
excel dan yang lain sudah kembali pulang karna ada urusan kantor yang harus dengan cepat di tangani, keada an excel tidak menjadi penghalang untuk diri nya kembali bekerja.
tetapi regia menentang, regia memperboleh kan excel bekerja di rumah dalam pengawasan nya.
'' aku sudah memasa kan bubur untuk mu. mau makan sekarang'' ucap regia yang sudah berada tepat di depan excel.
'' boleh '' jawab excel singkat tanpa melihat lawan bicara nya.
regia merdecak kesal '' ngomong itu lihat orang nya '' mengangkat wajah excel yang masih fokus dengan dokumen yang ada di genggaman nya.
'' ulangi lagi '' printah regia.
excel memandang wajah kesal regia dengan senyum yang mengembang '' kenapa senyum gitu sih, aku suruh kamu ulangi perkata an kamu. ngak usah senyum lagi, jelek tau ''
'' sungguh, bukan kah aku terlihat manis sekarang '' regia terus mengelak ketika excel terus menggoda dengan mendekat kan wajah nya.
'' excel geli '' ucap regia, mendorong paksa tubuh excel menjauh dari nya '' kalau kamu ngak mau ya sudah, aku makan sendiri ''
tangan excel mencekat pergelangan tangan regia ketika wanita itu hendak pergi '' aku mau ''
'' sudah lah kamu bilang begitu hanya karna terpaksa, lanjut kan saja bekerja aku tidak akan menganggu '' regia berusaha menepis tangan excel dengan kuat.
'' sungguh aku mau, aku lapar '' excel mengubah ekspresi nya dengan sangat imut di mata regia.
regia menghela nafas berat '' aku akan mengambil bubur nya, sebelum itu lepas kan dulu tangan aku '' ucap nya dengan lembut.
excel melepas cekalan nya, regia berlalu pergi mrnuju dapur untuk mengambil semangkuk bubur dengan susu putih hangat yang sudah di siap kan nya tadi.
tatapan excel teralih kan ketaka seseorang kembali membuka pintu kamar nya, excel menatap lembut wanita kesayanga nya yang sekarang berjalan mendekat ke arah nya.
regia mengambil posisi berhadapan dengan excel, tangan nya meraih setumpuk dokumen yang sudah selesai excel kerja kan untuk di simpan di atas meja.
'' suapin '' ucap excel setelah melihat regia ingin menyerah kan semangkuk bubur kepada nya.
'' manja banget ''
__ADS_1
'' cuman ke kamu, tapi jujur saja kamu juga suka kan nyuapin pangeran tampan seperti aku''
mata regia melirik tajam sedang kan mulut nya masih fokus meniup bubur panas yang ia sendok '' jangan banyak bicara, buka mulut Aaa.. ''
excel menerima suapan bubur regia dengan cepat '' mulai besok aku akan kembali ke kantor, kamu tidak perlu ikut. tetap di rumah ''
'' tapi keada an kamu masih tidak sepenuh nya sembuh, kamu yakin sudah kuat ''
excel mengulum senyum nya lembut, kemudian membuka mulut nya menerima suapan regia kembali.
'' jangan memaksa kan diri, kalau kamu lelah istirahat saja ''
'' apa kamu tidak akan melarang ku lagi '' tanya excel setelah menelan bubur di dalam mulut nya.
regia menggeleng cepat '' kalua aku melarang mu, sama saja aku yang mengakibat kan hubungan kita hancur. karna terlalu ikut campur dalam dunia pribadi kamu, jujur saja, aku sangat hawatir ''
excel mengambil alih mangkok bubur di tangan regia, kemudian di letak kan nya di atas laci putih samping kasur nya.
regia menyandar kan kepala nya di dada bidang excel ketika lelaki itu memeluk pingggang ramping milik regia '' aku yakin tidak akan terjadi apapun setelah ini''
regia mendonga kan kepala '' mata kamu sudah bersih, bintil putih itu sudah tidak ada'' ujar excel lihat dari dekat kedua manik mata regia.
'' iya, aku juga ngak nyangka bakal secepat ini. aku sudah menghitung nya, masih belum genap sebulan pengobatan dari dokter bian. tapi hasil nya sudah terlihat, sungguh keajaiban alam yang tak terduga.. ''
'' memang nya penyakit kamu itu seperti tembok cina. itu anugrah dari tuhan nama nya, bukan keajaiban alam '' sela excel dengan cepat.
...----------------...
masih di posisi yang sama, regia kembali kepada excel setelah meletak kan mangkok kotor dan gelas di dapur.
'' excel, besok lusa apakah aku sudah boleh keluar '' tanya regia yang sudah berada di pelukan kekasih nya.
'' boleh, emang nya mau pergi kemana ''
'' aku mau pergi beli hadiah buat pernikahan anggi dan rohan '' excel melepas pelukan nya dan menatap heran wajah regia.
__ADS_1
'' pernikahan anggi dan rohan. kapan? kenapa aku tidak tau itu? ''
regia berbalik menatap wajah kekasih nya bingung '' kamu tidak tau apapun. apa rohan tidak memberi tahu mu tentang ini ''
'' tidak ''
regia menggangguk faham '' mungkin rohan lupa ''
'' apa rohan sudah melamar anggi '' tanya rohan kembali.
'' sudah, kamu masih belum sadar di rumah sakit waktu itu.ketika rohan melamar anggi ''
'' bocah sialan, bisa bisa nya ngelamar waktu teman nya sendiri sekarat. apa dia masih menganggap ku teman '' umpat excel kesal.
regia terkekeh melihat wajah kesal pria nya ''sudah sudah, kamu marahi saja kalau sudah ada orang nya. jadi gimana, kamu mau kan temenin aku pergi ''
'' baiklah '' balas excel singkat masih dengan ekspresi kesal.
'' terima kasih exsayang'' ucap regia setelah mengecup lembut pipi kanan excel.
senyum excel mengembang seketika, mau tidak luluh bagaimana kalau sudah berhadapan dengan regia yang semanis ini.
...----------------...
erik melirik tajam kepada rohan yang sudah lebih dari lima belas menit yang lalu terus menggoda nya.
'' jangan menggoda ku lagi, bicara sepatah saja aku akan menghabisi mu '' ancam erik dengan tegas.
'' baiklah aku ridak akan menggoda mu lagi '' putus rohan dengan senyum puas di bibir nya.
'' cepat lah bawa pergi, kalau tidak akan ada yang mencuri putri kecil mu '' lanjut nya, setelah melihat anggi dan zaliya datang membawa barang penuh di genggaman nya.
tanpa banyak bicara, erik langsung pergi yang di ikuti zaliya di belakang nya.
'' ingat jangan sampai melepas kan nya malam ini, tuan profesor '' teriak rohan kepada erik yang sudah berjarak jauh dari nya.
__ADS_1