Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Batu


__ADS_3

anggi termenung ketika melaku kan pekerja an nya, rohan melirik dengan heran ketika anggi memberi nya dokumen yang tidak ia perintah kan.


'' ngi, ada apa ? '' tanya rohan setelah anggi memberikan dokumen kepada nya.


anggi segera mengangkat pandangan nya ''tidak papa tuan ''


'' terus kenapa kamu melamun dan tidak fokus''


anggi mengerut kan kening dengan kata 'bagaimana rohan bisa tau '. anggi menggeleng dengan cepat.


'' tidak ada tuan '' elak anggi berusaha menutupi semua nya.


''jangan bohong, ekspresi wajah kamu terlihat sangat jelas kalau kamu sedang banyak fikiran.


lagi pula aku tidak menyuru mu mengambil dokumen satu bulan lalu, tapi kamu memberi kan nya kepada ku ''


anggi membulat kan mata ketika melihat dokumen satu bulan yang lalu di tangan rohan, ia merasa malu dengan perlakuan lalai nya.


tangan anggi dengan cepat merampas dokumen yang tadi nya salah di ambil ''maaf tuan'' belum sempat anggi berbalik badan, tangan rohan menggengam pergelangan tangan nya untuk menghentikan.


'' apa yang sedang kamu fikir kan '' ucap rohan setelah berdiri tepat di hadapan anggi.


'' siapa dia, apakah pria? kenapa kamu berusaha menyembunyi kan nya dari ku! " tanya rohan yang mendapati anggi tidak menjawab perkata an nya.


" tidak, aku hanya merindukan regia. sudah satu minggu lebih dia tidak ada kabar, bahkan ponsel nya tidak aktif waktu aku menelfon nya dan mengirimi nya pesan'' jelas anggi.


rohan mengangguk faham, ia tau kalau excel tidak membiar kan regia pergi keluar sebelum penyakit nya sembuh total bahkan di pagi hari.


'' aku bisa membantu mu untuk bertemu regia ''


'' benarkah '' sahut anggi dengan memohon ''tuan tidak akan ingkar janji kan''


'' tidak akan, aku juga ada janji dengan excel untuk bertemu nanti'' rohan mengulas senyum nya untuk meyakin kan apa yang di ucap kan nya.


anggi merasa sangat bahagia '' terima kasih tuan kamu memang yang terbaik'' menunjuk kan kedua jempol nya di depan wajah rohan.


rohan menghenti kan anggi ketika melangkah ingin pergi '' ngomong-ngomong aku sudah lama ngak merasa kan itu '' tampal rohan.


anggi menatap rohan penuh tanda tanya ''merasa kan apa tuan'' tanya nya dengan polos.


tanpa aba-aba tangan kekar rohan menarik pinggang ramping anggi yang membuat tubuh anggi membentur tubuh kekar nya.


'' aku merindukan mu, merindukan belaian tubuh hangat mu'' bisik nya tepat di telinga anggi, dan langsung menganggkat tubuh anggi dan di duduk kan nya di meja kerja milik nya.


rohan mencium rakus bibir mungil anggi yang berlipstik merah dengan kesan yang sangat menggoda.


anggi menerima ciuman itu, tangan nya melingkar di leher rohan dan mulai meremas rambut belakang rohan ketika diri nya mulai kehabisan nafas, akan tetapi rohan masih tidak melepas kan bibir nya.


pancaran mata rohan terlihat sangat bergairah ketika melihat wajah merah anggi dengan nafas yang memburu.


'' tuan... kita masih di kantor tidak baik kalau ada yang melihat perlakuan kita'' ucap anggi yang tak di indah kan oleh rohan.

__ADS_1


rohan beralih menciumi leher jenjang milik anggi dan membuat tanda kepemilik kan nya, bibir nya terus berjalan kebawah dan menggigit kemeja anggi untuk lebih terbuka.


anggi sadar kalau ini di terus kan, rohan akan benar-benar hilang kendali ''tuan... kita harus... ganti tempat '' kata anggi.


rohan menatap singkat wajah anggi, kemudian mengangkat tubuh anggi dan membawa masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan di dalam kantor nya.


rohan meletak kan tubuh anggi dengan hati-hati di atas ranjang empuk milik nya, dengan tatapan bergairah rohan kembali ******* mulut anggi lebih lembut dari sebelum nya.


tangan rohan berjalan memasuki kemeja anggi dan menyentuh punggung nya, sentuhan tangan rohan terasa sangat panas dan membuat anggi terlena dengan kelembutan yang rohan berikan.


anggi juga tak mau kalah, sebagai wanita bekas pekerja bar sudah tentu dia berpengala man dalam menyenang kan sang pria.


tangan anggi membuka kancing kemeja putih milik rohan, yang merupakan satu-satu nya kain yang masih melekat di tubuh bagian atas rohan.


tanpa terasa anggi sudah te lanjang, hanya tersisa baju dalam yang masih menempel di tubuh nya.


rohan sudah menciumi setiap inci tubuh anggi tak terkecuali dengan bagian tubuh inti istimewa yang anggi punya.


'' sudah siap '' tanya rohan dengan nafas memburu, seperti orang yang baru saja selesai ber lari.


anggi mengaguk ''nikmati saja pelan-pelan tuan... '' sambut anggi dengan hangat.


''jangan memanggil ku tuan kalau kita sedang berdua seperti ini ''


'' lantas, sebutan apa yang kamu mau ''


'' sayang, panggil aku sayang... ''


anggi menggigit bibir bawah nya supaya tidak mengeluar kan suara, karna takut dapat di dengar oleh seseorang.


rohan menarik dagu anggi untuk melepas kan gigitan nya, yang membuat bibir nya sendiri hampir terluka.


'' keluar kan... saja, ruangan ini kedap suara... kalau kamu mau, gigit saja leher ku ''


mendengar itu, suara erangan dan jeritan tertahan lolos dari bibir anggi, suara itu terdengar renyah dan nikmat di telinga rohan.


anggi menggigit leher rohan dan membuat tanda cinta di sana, ia kembali membuka mata melihat wajah tampan rohan yang masih terpejam rapat menikmati apa yang di perbuat nya.


rohan membaring kan tubuh nya di sebelah anggi, setelah itu menarik tubuh anggi untuk di peluk nya. keduanya terlelap dalam tidur karna terlalu lelah.


...----------------...


regia merasa bosan hanya duduk di rumah seharian, masih kurang dua jam untuk excel pulang, ia juga melarang regia untuk tidak keluar kemanapun.


'' bi liu '' panggil regia kepada kepala pembantu di kediaman rumah excel.


'' apa ada yang nona regia butuh kan '' ucap bi liu setelah menghampiri regia.


'' ngak ada bi, saya cuman mau minta tolong sama bi liu''


bi liu mengangguk kan kepala nya '' minta tolong apa ya non ''

__ADS_1


'' itu bi... emm saya mau keluar sebentar ada perlu ''


'' tapi nona regia, tuan excel tidak mengizin kan anda untuk keluar rumah ''


regia berdiri semakin dekat dengan bi liu ''karna itu saya minta tolong sama bibi ''


'' tuan excel pasti akan memarahi saya non '' sahut bi liu ragu.


'' udah, nanti aku akan pulang sebelum excel. bi liu tenang saja aku pasti bisa mengatur waktu''


'' tapi non.... ''


'' ngak usah tapi-tapi an, bi liu cukup rahasia kan ini dan jangan memberi tahu excel '' sela regia dengan cepat.


regia memberikan senyuman yakin kepada bi liu yang masih memandang nya takut.


'' apa yang mau kamu rahasia kan '' tanya excel yang sedari tadi mengamati tanpa sepengatuan regia.


'' tapi itu yang mau saya bilang non, tuan excel sudah pulang. gimana mau ngerahasia in nya ''


regia melotot penuh keterkejutan, ia membalik kan badan untuk melihat excel yang sudah lebih dulu menatap nya.


'' hehehe... tumben kamu udah pulang sayang '' ucap nya manja, dengan cengiran khas regia.


regia memeluk tubuh excel dan menatap wajah nya '' ini masih kurang dua jam dari waktu kamu pulang kerja ''


'' kalau aku tidak pulang, kamu pasti akan berhasil kabur dari sini. iya kan? '' kata excel dengan dingin.


'' ngak ada, aku ngak mau kabur. cuman mau jalan-jalan keluar''


''itu sama saja '' timpal excel dengan menyentil kening regia.


'' aku bosan excel, seminggu penuh aku aku hanya dekem di rumah. jalan-jalan ya, pleess '' regia meminta dengan tatapan memohon.


'' baiklah '' senyum regia mengembang mendengar perkataan singkat excel '' tapi bukan sekarang'' sambung nya yang membuat wajah regia kembali masam.


excel mencium singkat kening regia kemudia berlalu pergi '' harus pergi sekarang '' teriak regia.


'' tidak ya tidak '' balas excel yang juga berteriak.


'' HUH.... DASAR BATU, BATU KERAS, BATU JELEK BATU BATU BATU Aaa.... NYEBELIN '' regia kembali teriak dan pergi dari posisi menuju kamar nya.


...----------------...


NEXS


******


jangan lupa terus dukung autor dengan like, komen, favorit, vote juga tekan bintang lima, hadiah juga boleh....


terima kasih semua nya

__ADS_1


__ADS_2