
regia sudah berada di depan rumah excel,ia menekan bel rumah excel beberapa kali.
sekarang bukan bi liu yang membuka pintu melain kan tuan rumah nya sendiri,excel.
"pagi tuan" sapa regia sambil memberi hormat.
excel hanya berdehem, itu lah hal yang sangat sering di dengar regia ketika menyapa tuan nya.
"kenapa datang sepagi ini,bukan nya sekarang hari libur" tanya excel.
"iya tuan, karna sekarang hari libur,saya mau ngajak anda jalan-jalan"
"kemana"
"nanti tuan tau sendiri,lebih baik sekarang tuan cepat ganti pakai an" regia tersenyum manis.
"males pakek ini aja" kata excel melihat pakaian an nya,regia menggeleng kan kepala.
"nanti kalau tuan memakai itu pasti tidak bisa berlari,udah tuan jangan mengulur waktu" ucap regia mendorong tubuh besar excel kedalam rumah nya.
sudah sekitar lima menit excel mengganti pakaian nya,regia melihat ke arah pintu yang perlahan terbuka,dan menampil kan seorang excel dengan topi hitam di kepala nya.
regia tersenyum melihat excel,karna excel terlihat sangat keren sekarang,bukan seperti biasa nya yang terlihat berwibawa dengan memakai jas.
"ayo tuan berangkat takut tambah panas nanti" ajak regia.
...----------------...
regia melihat ke arah excel yang berada di belakang nya, ia kembali menghampiri excel.
"tuan kenapa ngak semangat sih"ucap regia setelah sampai di samping excel.
"saya tidak bisa lari cepat" elak excel.
regia dan excel sudah berada di taman kota, regia mencoba memikir kan cara ,melihat ke sekitar lingkungan nya.
senyuman nya mengembang ketika suatu rencana terlintas di otak kecil nya.
"saya punya cara supaya tuan bisa lari cepat" regia berkata dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
excel mengangkat satu alis nya, ia juga tidak mengerti apa yang akan di lakukan wanita di depan nya ini.
"tuan tunggu di sini"
regia berjalan mendekati sebuah perusahaan yang saat itu seorang wanita menjadi satpam di dalam gerbang utama nya.
regia masuk dan tidak menutup gerbang nya kembali,ia mulai berbicara dengan satpam wanita itu.
"apa yang dia bicara kan" gumam excel terus mengawasi regia, mata excel melotot ketika melihat regia menampar satpam wanita di depan nya.
regia berlari keluar dan menutup gerbang, ia berlari dengan sangat cepat ke arah excel.
excel mengulur kan tangan nya,regia dengan sigap menerima tangan excel sedang kan satpam wanita itu juga berlari dengan tiga teman nya mengikuti excel dan regia.
excel mengerat kan cekalan regia dan memper cepat lari nya,ia membawa regia masuk ke salah satu bangunan yang belum selesai di buat.
"tu..uan apa..."
"Ssttt....." excel menaruh jari telunjuk nya di bibir regia lalu menunjuk keluar.
satpam wanita dengan beberapa teman nya sedang berhenti menetral kan nafas nya.
excel dan regia ke luar dari bangunan,ketika melihat orang yang mengejar nya sudah tidak ada.
regia dan excel mencoba menetral kan nafas nya yang kini mula ter senggal-senggal.
"lari tuan luar biasa banget sampek ngalahin angin" ejek regia.
regia tersenyum ke arah excel.
"kamu bicara apa sama dia" tanya excel.
"ngak ada,cuman basa basi"
"trus kenapa kamu tampar dia"
"iseng aja,lagian muka nya kelihatan ganas banget,jadi pengen tampar dia,dan sekarang keturutan"
excel tertawa mendengar alasan regia yang sangat tidak masuk akal, excel kembali berjalan yang langsung di ikuti oleh regia.
__ADS_1
"hebat ya,kamu punya kebiasaan yang ngak biasa" excel merasa masih ingin tau sifat regia lebih dalam dan mengerti semua tentang nya.
"jadi kalau muka saya kelihatan ganas apa kamu juga akan menampar nya"
regia menggeleng mendengar pertanyaan excel.
"ngak berani tuan,nanti saya ngak dapat bayaran kalau namper tuan"
excel kembali tersenyum mendengar ucapan regia.
"kata nya kamu mau ngejar aku,kapan" excel berhenti berjalan dan melihat ke samping nya.
"sekarang ini saya awal mula mengejar tuan, bagai mana menurut tuan apa saya masih bisa menerus kan,saya kan sudah bikin tuan terhibur"
"oke kamu terus kan saja,selama kamu mampu membuat saya bahagia"
excel melihat seseorang yang tidak asing, itu rolan dengan baju formal serba hitam,excel tau kalau mereka membawa senjata tersembunyi di balik pinggang nya.
regia menatap excel penglihatan nya buram dengan rasa pusing di kepala nya.
ia terkejut ketika excel tiba-tiba mendorong tubuh nya membentur tembok di belakang dan mengunci dengan tangan nya.
"kenapa tuan"
"jangan bicara lagi,kalau kamu tidak ingin mati sekarang" excel berbicara dengan suara berbisik.
excel terus menatap rolan dalam lirikan nya, ia kembali menutupi wajah nya ke arah regia seperti adegan orang sedang berciuman.
rolan berlalu pergi, excel terus melihat ke arah rolan, regia mengikuti tatapan excel melihat ke arah samping.
jarak wajah regia dan excel sudah sangat dekat sekarang, regia tidak sengaja mencium pipi kanan excel yang tiba-tiba bergerak menghadap nya.
excel menatap regia begitu pun sebalik nya, rasa pusing di kepala regia sudah tidak bisa di tahan.
Cup
regia dengan cepat mengecup bibir excel, setelah itu pandangan regia sudah tidak jelas, dan dengan paksa kegelapan merenggut nya.
excel terkejut dengan tubuh regia yang roboh dengan sangat lemas.
__ADS_1
"regia kamu kenapa" excel segera menelfon seseorang untuk menjemput nya,dan mengangkat tubuh regia.