Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Reality


__ADS_3

Regia kembali melihat pisau yang ada di tangan nya, baja itu berkilau dan indah, berat nya sangat pas di tangan regia.


'' sayang, letak kan benda itu, oke. aku tidak mau kamu Ter luka''


Excel benar-benar khawatir sesuatu terjadi pada istri nya. berbeda dengan misella, yang terus merintih ketakutan untuk Ter lihat seperti orang lemah.


'' mundur, jangan menyentuh Excel '' perintah regia, menyodor kan pisau nya ke depan.


'' Excel dia... ''


'' turuti kemauan nya '' tidak ada yang mengisi fikiran Excel, kecuali dengan keselamatan regia.


misella mundur perlahan, tepat setelah tatapan regia Ter fokus kan kepada misella Excel dengan cepat mencengkram tangan regia dan merampas pisau itu dari wanita nya.


''excel apa yang kamu lakukan, lepas '' regia meronta, dengan cekatan Excel membuang pisau itu ke sembarang arah.


'' regia dengar kan aku''


regia terdiam mendengar benta kan keras dari suami nya. tubuh nya gemetar melihat amarah Excel.


''aku tidak memarahi mu, benda itu sangat ber bahaya, kau tahu aku sangat takut melihat mu Ter luka''


'' maaf '' lirih regia, menetes kan air mata.


Excel menyatukan kening nya dengan regia, lalu mengecup singkat bibir manis regia.


''aku rindu mama ''


"iya kita pulang sekarang "


regia Ter senyum sendu melihat wajah tampan Excel yang Ter lihat sangat kelelahan, tangan nya terangkat menyentuh rahang tegas Excel lalu mengecup singkat bibir merah nan seksi itu.


masalah Excel yang tidur di kamar asing ini, regia tidak ingin mempermasalah kan lagi. dia percaya dengan suami nya, Excel tidak akan berhianat.


"tidak semudah itu Excel "


ke dua nya sama-sama memaling kan wajah, mereka melihat misella menggenggam pisau yang tadi regia gunakan untuk mengancam.


''salah satu di antara kita harus ada yang mati, dan orang itu adalah kamu regia''


" misella ber henti, kita semua harus keluar dengan selamat "


"Excel, pilihan ada di tangan mu"

__ADS_1


"apa yang kau maksud"


" tentukan siapa yang harus kamu bawa pergi aku atau dia " misella menunjuk regia dengan pisau yang ada di genggaman nya.


" itu tidak akan terjadi, tidak ada siapa pun yang.... ''


''pilih aku dan bunuh dia Excel ''


regia menegang mendengar misella meraung begitu keras, dia semakin mencekam kuat baju Excel bagian belakang.


''aku bisa melayani mu lebih baik, dari pada Regia. wanita miskin itu tidak pantas untuk mu, cepat Excel, bunuh dia''


''DIAM ''


''iya aku akan membunuh nya'' Excel menggenggam tangan regia, ketika wanita itu menatap dengan penuh rasa takut.


''beri kan pisau nya sekarang ''


Excel berjalan mendekati misella, melihat dengan penuh keyakinan untuk terlihat seperti benar-benar ingin melakukan ucapan nya.


'' aku tahu kau masih mencintai ku, aku sangat berharap kita bisa kembali seperti semula, menjalani kisah cinta yang penuh dengan kelembutan ''


'' tidak ada yang berubah misel ''


'' kamu masih tetap misella yang ku kenal, dan aku tidak akan melupa kan penghina an malam itu''


misella Ter kejut mendengar lanjutan dari ucapan Excel, kemudian menatap baja putih yang sudah ber pindah tangan.


''kau membodohi ku '' ucap misella lirih.


'' regia sudah menjadi istri ku, sudah tidak ada ruang untuk siapa pun masuk kecuali dia termasuk kau, teman kecil ''


Excel menggenggam erat pisau itu dan ber jalan mendekati regia merangkul pundak wanita nya dan memberi kecupan ringan di kening regia.


'' jika aku tidak bisa mendapat kan mu, orang lain juga tidak akan''


belum sempat Excel membalik kan badan dengan benar sesuatu yang keras mendarat tepat di kepala nya, misella dengan wajah penuh amarah memukul Excel menggunakan tongkat baseball yang entah di dapat kan dari mana.


''Excel '' regia menjerit histeris, perlahan tubuh Excel jatuh di atas lantai, kepala nya terasa ber putar karena pusing.


'' Excel, sayang, kamu masih bisa mendengar ku kan ''


misella menarik paksa tangan regia '' bangun '' teriak nya, menggema di ruangan yang sunyi.

__ADS_1


'' kau yang membuat Excel tidak mau mengakui ku"


" bukan aku yang memaksa, Excel yang mengingin kan ku" bantah Regia.


" diam wanita murahan "


" jaga ucapan mu, aku diam karena aku menghargai Excel. tapi sekarang kau sudah keterlaluan"


regia menjambak rambut panjang misella lalu menrik nya sekuat tenaga, melampias kan amarah nya yang benar-benar butuh pelampiasan.


misella tidak ingin kalah, dia menampar pipi regia kasar lalu mendorong tubuh regia sampai jatuh, Excel membuka mata setelah rasa pusing yang di derita nya sudah berhenti.


mata elang nya menemu kan regia yang sedang menunduk dengan tangan mengambil sebuah pisau yang Ter lepas dari tangan Excel ketika pria itu Ter kena pukulan di kepala nya.


" regia, jangan " gumam Excel lirih, kedua wanita yang tengah ber gulat hebat tidak menyadari langkah kaki yang perlahan mendekat.


" mati saja kau, wanita gila"


regia mengayun kan pisau nya ke depan tanpa menunggu untuk melihat siapa yang sekarang ber diri di hadapan nya.


" Akhhh..... " Excel merintih kesakitan setelah tajam nya baja menusuk dan merobek kulit perut nya, regia Ter cengang mengumpul kan ke sadar an untuk men cerna apa yang sedang dia lakukan.


" Excel " jeritan misella membuat regia kembali ke dunia nyata, dia sedang tidak bermimpi kalau menusuk suami nya dengan tangan nya sendiri.


Excel menyentuh tangan regia yang sudah ber lumur darah, atau lebih tepat nya menyentuh luka di tubuh nya yang terasa menguras tenaga.


" Excel" panggil regia ketika tubuh lemas suami nya jatuh ke dalam pelukan nya, regia Ter duduk memeluk tubuh Excel.


nafas lelaki itu meninggi seiring ber tambah nya rasa sakit yang perlahan merenggut kesadaran nya.


" kau membunuh nya"


" cepat panggil ambulans" regia kebingungan untuk bertindak, misella tergesa-gesa mencari ponsel nya dan menelfon rumah sakit untuk mengirim kan ambulans.


" sayang, jangan tidur dulu, kamu harus tetap sadar ya. hiks.... Excel jangan tidur" regia menepuk-nepuk pipi Excel pelan, dengan sekuat tenaga Excel mencoba untuk membuka mata.


dan hal pertama yang dia temukan adalah wajah frustasi regia, yang sudah Ter banjiri air mata. Excel mengangkat tangan nya, mengusap sisa darah yang mengalir di sudut bibir regia akibat tamparan dari misella.


" maaf "


" jangan ulangi lagi" regia mengangguk mendengar suara bas suami nya, regia mendekat kan kepala. mengecup kening Excel cukup lama.


Excel terengah-engah bibir nya bergetar mendapati rasa sakit yang dahsyat menjerat nya untuk masuk ke dalam dunia yang gelap, sunyi dan tenang.

__ADS_1


suasana yang tidak bisa di dapat kan kalau ingin merasakan kecuali Tuhan menakdir kan.


__ADS_2