Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Jebakan


__ADS_3

suara guntur terasa menggelegar kilatan cahaya putih terus berdatangan seakan mau memecah kan langit yang sekarang terlihat hitam pekat.


" kayak nya ngak jadi keluar nih ngi, hujan nya masih deras " ucap regia setelah melihat kondisi di luar rumah dari jendela.


anggi menghela nafas " terus gimana re, ini satu- satu nya hari yang bisa kita buat jalan- jalan sekarang malah ngak jadi, sial banget'' keluh anggi.


regia berjalan menjauh dari jendela dan menduduk kan diri nya di samping anggi.


'' sabar ngi, mungkin bentar lagi hujan nya berhenti " regia menarik bibir anggi yang sedang mayun " ngak usah di majuin lagi jelek tau '' ucap regia yang masih belum melepas cekalan nya.


anggi memukul tangan regia untuk melepas bibir nya yang terasa ingin terpisah dari wajah nya.


'' huhuhu... sakit regia, kamu kurang ajar banget kalau bibir aku copot gimana, mau kamu tanggung jawab buat beli bibir palsu '' cerocos anggi.


'' udah lagian cuman gitu doang emosi '' jawab regia dengan enteng dan tidak menghirau kan pelototan yang anggi berikan.


" aku heran sama kamu ngi, biasa nya kamu yang paling susah di ajak keluar,tapi kenapa sekarang kamu begitu semangat '' tanya regia mengalih kan topik pembicaraan.


'' itu.. aaku mau beli sesuatu '' anggi agak ragu mau memberi tahu regia atau tidak, karna selama ini anggi selalu bertukar cerita dengan regia meskipun menyangkut masalah pribadi nya.


regia mengerti dengan suara anggi yang terdengar ragu '' jangan di paksa, kalau memang kamu ngak mau cerita aku juga ngak bakal maksa kok '' anggi menatap wajah regia yang penuh dengan ketulusan.


'' ngak re, sebenar nya aku mau pergi karna ada barang yang mau aku beli '' terka anggi dengan cepat.


regia melihat anggi bingung '' barang? buat apa'' ucap nya.


'' sepekan lagi adalah hari ulang tahun tuan rohan, aku berniat memberi nya hadiah meskipun tidak bisa memberi sesuatu yang mahal, tapi aku bisa memberi nya barang dan hadir di pesta nya itu sudah cukup'' ujar anggi yang terdengar seperti putus asa.


regia melihat dengan tatapan meneliti kemudian kedua tangan nya menangkup wajah anggi '' kamu ... '' regia menggan tung kan kalimat nya membuat kening anggi berkerut ''suka sama rohan'' final regia.


anggi melepas tangan regia dan mengalih kan wajah nya '' mana ada, aku cuman menghargai nya sebagai atasan tidak lebih '' ketus anggi, dengan semburat merah yang menjalar di pipi nya.


regia hanya mampu tersenyum dengan ucap an anggi yang tidak sama dengan reaksi tubuh nya.


'' iya iya, mana ada seorang Anggirani kelvia bisa menyukai orang letoy dan norak kayak si rohan '' ejek regia dengan senyum yang masih mengembang di bibir nya.


'' regia kamu tidak boleh bilang orang sembarangan kayak gitu'' sarkas anggi yang merasa tidak terima.

__ADS_1


regia semakin ingin menggoda teman nya yang satu ini '' kenapa kan memang kenyataan nya begitu, si rohan itu bisa di bilang keren tampan dan cool, tapi di urutan ke tiga setelah excel dan pak erik selain itu si rohan kalau di lihat- lihat seperti orang kurang gizi... ''


'' CUKUP kamu ngak berhak bilang tuan rohan seperti itu, kamu bahkan tidak tau kehidupan nya seperti apa '' teriak anggi yang mulai emosi.


'' kenapa kamu tidak terima, bukan nya yang aku bilang memang sudah kenyataan kalau rohan memang tidak sebaik excel '' sahut regia masih tenang.


dada anggi sudah naik turun menahan amarah '' kamu sudah bener-bener keterlaluan re, kurang ajar tau ngak lo '' anggi semakin tajam menatap regia.


'' punya hak apa kamu bilang aku kurang ajar hanya karna ngomongin rohan, emang nya kamu suka sama dia lagian dia bukan siapa- siapa buat kamu '' ucap regia dengan suara yang meninggi dengan wajah yang juga memperlihat kan kebencian.


'' AKU SUKA SAMA DIA, KARNA ITU AKU NGAK TERIMA SEMUA OMONGAN KAMU, emang nya kenapa kalau excel lebih baik AKU NGAK PEDULI, AKU AKAN TETAP SUKA SAMA ROHAN '' ucapan itu seakan-akan keluar dengan sendiri nya dari mulut anggi.


regia menatap anggi tanpa bersuara, anggi merasa aneh dengan keadaan regia yang tak membalas ucapan nya, melain kan tersenyum.


seketika anggi mulai sadar '' kamu menjebak ku '' ujar nya.


'' menurut mu '' regia masih memasang senyuman jahil nya " apa kamu memang merasa kalau aku bisa sekeji itu memaki orang, aku cuman ingin tau berapa lama lagi kamu bisa bersembunyi untuk perasaan kamu sendiri'' sambung nya.


'' kamu jahat '' anggi memukul regia dengan bantal yang sedari tadi di pegang nya.


'' sudah sudah, ayo kita pergi hujan nya sudah reda nanti ngak sempat beli kado buat my beby rohan '' ucap regia kembali menggoda anggi.


anggi mengambil tas dan menyusul regia yang sudah berada di luar rumah, kedua nya berjalan mencari taksi untuk pergi ke tempat yang mereka tuju.


...----------------...


'' kamu gimana sih re, bisa-bisa nya belanja dompet ketinggalan di rumah '' ucap anggi yang mulai panik.


regia terus mencari ke dalam tas kecil yang di bawa nya '' nama nya juga lupa '' menatap anggi ''apa kita balikin lagi aja ya ngi '' sambung regia yang mulai frustasi.


'' jangan re, malu- malu in tau '' bisik anggi, kedua nya menghela nafas kasar bersamaan.


'' ini, pakai kartu saya buat bayar belanjaan mereka '' ucap seorang wanita.


'' baik nona '' balas tukang kasir dengan sopan.


regia merasa kenal dengan suara yang baru saja di dengar nya, karna penasaran regia akhir nya melihat ke arah wanita yang baru saja membayar semua belanjaan nya.

__ADS_1


' manda, kenapa dia mau bantu aku' dalam batin regia.


" kenapa kamu mau membantu ku " tanya regia setelah menghampiri manda.


manda membuka kaca mata hitam dan menatap regia dengan tersenyum " bisakah kita duduk untuk mencari tempat yang nyaman, karna masih ada yang ingin saya bicara kan sama kamu'' kata manda menunjuk regia.


regia dan anggi menatap satu sama lain dan mengangguk secara bersamaan.


...----------------...


regia anggi dan manda sudah duduk di sebuah cafe yang tidak jauh dari persimpangan jalan, ketiga nya sudah memesan minuman dengan keinginan nya tersendiri.


" nona manda, terima kasih atas bantuan anda barusan saya anggap ini sebagai hutang, anda tenang saja saya pasti akan melunasi ini secepat nya ''regia membuka suara untuk yang pertama.


manda menanggapi nya dengan tersenyum ''baiklah, terserah kamu mau melunasi kapan'' menghela nafas '' tapi regia, tujuan utama saya adalah ingin minta maaf sama kamu karena kejadian waktu itu '' lanjut nya dengan penuh penyesalan.


'' aku tau pasti tidak mudah untuk kamu memaaf kan perbuatan ku yang begitu semena- mena, tapi aku sungguh menyesal dengan apa yang aku lakukan pada mu bisa kah kamu memaaf kan ku regia, apa pun yang kamu ingin aku lakukan aku pasti akan menuruti nya selama kamu mau memaaf kan ku'' manda manatap regia dengan penuh harap.


" semua nya " ucap regia meyakin kan.


" iya, semua nya apa pun itu aku akan melakukan nya asal kamu mau memaaf kan ku'' sahut anggi penuh keyakinan.


" kamu tidak boleh mengganggu waktu kerja excel dan mencoba mendekati nya, apa kamu bisa dengan permintaan ini'' kata regia.


manda mengangguk dengan cepat dan kembali memperlihat kan senyman nya '' kenapa tidak, setelah kejadian itu aku sadar kalau excel sangat menyukaimu jadi percuma buat aku yang mengingin kan nya kalau di hati nya sudah ada kamu"


"meskipun aku mempunyai raga nya excel tidak akan memperlaku kan ku seperti dia memperlaku kan mu dengan sepesial, karna itu aku memutus kan akan berhenti menyukai nya, aku sudah menjelas kan semua nya sekarang apa kamu bisa memaaf kan ku " final manda.


regia tersenyum mendengar ucapan manda yang di rasa tulus " iya aku memaaf kan mu " sambung nya.


" tapi re, kamu ngak bisa begitu gampang kamu ngak ingat sama apa yang dia lakukan sama kamu '' ucap anggi yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.


regia menggenggam tangan anggi '' anggi semua manusia itu bisa melakukan kesalahan, dunia ini berputar begitu pun hati, manda sudah mengakui kesalahan nya dia sudah berubah ngi, jadi tidak ada salah nya kalau aku juga memaaf kan nya, mungkin dengan ini kedepan nya manda bisa menjadi lebih baik''


anggi tidak mau berdebat panjang dengan regia, ia hanya mampu mendengarkan nasihat nya dan mengangguk untuk mengiya kan.


'' apa kamu sudah memaaf kan ku '' regia mengangguk " terus, bisakah kita berteman sekarang " lanjut manda.

__ADS_1


" boleh " balas regia dengan cepat, anggi memutar bola mata nya malas ia menyedot habis minuman yang ada di tangan nya hingga menimbul kan suara.


" terima kasih regia " ucap manda dengan riang, regia membalas nya dengan senyuman.


__ADS_2