
regia samar-samar mendengar orang sedang berbicara, ia perlahan membuka mata.
"kamu apakan cewek itu" ucap excel dengan suara berat khas nya.
"ngak terlalu parah bos,cuman beberapa tulang patah,dan ke empat gigi depan nya lepas"
regia sekarang sudah sadar kalau diri nya berada di kamar excel,ia melihat excel sedang berdiri menghadap balkon kamar dan berbicara dengan seseorang di telfon.
"apa kamu tidak membunuh nya"
..."ngak dia masih hidup,tapi kalau melihat kondisi nya sekarang mungkin ke depan nya dia ngak bakal berani keluar rumah lagi" ucap erik meyakin kan...
"bagus,kamu boleh kembali bekerja"
"bos kamu, bilang tadi mau teraktir aku ja..."
erik belum selesai dengan ucapan nya tapi excel sudah memutus kan telfon, excel membalik badan dan menemukan regia sudah duduk menatap nya.
"kapan kamu sadar" excel menghampiri regia.
"lima menit yang lalu tuan" regia terus menatap ke arah excel.
'regia kamu sudah janji sama tuhan kalau kamu akan mencintai dia,sejahat apa pun dia kamu tetap harus menepati janji sama tuhan' batin regia.
excel heran dengan tatapan yang regia berikan, ia menaruh punggung tangan nya di kening regia.
" ngak demam" gumam excel.
"saya memang ngak sakit tuan"
"trus kenapa kamu ngelihatin saya kayak gitu" tanya excel.
regia hanya menggeleng,ini baru pertama kali nya ia dengan berani menatap excel secara terang-terangan.
"sudah lah kamu istirahat saja" excel hendak berdiri pergi ke kantor,tapi tangan nya di tahan oleh regia.
"tuan, saya mau ngomong sesuatu"
"ngomong apa"
"eem itu aanu itu loh aapa sih" regia gugup dengan apa yang mau di ucap kan nya.
"ngomong apa regia " excel bingung dengan maksud regia.
"itu lo tuan ,gimana ya,susah banget sih ngomong nya" regia menggerutu, ia menggaruk tengku kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
"kalau susah gak usah di paksa, kamu istirahat saja" excel mengacak rambut regia pelan.
regia tertegun dengan perilaku excel yang sangat lembut ini, regia menahan tangan excel ketika lelaki di depan nya ini hendak berdiri.
"tidak tuan ini harus di bicara kan sekarang"
"oke" jawab excel tenang dan singkat.
'apa sebenar nya yang mau di bicara kan regia, jangan bilang dia mau berhenti dari pekerjaan ini, kalau iya, ngak ada lagi kesempatan aku buat ngejar dia"
excel membatin melihat regia yang terus memaksa untuk berbicara dengan nya.
"tuan apa anda mempunyai seseorang yang di cinta" tanya regia kepo.
"kenapa kamu tanya begitu" excel binggung dengan pertanyaan regia.
"ngak papa tuan,saya hanya ingin tau,kalau tuan ada menyukai seseorang biar saya bantu untuk bisa bersama"
"ngak ada,kenapa emang nya" elak excel.
"kalau begitu,tuan suka tipe cewek yang seperti apa"
"ngak tau "
"tuan saya mau minta izin....." regia menggantung kan kalimat yang di ucap kan nya,ia menutup mata nya sebentar kemudian membuka nya lagi.
'ternyata benar wanita ini ingin ber....' belum sempat batin excel selesai menduga, ucapan regia sudah bisa membuat nya kaget.
"...untuk mengejar anda" regia menelan salivan nya yang terasa sangat susah, entah keberanian dari mana tadi yang datang sampai ia berani berkata seperti itu kepada tuan nya.
...----------------...
regia melangkah memasuki rumah, anggi sudah pasti belum pulang karna ini masih menunjukkan jam satu siang.
regia memasuki kamar nya, ia menatap diri nya di pantulan cermin dengan wajah malas.
"apa aku terlalu bar bar ya tadi,lagian bisa-bisa nya aku berinisiatif mau ngejar tuan excel dulu"
regia berbicara sendiri dengan cermin yang memantul kan diri nya.
" tidak regia pilihan yang kamu pilih sudah tepat"
regia berbalik mencari sumber suara yang barusan bicara pada nya,ia menggosok mata nya beberapa kali untuk membenar kan apa yang di lihat nya sekarang.
"ngak ini pasti halu" ucap regia setelah melihat tuan excel berada di sofa kamar nya.
__ADS_1
belum sempat regia mendekat excel sudah tidak ada di tempat,regia menarik nafas kasar.
"benar ini hanya halusinasi" gumam regia pelan.
"apa yang halusinasi regia, apa kamu tidak merindu kan ku dan sangat tak ingin melihat ku"
regia terlonjak kaget,ia mundur beberapa langkah ketika wajah regia dan excel hanya berjarak satu mil.
regia memejamkan mata,jantung nya berdegup sangat kencang sekarang, ia tidak tau apa yang akan excel lakukan pada nya.
sudah lima menit berlalu,regia masih menutup mata,tapi tidak ada reaksi apa pun dari excel, ia membuka mata nya,tidak ada siapa pun di kamar.
"Aaaaah....aku gila" teriak regia frustasi, ia membanting tubuh nya di kasur,dan menutup wajah nya dengan guling.
"separah ini efek samping nya,kalau seperti ini terus aku bisa gila beneran,tidur aja semoga bangun nya sudah lupa sama kejadian memalukan ini"
regia memejamkan mata nya,mencoba konsentrasi untuk menuju alam mimpi.
...----------------...
excel sedang duduk di sofa kamar nya, ia masih memikir kan ucapan regia.
ia kembali mengingat kejadian barusan tentang regia dan diri nya.
"ta..pi kalau tu…an tidak mau aku juga ngak aa…kan nekat" ucap regia terbata-bata karna melihat excel yang tidak menjawab nya.
"terserah kamu,tapi bagaimana cara kamu mengejar saya" tanya excel.
"rahasia ,kalau saya memberi tau tuan lebih dulu, tidak akan seru nanti" ucap regia dengan cengiran khas milik nya.
"baiklah,lebih baik kamu pikirkan cara yang tepat,untuk bisa membuat saya tertarik sama kamu"
regia mengangguk perlahan dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
"mau saya antar pulang" tawar excel.
"tidak perlu,lebih baik tuan persiap kan mental untuk apa yang akan saya tunjukkan kepada tuan"
regia berlalu pergi meninggal kan excel.
"aku sangat menantikan apa yang akan dia lakukan untuk mengejar ku" ucap excel setelah sadar dari lamunan nya.
excel tidak menduga kalau regia akan lebih dulu mengejar nya, tapi menurut excel meskipun dalam tahap pengejaran nya regia tidak bisa membuat hati nya luluh.
ia akan tetap menerima nya,karna itu lah tujuan awal, ia meminta kepada rohan untuk regia di pekerjakan lebih dekat dengan diri nya.
__ADS_1