
regia merasa sangat terkejut dengan pemandangan yang sekarang berada di depan nya,hal itu membuat nya berkaca-kaca namun tak ingin menjatuh kan.
regia mencoba bertahan dengan kuat agar supaya butiran bening itu tidak bisa meluncur dengan leluasa dan membuat nya semakin terlihat menyedih kan.
'ini sudah wajar tuan melakukan itu, tapi kenapa ada perasaan tidak terima ketika melihat dia bersama orang lain' batin regia.
excel duduk di kursi kerja dengan manda yang berada di pangkuan nya, mereka melakukan ciuman yang sangat panas seolah-olah merasa tidak ada orang di tempat nya.
"Hos... hos... " nafas excet terdengar memburu ketika melepas ciuman nya begitu pun manda.
regia melihat wajah excel yang tidak ber ekspresi apapun bahkan tidak ada senyuman setelah melakukan apa yang sewajar nya seorang kekasih lakukan.
tatapan nya beralih kepada manda yang sekarang sedang menatap nya meremeh kan.
manda menarik kepala excel untuk menciumi leher nya " regia, kamu terlambat satu langkah untuk mendapat kan nya kemarin kamu menyia nyiakan kesempatan yang bagus, tapi kamu melewat kan nya dengan begitu saja"
regia menatap tak percaya kepada excel yang masih memejamkan mata dalam pelukan manda.
" Ssthh.... aw kamu nakal kenapa gigit leher aku begitu keras hmm, pelan saja aku tidak akan kemana pun aku milik kamu sekarang" manda berkata dengan begitu manja dan memberitahu kan hak kepemilikan nya.
regia menunduk kan kepala pertahanan yang di buat runtuh dengan seketika ia tidak bisa membendung nya lagi, benar ada rasa sakit yang menikam ketika melihat tuan nya begitu bahagia dengan orang lain.
"saya tidak percaya tuan begitu terburu-buru dalam hal ini, kalau yang anda ingin kan seperti ini kenapa kemarin memberi ku harapan untuk berfikir, mempertimbang kan sekarang aku sudah punya jawaban nya"
"tapi seperti nya tuan sudah tidak ingin mendengar kan nya lagi" lanjut regia dengan wajah yang sudah terbanjiri air mata.
tidak ada reaksi apapun dari excel melain kan ia menatap regia dengan raut wajah yang tak bisa di arti kan, manda tersenyum penuh kemenangan melihat rasa putus asa regia.
excel berbicara dengan suara berat khas milik nya " aku sudah tidak peduli " masih dengan mimik wajah yang begitu tenang.
perkataan singkat excel membuat goresan luka yang paling menyakit kan di hati regia sorotan mata nya mulai menampak kan kebencian.
" aku baru mengerti kegidupan orang kaya, KALIAN ITU TIDAK PANTAS DI HORMATI ORANG TAMAK, RAKUS DAN BEDEBAH SEPERTI KALIAN HANYA AKAN MERUSAK BUMI INI" regia berteriak dengan sangat lantang.
entah keberania dari mana yang di dapat nya.
" saya mengundur kan diri dari pekerjaan ini" final regia.
excel tersenyum miring, ia juga mulai menunjuk kan aura kebencian " pekerjaan yang kamu lakukan itu kontrak siapa yang membatal kan dia harus membayar konsekuensi nya" menarik pinggang manda dan memeluk nya.
" dan kamu pasti tau denda nya sangat besar tidak sama dengan gaji setiap bulan mu yang saya berikan, sekarang saya masih berbaik hati tarik kembali perkataan pengunduran diri mu dan saya akan berpura-pura tidak terjadi apapun antara kita sekarang"
regia tersenyum getir dengan penuturan yang excel kata kan " terima kasih untuk belas kasih tuan saya tidak akan melupa kan nya"
excel tersenyum percaya diri dan terpukul mendengar ucapan regia selanjut nya.
__ADS_1
" tapi aku ingat kan sekali lagi aku akan tetap keluar dari pekerjaan ini seberapa banyak yang harus saya bayar, aku akan melunasi nya meskipun harus menjual tubuh ku sendiri"
amarah excel semakin memuncak tangan nya mengepal " mamang pantas di sebut wanita murahan "
" oh ya, tapi gelar itu lebih baik menurut ku dari pada di hormati seperti kalian padahal kenyataannya kalian adalah bedebah yang tidak beradap, rakus juga berpikiran sempit"
" dunia kalian mengatakan kalau semua bisa di beli dan di dapat kan dengan kekayaan tapi tidak dengan dunia ku kalian tidak akan pernah mengerti karna kalian terlalu egois..."
"CUKUP REGIA" teriak excel yang mulai geram.
teriakan yang cukup keras itu mengundang semua karyawan kantor untuk melihat pertunjukan begitu pun erik.
"APA " balas regia berteriak, mengalih kan pandangan nya ia sadar kalau diri nya masih belum bisa membenci orang di depan nya sekarang ini.
" aku akan pergi sekarang malas berurusan sama orang yang tidak punya akal jernih seperti kalian"
regia mengambil tas nya dan pergi meninggal kan keheningan di ruangan tersebut.
excel ingin mengejar regia ia menepis dengan kuat tangan manda yang berusaha menahan nya.
regia masih menangis di sepanjang keluar nya dari ruangan excel banyak karyawan yang menatap nya, ia kaget ketika seseorang menarik tangan nya secara paksa dengan kuat.
" lepasin mau apa kamu, aku bilang lepasin" regia meronta dan berusaha melepas cekalan excel.
excel tidak menggubris perkataan regia, ia langsung memasukkan regia secara paksa ke dalam mobil nya.
excel membanting tubuh regia ke sofa ruang tamu nya " Aww.. " pekik regia yang merasakan sakit di bagian punggung nya.
" minta maaf sama aku sekarang " ucap excel.
regia heran dengan perkataan excel " kenapa harus aku bukannya kamu yang membuat masalah"
"minta maaf sekarang"
"aku tidak mau"
regia berjalan meninggalkan excel yang emosi nya sudah memuncak " regia tunggu " printah excel yang membuat regia semakin berlari menghindar.
excel mengikuti regia menerobos hujan yang begitu deras, ia baru bisa mendahului dan menghadang regia ketika sudah keluar dari gerbang utama.
" kamu mau apa lagi " ucap regia sedikit berteriak karna tidak terdengar dengan hujan.
" aku mau penjelasan "
" penjelasan apa lagi " regia mengusap wajah nya yang penuh dengan air.
__ADS_1
excel mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menunjuk kan sebuah foto ke arah regia.
regia membisu seribu bahasa 'ini tidak mungkin aku tidak bisa melihat setiap malam juga aku tidak pernah tau siapa lelaki ini, tapi editan ini terasa begitu nyata' regia membatin.
" kenapa sudah ngak bisa jelasin iya" excel mengusap wajah nya gusar, ia melepaskan jas nya dan menyampir kan di tubuh regia yang sudah basah kuyup dan mencetak bodi asli nya.
excel menarik jas nya membuat wajah regia semakin dekat dengan nya " kamu tau tadi malam aku menggila melihat foto itu, aku tidak membencimu aku membenci diriku sendiri, aku tidak ingin kehilanganmu, aku mencintai mu"
regia menitik kan air mata yang tak terlihat karna hujan, axcel menyatukan kening nya dengan regia
" tapi sekarang aku sadar emosi ku tidak bisa mendapat kan apapun tetapi malah membuat mu semakin benci, kamu bisa pergi kemanapun tapi ingat aku akan selalu ada kalau kamu membutuhkan sesuatu"
excel menjauh kan wajah nya dan melangkah mundur, regia tidak tau apakah harus bahagia karna kebebasan nya atau terluka dengan kenyataan yang ada.
"I LOVE YOU REGIA KARLOTE " teriak excel yang semakin menjauh dengan berjalan mundur, regia tersenyum.
Bruuakkk.....
mata regia melotot tak percaya " EXCEL " teriak regia dan berlari mendekati excel yang sudah terluka parah.
regia mengangkat kepala excel dan di letakkan nya di dalam pangkuan " tuan kamu harus kuat kamu..."
"panggil aku excel " sela excel.
" excel " panggil regia yang masih agak kaku.
excel tersenyum kemudian tangan nya menarik kedua sudut bibir regia seperti tersenyum "iya begini lebih baik, aku tidak ingin melihat wajah jelek kamu untuk terakhir kali"
" kamu tidak boleh bilang megitu kamu harus percaya kalau kamu masih bisa sembuh" regia berkata dengan dada yang terasa begitu sesak.
excel membelai pipi regia dengan lembut darah yang keluar dari tubuh nya semakin banyak.
"tetap bahagia dan cari orang yang lebih baik dari aku" regia menggeleng mendengar itu.
" dan pesan terakhir aku jangan pernah lupakan aku, I love you "
tangan excel jatuh dunia regia terasa sudah berhenti waktu sudah tidak berjalan untuk nya, ia mendekap tubuh dingin excel semakin erat.
" tidak jangan tinggal kan aku seperti ini, excel kamu harus mendengar kan ucapan aku"
regia mengambil tangan excel dan mencium nya " aku mencintai mu, aku mohon kamu bangun sekarang, excel aku akan membencimu kalau kamu masih tidak mau bangun"
" aku menyerah aku sudah tidak mampu menjalan kan semua ini SEMUA GARA-GARA KAMU EXCEL " ucap regia dengan keras di beberapa kata terakhir nya.
regia menggil kedinginan hal itu tidak ber efek apapun, ia tetap memeluk tubuh kaku excel dan terus menciumi kening nya beberapa kali.
__ADS_1
memang benar kegilangan adalah cara terbaik untuk belajar ikhlas tanpa batas.