
'' john tidak memberi tahu ku kalau kalian akan datang''
misella mengambil duduk ber hadapan dengan regia, regia melihat ke arah Excel dengan curiga.
setiap kali misella datang Excel tidak pernah berani menatap wajah wanita itu, dan yang semakin membuat regia curiga Excel tidak seperti biasa nya.
lelaki itu lebih banyak diam di banding ketika ber kumpul dengan Rohan dan Erik, suasana yang regia rasa kan. seperti bukan aura teman dekat tapi per tengkaran yang tak kunjung selesai.
'' tidak masalah, kami awal nya tidak berniat untuk pergi. Excel sangat sibuk dengan pekerjaan nya, hanya saja aku yang memaksa''
regia mengarang cerita dengan cepat, tidak ada reaksi apa pun dari Excel, yang berarti lelaki itu tidak ke Beratan kalau regia ber bohong tentang diri nya.
'' iya, Excel memang seseorang yang gila kerja. dulu dia tidak mau tidur, sebelum aku menyuruhnya nya'' misella meneguk minuman yang baru saja John berikan.
'' terima kasih john'' lanjut nya, kembali meletak kan gelas tinggi itu di atas meja.
regia memaksa kan sebuah senyuman '' aku baru tahu kalau kau dan Excel sangat dekat ''
'' kenapa tidak kamu tanya kan saja sama Excel ''
regia memaling kan wajah menatap Excel yang sekarang juga sedang menatap nya ''hanya sekedar masa kanak-kanak. tidak terlalu penting ''
mendengar itu, misella tertawa hambar '' kanak-kanak menurut mu, kamu tidak ingat waktu kita umur dua puluh satu tahun. kita masih tidur satu ranjang''
'' jaga ucapan mu '' peringat Excel.
'' apa? bukan kah yang aku ucap kan ini benar. iya kan john'' misella menatap salah satu teman pria nya.
John mengedik kan bahu '' aku tidak tahu masalah itu, yang aku tahu. kalian berdua selalu ber sama saat di kampus dan, terlihat seperti orang yang paling romantis''
'' seperti kisah Romeo dan Juliet'' regia ber kata gentir, tatapan nya bukan lagi curiga melain kan kecewa.
'' tidak, lebih tepat nya Cinderella. karena di ending nya yang wanita meninggal kan '' misella mengetip kan sebelah mata nya.
regia mengangguk dengan senyum yang mengembang, sebelum Excel menbuk suara untuk menjelas kan. regia lebih cepat ber kata.
'' aku mau ke toilet sebentar '' pamit regia.
'' silah kan, toilet nya ada di sebelah sana'' John menunjuk lorong sebelah kanan.
__ADS_1
'' aku temani ''
Excel dengan cepat bangkit dan menggandeng tangan regia untuk meninggal kan dua orang yang tak lain adalah misella dan John.
setelah jauh dan sepi dari kerumunan orang, Regia menghempas tangan Excel dengan kasar.
'' kita pulang sekarang, mereka ber bahaya''
regia ter senyum gentir.
'' bahaya kamu bilang, iya bahaya karena semua rahasia kamu akan Ter bongkar. iya kan''
Excel melangkah mendekati regia '' marah saja, aku yang salah di sini ''
ingin sekali regia menjerit kencang saat ini, regia sudah lelah terus marah-marah, dia sayang Excel.
tapi regia benci, kenapa sangat sulit untuk Excel ber kata jujur kepada nya. padahal regia juga tidak akan memper masalah kan hubungan mereka.
yang regia mau, Excel jujur tentang semua yang ada, baik itu menyenang kan atau sedikit menyakit kan.
'' kamu tau kalau kamu salah, tapi kenapa kamu menyembunyi kan nya, Excel ''
'' aku sudah menduga ada yang tidak beres dengan mereka, regia. aku mohon kita pulang sekarang, ya sayang ''
Excel meminta dengan lembut. regia hanya mengangguk pasrah, biar kan saja Excel membawa nya pergi. regia juga tidak mau ber lama-lama di tempat ini, yang bisa membuat nya semakin sakit hati.
sebelum melangkah pergi, Excel sempat memeluk tubuh regia dan mengecup kening wanita itu lama, sungguh Excel juga merasa lebih Ter sakiti dari regia.
luka lama yang belum sepenuh nya sembuh kini kembali terbuka lebar, Excel ber doa semoga diri nya bisa bertahan dan mempu melindungi regia di kawasan yang sekarang ia tempati.
Excel membawa regia ke luar gedung, waktu sudah menunjuk kan jam 23:40 hampir tengah malam.
'' aku mau pulang ke mama '' racau regia.
'' iya, kita akan pulang besok pagi '' Excel meyakin kan wanita itu.
''excel apa kamu benar-benar mencintai ku''
''sangat, aku sangat mencintai mu ''
__ADS_1
'' tapi kenapa.... '' ucapan regia Ter henti ketika Excel memotong nya dengan cepat.
'' kamu mau tanya .kenapa aku tidak pernah cerita tentang misella ?''
regia mengangguk kan kepala '' karena menurut aku, dia tidak ada sangkut paut nya sama kehidupan kita. sudah itu saja ''
'' Excel, aku juga ber hak tahu masa lalu kamu. kalau memang misella tidak ada sangkut paut nya, terus kenapa kamu selalu menghindar dari nya ''
Excel tiba-tiba membelok kan mobil nya, ketika sebuah tembakan Ter tuju ke arah regia.
'' Excel, A-aku takut ''
'' tenang, aku tidak akan membiar kan sesuatu terjadi pada mu, sayang ''
Excel kembali melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi, tangan kiri mengetik kan sesuatu di iPhone, lalu sebuah panggilan Ter hubung.
'' cepat datang ke lokasi yang aku beri, aku tunggu lima belas menit. bawa lima puluh orang, aku di serang ''
tanpa menunggu jawaban dari seberang, Excel memutus kan sambungan nya. lalu kembali fokus mengemudi.
Excel ingat di jalan yang ia lewati ada sebuah pabrik yang baru selesai di bangun, alamat yang Excel beri kan adalah alamat pabrik itu.
'' kenapa ber henti di sini '' tanya regia menatap bangunan hampir jadi di hadapan nya.
'' kita butuh per sembunyian sayang, ada orang yang sengaja menarget kan mu ''
Excel menggandeng tangan regia memasuki pabrik setelah sebuah tembakan kembali Ter dengar nyaring di Indra pendengaran nya.
dan masuk ke dalam ruangan yang tidak memiliki lampu hanya terang di sinari lampu di luar ruangan itu, yang masuk melalui celah jendela.
'' sial, jumlah mereka sangat banyak '' Excel menggerutui diri nya sendiri. Excel melihat ke bawah saat jas yang ia kena kan di tarik.
'' kamu terluka '' bisik regia, menyentuh tangan Excel yang sudah ada bercak darah, lelaki itu bahkan tidak sadar kalau diri nya terluka.
'' ini tidak sakit, tidak perlu di cemas kan '' Excel ikut menduduk Kan diri di sebelah regia, tidak berlapis apa pun hanya ada jerami di sana.
'' tapi aku takut, kamu kenapa-kenapa ''
ingatan ketika Excel kritis karena sebuah tusukan kembali berputar di otak kecil regia, wanita itu ber pegang erat pada lengan Excel supaya lelaki itu tidak pergi meninggal kan nya.
__ADS_1