangan mendekat, kalau tidak. aku akan berteriak untuk meminta pertolongan '' regia kembali berteriak ketika dua orang di depan nya terus melangkah lebih dekat.
'' diam manis... jangan takut, menurut saja kita tidak akan menyakiti mu '' ucap salah satu orang yang menjadi pemimpin di antara orang yang mengelilingi regia.
kedua tangan regia tercekal dengan berada di sisi belakang tubuh nya, dan sebuah tangan kekar membuangkam mulut regia dengan rapat.
'' Mhmmm... hmmm '' regia ingin memberontak, tapi tak ada yang bisa regia kata kan dengan posisi nya sekarang ini.
sampai sesuatu mendarat dengan keras di tengku kepala regia dengan rasa sakit yang perlahan menjalar di sekujur tubuh nya. penglihatan regia memburam dan berujung memasuki ke gelapan, pingsan.
salah satu pria bertubuh bongsor itu mengangkat tubuh lemas regia dan membawa nya pergi keluar lewat jalan belakang hotel, supaya tidak dapat menimbul kan ke curiga an, mereka menutupi tubuh regia dengan sebuah jacet agar terlihat seperti sepasang kekasih.
...----------------...
anggi sudah berada dengan rohan sejak ia berpisah dengan regia. rohan menghubungi excel setelah melihat ke ada an regia.
'' halo excel, regia sudah di culik seperti yang kamu intruksi kan ''
'' bagus '' sahut excel dingin '' terus lakukan seperti yang sudah di rencana kan, dan lagi jangan sampai regia terluka parah ''
''iya aku mengerti '' balas rohan,excel memutus kan panggilan.
tanpa berfikir lama rohan dan anggi langsung pergi ke tempat lokasi dengan beberapa anggota yang sudah di siap kan.
...----------------...
NEXS
*********
apa rencana excel sebenar nya?
__ADS_1
tunggu saja kelanjutan nya. dan jangan lupa terus dukung autor dengan like, komen, favorit, hadiah, vote dan juga tekan bintang lima...
terima kasih semua nya.....