Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Tidak minum


__ADS_3

'' sayang, sudah selesai belum '' ucap Excel.


malam ini keturunan wapurma itu, sudah siap dengan baju kemeja putih berbalut Jas hitam yang mencetak tubuh tegap nya.


tidak bisa di ragu kan lagi, seberapa tampan seorang Excel saat ini. lelaki tampan itu pasti kembali menjadi sorotan untuk semua orang, di acara yang akan di datangi nya setelah ini.


'' tunggu sebentar, aku hampir selesai '' teriak regia dari dalam kamar.


Excel menggeleng, mendengar Suara Regia yang begitu ber semangat, tangan nya mengetik kan sesuatu di iPhone milik nya.


Excel wapurma


aku akan datang, jangan lupa siap kan kursi khusus. kalau tidak aku akan membuat acara mu beranta kan.


pesan Ter kirim ber tepatan regia ber jalan keluar dengan langkah kecil, gaun putih yang sekarang ia pakai sangat pas di tubuh ramping nya.


Excel menatap dari atas sampai bawah, tatapan nya terhenti di dada regia yang sedikit ber lebihan. dengan rastling depan, dan gantungan bintang warna hitam.


'' sengaja, untuk memamer kan ''


regia melotot sempurna, mendengar ucapan sarkas Excel '' apa? ini tidak buruk. kau juga setuju saat kemarin aku memberi tahu mu''


'' tapi aku tidak tahu, kalau ukuran nya akan sangat berlebihan seperti itu '' Excel menunjuk dada regia dengan dagu nya.


refleks regia menyilang kan tangan di depan dada karena malu '' baiklah, aku akan pergi untuk ganti baju sekarang ''


Excel bangkit dan menahan tangan regia ''sudah lah, John bilang acara akan segera di mulai. kita akan ter lambat ''


'' tapi kamu... ''


'' aku hanya tidak terima kalau sampai orang lain melihat, dan mengingin kan apa yang sudah menjadi milik ku '' Excel memotong ucapan regia.


'' tapi selama kamu tidak merespon, aku tidak ke beratan '' ke dua sudut bibir Excel melengkung, ber bentuk senyuman indah.


regia ikut ter senyum mendengar ucapan pasrah suami nya '' apa aku memalu kan, menurut mu ''


''tentu saja tidak, kamu cantik. hanya itu yang aku tahu''


Excel merangkul pinggang regia dan menuntun nya ke luar, ke dua nya berjalan beriringan menuju mobil yang sudah di siap kan dengan rapi oleh bawahan Excel.


mobil BMW hitam itu melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan raya yang masih sedikit ramai.


...----------------...

__ADS_1


suasana gedung Niltak sudah ramai orang ber datang an, john berdiri di depan gedung dengan langkah ber jalan ke sana ke mari seperti orang linglung.


'' apa yang kau lakukan, nak? '' tanya seorang paruh baya yang Ter nyata ayah John sendiri.


'' ayah, aku sedang menunggu Excel. dia bilang masih dalam per jalanan '' John menghampiri ayah nya.


'' kenapa tidak menunggu di dalam saja, nak. sudah banyak tamu yang menunggu di sana''


John tersenyum simpul kepada orang yang tak lain adalah ayah nya sendiri '' ayah, ayah tau kan Excel siapa. jadi wajar kalau aku sedikit ber lebihan Ter hadap nya. lebih baik ayah temui saja di dalam, aku akan menunggu di sini ''


'' baiklah, terserah kamu ''


tepat setelah ayah nya masuk, suara mobil BMW mengalih kan perhatian John. ke dua sudut bibir nya tertarik melihat siapa yang ada di hadapan nya sekarang.


'' Excel '' sapa John, ber jalan mendekat dan memeluk tubuh Excel dengan rasa rindu per sahabatan.


'' bagaimana kabar mu '' tanya Excel menepuk punggung John ringan.


'' baik seperti yang kamu lihat, tunggu ini.. '' John menunjuk regia dengan tatapan sedikit memicing.


'' dia istri ku '' ucap Excel mem perkenal kan.


'' sempurna, pasangan yang serasi '' puji John, dengan berbinar. tangan nya meraih tangan lentik regia dan di cium nya punggung tangan itu.


'' akhir nya aku ber temu juga dengan menantu ke sayangan keluarga wapurma, mau tidak luluh seorang Excel kalau wanita nya super cantik seperti ini''


regia tersenyum kaku mendapat pujian yang begitu ber lebihan '' tidak, kamu terlalu berlebihan '' ucap nya dengan malu.


Excel menatap John tajam '' jangan macam-macam dengan istri ku ''


regia menatap wajah Excel, pria itu tidak main-main dengan per kata an nya.


'' ayolah bro, siapa yang berani berebut dengan mu. tenang saja, meskipun aku ter pesona dengan istri mu, aku masih bisa sadar diri. ayo, silah kan masuk ''


regia menggantung kan tangan nya di lengan kekar Excel, ber jalan lambat alih-alih menatap sekeliling yang Ter kesan sangat mewah.


'' lihat ke depan'' tegur Excel.


regia menghela nafas, Excel tidak bisa memberi kan sedikit ruang Untuk nya bergerak di tengah banyak nya orang.


'' kursi sepesial untuk orang yang sepesial '' regia kembali sadar setelah mendengar suara ceria John.


'' aku masih harus ber salaman dengan orang tua mu, di mana mereka sekarang '' tanya Excel.

__ADS_1


'' oh ya, aku sampai melupa kan ini'' mata John berkeliling mencari ke beradaan orang tua nya.


''mereka di sana ''


regia dan Excel mengikuti arah an john, dan menemu kan wanita dan pria paruh baya yang sedang ber bincang dengan seseorang.


'' halo paman, Tante '' sapa Excel ramah.


kedua orang tua itu ber paling menatap siapa yang baru saja menyapa nya.


'' Excel '' ucap ke duanya Ter senyum bahagia.


'' sudah lama tidak melihat mu, bagaimana keluarga mu di sana, nak '' ucap ayah John.


'' baik paman ''


'' ini siapa '' tanya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


''dia istri saya Tante ''


kedua nya kembali mengulum senyum ''cantik , memang pantas dengan kamu, Excel''


'' terima kasih, Tante '' regia ber kata lembut, senyum wanita itu terbit dengan tulus.


'' cukup bro, tidak dengan bisnis untuk hari ini. ayah aku akan membawa Excel ber keliling, boleh '' tanya John pada ayah nya.


'' tentu, silahkan ''


'' Excel aku tidak percaya, kau benar-benar bisa lepas dari pekerjaan mu'' John membagi kan minuman dengan gelas tinggi, merah dan pekat.


'' maaf aku tidak bisa '' regia menolak dengan sopan, tapi John. lelaki itu menatap tak percaya, lalu beralih kepada Excel.


'' benar yang dia katakan '' tanya nya, meyakin kan.


'' iya '' jawab Excel singkat kemudian meneguk habis cairan merah itu '' aku akan mengganti kan nya''


Excel meraih gelas ke dua milik regia '' bravo, kau memang lelaki sejati kawan, tapi bagaimana aku melayani tamu seperti istri mu ini'' John kembali menatap regia.


'' ambil kan saja minuman tanpa alkohol''


'' oh baiklah. Hai di sini '' sebelum John bersiap mengambil kan minuman regia, tatapan nya teralih kan kepada wanita cantik yang Ter senyum lebar ke arah nya dengan gaun merah yang menggoda.


dia : Misella

__ADS_1


__ADS_2