Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Mimpi buruk


__ADS_3

regia menyandar kan tubuh nya di dinding rumah sakit, penampilan nya sudah tidak bisa di bilang baik-baik saja tapi ia tidak peduli dengan itu yang di fikiran nya sekarang hanyalah excel.


ruang oprasi terbuka menampak kan seorang dokter yang masih lengkap dengan masker dan sarung tangan yang telah ternodai darah.


"nona kami mohon maaf, tuan sudah tidak bisa di selamat kan" ucap seorang dokter yang menangani excel.


regia menggeleng tak percaya " kalian berbohong dia ngak mungkin... ngak mungkin..." ia menerobos masuk di mana excel berbaring.


regia mendekati raga excel yang sudah kaku dan dingin, ia menatap sendu wajah tampan yang sudah terlihat pucat karna darah nya membeku.


" excel sayang, kamu lagi bohong kan kamu ngak capek apa merem terus, bangun sayang aku rindu sama kamu" gumam regia membelai pipi dingin excel lembut.


erik masuk dengan dokter dan juga beberapa suster yang lain untuk mengurus excel mereka menatap sendu dengan kondisi regia.


" KALIAN MAU APA, KELUAR " teriak regia melihat mereka mendekati excel.


" regia kamu tenang jangan emosi seperti ini " erik mencoba menenang kan.


"pak erik kamu harus usir mereka keluar, mereka mau membawa excel pergi"


erik mengampil nafas panjang " regia dengarkan aku, kita harus mengebumi kan tuan excel untuk kebaikan nya"


"kebaikan nya kamu percaya kalau dia sudah tidak ada"


erik sudah muak untuk berdebat " iya, dia memang sudah tidak ada kita tidak bisa mengembalikan nya meskipun menganggap nya masih hidup, regia kamu pikirkan baik-baik apa excel akan bahagia dengan kamu yang seperti ini"


" excel sangat kecewa padamu kemarin tapi dia tidak membencimu excel percaya dan terus menyalah kan diri nya karna kamu"


"sekarang biarkan dia tenang dengan kehidupan yang akan di laluinya, percaya lah lakukan yang terbaik selama kamu masih bisa"


regia menundukkan kepalanya, tangan nya masih setia menggenggam tangan dingin excel.


erik mendekati regia " bawa tuan sekarang " perintah erik dengan tegas.


regia langsung melihat tak percaya " tidak jangan kalian tidak boleh membawa nya " regia hendak memberontak tapi dengan cepat erik menahan nya.


dokter itu membawa excel pergi meninggalkan ruangan.


" EXCEL " teriak regia histeris.


...----------------...


excel terus mengelap wajah regia yang basah akibat keringat dan air mata " apakah sangat sakit sampai pingsan pun masih saja menangis" gumam excel.

__ADS_1


excel mengankat satu alis nya ketika mendengar suara regia.


"jangan kalian tidak boleh membawa nya pergi" gumam regia pelan namun masih bisa di dengar excel.


excel semakin memperhatikan regia ketika kening nya mengerut dengan air mata yang jatuh semakin deras.


" excel " panggil regia seraya membuka mata nya.


'gak salah dengar, dia barusan manggil namaku' excel membatin heran.


regia meringis kesakitan memegang kepala nya, ia mencoba menjernih kan pandangan nya.


" aku di mana " tanya regia dengan linglung, pandangan nya terpaku pada seorang lelaki yang ada di samping nya.


"kamu ada di rumah saya" jawab excel.


regia tidak mengucap kan apapun ia hanya memandang excel dengan tatapan tak percaya, ia mencoba duduk dan dengan sigap excel membantu nya.


" kamu... ini bukan mimpi kan " regia menyentuh wajah excel dengan berkaca-kaca.


excel semakin di buat bingung dengan tingkah regia " bukan " kata excel singkat.


tanpa aba-aba regia langsung memeluk tubuh excel dengan erat seolah-olah dia tidak ingin melepas kan nya lagi karna takut kegilangan.


" apa kamu mimpi buruk " tanya excel dengan lembut.


'apakah itu nama nya mimpi buruk, tapi kenapa aku merasa itu sangat nyata dan terasa menyakit kan' batin regia.


excel melonggar kan pelukannya ketika dirasa regia sudah sedikit membaik.


" apa yang kamu fikirkan kenapa tidak menjawab pertanyaan ku hmm" excel menghapus air mata yang membasahi pipi regia.


" tuan aku tidak mengerti apakah itu mimpi buruk atau sebuah peringatan yang jelas aku tidak ingin berada di posisi itu lagi" jelas regia yang masih menetes kan air mata.


excel tidak tau apa yang terjadi dengan regia "iya kamu tidak akan di posisi itu lagi, sudah berhenti menangis kamu terlihatan jelek" ia tidak bisa menghibur seseorang, tidak tau apakah regia bahagia atau sakit hati mendengar nya.


" tuan kenapa aku bisa di sini dan luka ini..." regia menunjuk kepalanya yang di balut perban.


"kamu tidak ingat kejadian tadi pagi" regia menggeleng.


" kamu menyelamat kan saya dari seseorang yang dengan sengaja ingin membunuh saya, dan luka ini kamu dapat kan dari kejadian itu" jelas excel menyentuh kepala regia.


" kamu sebenar nya tidak perlu... "

__ADS_1


"tuan aku punya satu permintaan " sela regia "apakah ucapan yang kemarin masih berlaku"


excel tersenyum " kamu tidak perlu memikirkan itu tolak saja kalau kamu tidak mau aku tidak akan memaksa, beristirahat lah kalau ada perlu panggil saja bi liu, aku akan kembali ke kantor "


regia menahan tangan excel " tuan aku bersedia "


excel tertegun mendengar ucapan regia " kalau kamu masih merasa pusing saya akan panggil kan dokter kesini" ejek excel.


" tuan aku serius " terka regia.


eh kenapa aku bisa begini. regia mengalih kan pandangan nya ia merasa malu dan takut.


excel tersenyum manis melihat tingkah laku regia yang menurut nya sangat lah lucu.


" iya aku mengerti, sekarang bagaimana kamu mau bayar kompensasi untuk ku"


"kompensasi tentang apa, bukan nya saya yang menyelamat kan tuan kenapa malah tuan yang minta kompensasi" tanya regia heran.


"kamu tau aku merawat mu dan rela meninggal kan waktu kerja demi itu, coba kamu fikir berapa kerugian yang aku dapat kan"


regia menyerah jika berdebat tentang uang, ia bukan ahli nya apalagi yang di lawan adalah seorang yang sudah mahir sudah tentu akan kalah.


" baiklah tuan mau apa "


" terserah yang penting dari kamu "


regia tak habis pikir apa yang akan di berikan nya sedangkan excel tidak kekurangan apapun dalam hidup nya.


tanpa berpikir panjang regia langsung menarik pundak excel agar lebih dekat dengan nya dan..


Cuup....


regia mengecup ujung bibir excel sedikit lebih lama excel merasa ada sesuatu yang memanas di pipi nya.


regia segera menarik selimut dan menyembunyi kan diri, excel menyentuh bagian yang baru saja regia cium dan kedua sudut bibir nya terangkat.


" sudah kata nya mau pergi ke kantor " teriak regia di balik selimut.


" ya sudah aku pergi dulu, nanti kalau rindu telfon saja ponsel nya ada di atas laci " goda excel.


" tidak akan pernah sudah sana pergi " ucap regia semakin menyembunyikan diri.


excel berlalu pergi dengan senyum yang mengembang dunia terlihat sangat cerah sekarang seperti sedang mendukung hubungan excel dan regia yang sedang bahagia.

__ADS_1


__ADS_2