Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Regia hilang


__ADS_3

excel membiar kan regia duduk di sofa lebih dulu ia dapat menyadari kalau wanita itu sedikit meringis kesakitan ketika berjalan.


" excel kamu mau ngapain " tanya regia bingung yang melihat excel dongkrong di bawah regia dan ingin menyentuh kaki nya.


excel mendongak melihat wajah bingung regia " aku tau kaki kamu terluka jadi biar kan aku melihat nya " pinta excel ketika regia menyembunyi kan kaki nya di dalam gaun yang di kenakan.


regia mengeluar kan kaki nya perlahan, ia merintih kesakitan ketika excel membuka sepatu nya meskipun dengan cara lembut.


"sekarang kaki kamu memar, kenapa tidak bilang dari awal kalau merasa tidak nyaman, kamu bisa mengganti nya dengan yang lain" ucap excel melihat kaki regia yang terlihat sedikit bengkak.


excel duduk di sebelah kanan regia dan menatap nya yang sedang tertunduk dalam "maaf, aku takut kamu kecewa " ujar regia merasa bersalah.


excel menangkup wajah regia dan di angkat untuk melihat ke wajah nya " regia dengar kan aku, aku tidak menyalah kan mu sekarang tapi aku peringati untuk terakhir kali nya, kalau memang kamu tidak suka jangan di paksa hingga harus membuat mu terluka dan kesakitan"


" ingat kamu punya aku sekarang, meskipun kamu tidak keberatan dengan luka kecil ini tapi aku keberatan" regia tersenyum mendengar penuturan excel.


"aku merasa gagal menjaga kamu, karna kelalaian ku kamu kesakitan sekarang kalau saja aku tau lebih awal mungkin tidak sampai bengkak seperti sekarang " eluh excel khawatir.


regia mengambil tangan excel dan menggenggam nya " kamu tidak perlu merasa terlalu bersalah inj juga tidak sepenuh nya kesalahan kamu, aku minta maaf karna tidak berani bilang sama kamu tadi tapi lain kali tidak akan terjadi hal seperti ini lagi"


" aku janji kalau lain kali ada yang tidak cocok aku akan minta ganti sama kamu, dan jika waktu itu tiba kamu jangan mengeluh kalau uang kamu aku habis kan " jelas regia sambil tangan kanan di angkat berbentuk v (simbol perjanjian).


excel tersenyum kearah regia dan tidak menghiraukan tatapan orang lain yang sedang menonton derama romantis geratis diri nya dan regia.


" ekhemm... " suara berat rohan membuat regia melepas genggaman nya dengan excel, rohan hanya mampu menyeringai ketika tatapan tajam excel di luncur kan kepada nya.


" re kamu cantik banget sampai silau mata aku yang melihat nya tadi " ucap anggi dengan sungguh-sungguh.


regia terkekeh kecil mendengar ucapan anggi "kamu bisa aja ngi, kamu juga cantik dengan tampilan seperti ini " balas regia yang tak mau kalah.


regia melihat ke arah excel dan menarik pelan jas nya " aku mau ke toilet sebentar " ucap regia setelah excel menoleh melihat nya " iya jangan lama-lama " jawab excel.


" perlu aku temenin re " tawar anggi yang merasa tidak nyaman " tidak perlu anggi aku sebentar kok " tolak regia.


tamu semakin ramai berdatangan, anggi merasakan firasat buruk tentang regia.

__ADS_1


" el seperti nya barusan aku melihat ada anak buah tiran yang mengawasi kita " ucap rohan menyadar kan.


excel meneliti semua orang yang ada tapi tidak bisa semua orang di sini terlalu banyak " rohan kita harus waspada kamu jaga anggi dan aku ..." excel merasa ada sesuatu yang salah.


"sudah berapa lama regia pergi " tanya rohan kepada anggi, wanita itu melihat arloji di tangan nya " regia sudah pergi empat belas menit lebih tiga detik, ini tidak bisa di bilang sebentar " ucap anggi yang mulai cemas.


" kalian tunggu di sini aku yang akan melihat nya " terka excel dan berlalu pergi meninggal kan anggi dan rohan.


rohan membuka ponsel nya ketika sebuah notif bernama bigbos mengirim nya pesan, ia menatap anggi yang juga sedang melihat nya.


Bigbos


rohan, regia hilang.


rohan mendekat kan wajah nya " anggi, regia hilang " bisik rohan sangat kecil yang hanya mampu di dengar anggi.


" Sstttt... " rohan membungkam mulut anggi dengan tangan kanan nya, tangan kiri nya berada di depan mulut nya sendiri dengan jari telunjuk yang terangkat (dalam bahasa: diam).


" jangan bicara apapun ini tempat terbuka masih banyak mata-mata yang mengawasi kita, kalau kita bilang regia hilang kita sendiri yang mencoba masuk ke dalam jebakan mereka" bisik rohan kembali.


"sekarang kita juga harus pergi " rohan menggandeng tangan anggi dan keluar dari perjamuan ramai itu.


...----------------...


" apa yang kalian mau, kenapa membawa ku kesini " teriak regia setelah penutup mulut nya di lepas.


beberapa orang yang menculik regia tidak ada yang berani berbicara ketika mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat menuju tempat nya.


regia meronta sekuat tenaga untuk melepas tali di pergelangan tangan nya " jangan bergerak lagi, nanti tangan cantik itu akan terluka " regia langsung menoleh ke arah sumber suara yang merasa di kenal nya.


" kamu.. manda, apa yang kamu ingin kan kenapa menculik ku seperti ini " tanya regia dengan suara rendah.


manda menatap tajam " jelas-jelas kamu tau apa yang aku mau kamu mengambil excel dari ku, dan kamu berani membuat excel duduk sejajar dengan kaki kotor mu di depan umum"


" berbicara manja dengan kata-kata manis, entah pelet macam apa yang kamu berikan sampai begitu ampuh membuat excel menuruti semua perkataan mu, dasar wanita murahan" maki manda.

__ADS_1


regia tidak terima dengan ucapan yang tertuju pada nya " kamu salah aku tidak pernah meminta apapun dan berkata manja seperti yang kamu bilang, excel melakukan semua nya karna kemauan nya sendiri bukan paksaan dari ku" jelas regia dengan tenang.


" kamu panggil dia apa tadi, excel, kamu pikir sudah sangat mengenal nya hah.. " bentak anggi tepat di depan wajah regia.


regia tersenyum getir " kalau aku bilang aku memang pacar nya apa kamu akan terima tidak kan, jadi percuma mau bicara sama orang berpikiran sempit seperti kamu" ucap regia masih dengan tenang, ia tau berhadapan dengan orang seperti manda tidak bisa mengandal kan emosi.


" kamu bilang aku apa, UCAPKAN SEKALI LAGI KAMU BILANG AKU APA BARUSAN " teriak manda dengan emosi yang sudah berada di puncak.


" aku bilang percuma bicara sama orang yang punya fikiran sempit seperti kamu, tidak ada guna nya cuman buang-buang tenaga sama saja aku ikut gak waras karna meladeni orang bodoh "


perkataan tenang ini sama seperti pisau tajam yang dapat menggores dalam meskipun dalam keadaan tidak sengaja.


manda mengepal kan tangan di samping tubuh nya ia semakin geram melihat senyum regia yang terlihat sedang meremeh kan nya.


Plaakk...


...----------------...


markas excel, erik masih berkutik dengan laptop nya pandangan nya tak henti-henti menatap layar laptop yang terus berjalan memperlihat kan tulihan yang tak bisa di mengerti kecuali seorang hecker.


rohan sudah merasskan kalau akan ada bahaya yang datang di perjamuan keluarga lino, mengingat musuh nya tiran yang selalu punya taktik untuk bisa mengalah kan orang nya tapi tidak pernah berhasil.


" apa ada hasil erik " tanya excel tegas.


" sebentar lagi " jawab erik yang tak mengalih kan pandangan nya sedikit pun dari layar laptop.


rohan menatap wajah khawatir anggi " tenang ngi kita pasti bisa menemu kan regia, kamu juga harus percaya kalau kita bisa membawa pulang regia dengan sslamat " ucap rohan menenang kan.


anggi membalas rohan dengan senyuman hangat nya " terima kasih tuan sudah mencoba menenang kan saya " ujar anggi dengan lembut.


" dapat " seru erik dengan semangat " di gedung tua dekat pom bensin barat jalan, iya tempat regia di sekap " lanjut erik.


excel mengangguk faham " kita berangkat sekarang juga" berlalu pergi dengan erik.


" kamu tunggu di sini, aku tau kamu bisa bela diri tapi kita tidak tau rencana utama mereka, tetap si sini tempat ini aman untuk mu " mencium kening anggi tiba-tiba dan dengan cepat meninggal kan anggi.

__ADS_1


__ADS_2