Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Terungkap


__ADS_3

regia Ter bangun setelah sebuah notifikasi ber bunyi keras, ia meraih ponsel nya dengan mata terpejam. melihat siapa yang sudah mengirim kan sebuah pesan pada Nya.


regia Ter perangah melihat apa yang baru saja Ter kirim, sebuah vidio dari nomor asing yang tidak di kenal nya.


'' ini tidak mungkin '' gumam regia, mata wanita itu perlahan memanas akibat tontonan yang baru saja ia lihat.


di sana Ter lihat Excel dengan misella tengah ciuman begitu mesra, bahkan tampilan Excel sudah sangat beranta kan, kemeja putih yang Ter buka dan rambut beranta kan.


regia bangkit, menelusuri setiap ruangan apartemen nya, benar tidak ada Excel di sana. apa diri nya belum memuas kan gairah Excel, sampai lelaki itu ber pindah dengan wanita lain. fikir regia.


'' di mana Excel '' tanya regia, pada salah seorang pengawal yang berada di luar apartemen. tidak peduli dengan penampilan, yang regia butuh kan hanya Excel dan penjelasan lelaki itu.


'' tuan masih ada urusan penting dan meminta saya untuk menjaga nyonya di sini ''


regia tertawa hambar, air mata menetes membasahi pipi nya, perlahan regia menghapus air mata itu lalu mendongak melihat pria yang baru saja ber bicara dengan nya.


'' di mana urusan penting yang Excel lakukan, antar aku ke sana '' perintah regia, dingin.


'' maaf nyonya, anda tidak di perboleh kan keluar sebelum tuan kembali ''


''baiklah, kalau kau tidak ingin memberi tahu'' regia kembali masuk Menganti pakaian, Suara notifikasi Ter dengar lagi, sekarang yang Ter kirim bukan sebuah vidio melainkan alamat dengan nomor hotel.


tanpa ber fikir panjang, regia langsung ber gegas keluar tanpa membawa ponsel dan apa pun, tidak peduli dengan para pria yang terus menghalangi nya.


'' Hei, stopp '' teriak regia, melambai kan tangan, ber diri di tengah jalan untuk member henti kan sebuah mobil.


'' tuan muda, ada wanita tidak waras di depan '' ucap seseorang di dalam mobil.


lelaki tampan yang memakai keca mata hitam, menurun kan sedikit kaca mata yang ber Tengger di hidung mancung nya. mata nya refleks ingin keluar setelah tahu siapa yang berani menghalangi mobil nya.


'' regia '' gumam lelaki itu, lalu melepas kaca mata hitam nya dan menyimpan di saku.


'' bagaimana tuan muda '' tanya sopir Rico.


'' berhenti saja''


setelah mobil putih itu ber henti regia langsung membuka pintu mobil bagian belakang, dan duduk di sana.

__ADS_1


'' Hotel Miranda, cepat pak. aku akan membayar mu berapa pun nanti '' ucap regia Ter gesa.


Rico mengangguk ketika sopir nya ber tanya lewat kaca spion yang ada di dalam mobil, Rico melirik ke arah regia. wanita itu terlihat sangat tidak peduli dengan kehadiran nya, bahkan tampilan regia saat ini sudah tidak baik-baik lagi. wanita cantik itu terlihat sedang frustasi.


apa regia sudah melupakan ku, fikir Rico keras. pasal nya sejak awal regia masuk mobil, tidak ada per gerakan sedikit pun dari wanita itu, kecuali raut wajah cemas nya.


'' terima kasih ''


Regia langsung ber lari keluar tanpa peduli dengan orang yang baru saja menumpangi nya.


langkah regia Ter gesa memasuki hotel, dan dengan tidak sengaja menabrak beberapa orang yang ber jalan di lorong yang sama.


regia menekan tombol lift yang tak kunjung Ter buka, tanpa menunggu lama, regia langsung ber lari menyusuri tangga yang ada di sebelah lift.


'' lima puluh enam, kamar lima puluh enam '' regia ber gumam lirih sendiri an.


tatapan nya ber binar setelah menemu kan angka yang baru saja ia cari, tangan mungil nya menggedor keras pintu kamar itu.


''nyonya mohon ber henti, ini tempat pribadi, anda tidak bisa menganggu privasi seseorang '' peringat seorang satpam, ber badan tegap dan tinggi.


'' suami ku ada di dalam dengan wanita lain. sudah jelas sekarang ''


tepat setelah ucapan regia selesai, pintu kamar itu Ter buka, menampil kan seorang misella dengan aura bangun tidur dan mulut yang sesekali menguap.


'' kenapa sangat berisik-''


Plaakk


sebuah tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi misella, wanita itu memegang pipi nya yang mulai terasa memanas.


'' Dasar ****** ''


regia mendorong tubuh misella lalu ber jalan masuk tanpa mempeduli kan tatapan orang-orang yang tadi menonton perdebatan kecil nya.


langkah regia langsung Ter tuju pada tempat tidur di kamar tersebut, refleks regia menutup mulut nya yang Ter buka karena merasa Terkejut.


'' Excel '' panggil regia lirih.

__ADS_1


lelaki itu menggeliat masih dengan mata terpejam menikmati suasana santai bangun tidur, parlahan mata elang Excel terbuka, kening nya mengerut melihat regia berdiri mematung di pintu.


''sayang kenapa ber diri di situ''


regia menggeleng men dengar ucapan enteng Excel, lelaki itu melihat sekeliling. ruangan yang asing, dan tiba-tiba sebuah ingatan melintas di fikiran nya.


'' kamu berani-berani nya menampar ku ''


suara itu semakin mengejut kan Excel. atensi Excel teralih kan melihat misella yang ber pakaian sobek bagian dada nya.


'' ******'' teriak regia kembali memberi tamparan hangat di pipi misella '' wanita murahan ''


'' kamu kurang ajar ya'' misella ingin maju membalas regia, tapi tidak setelah regia menendang dada nya sampai terjungkal ke belakang.


'' Regia aku bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kamu lihat ''


'' jangan menyentuh ku ba jingan '' sentak regia.


mata regia menemu kan sebuah pisau di atas meja, baja yang berkilau dan indah. tidak sama dengan kenyataan yang Ter tulis setelah benda menggoda itu mengenai kulit.


'' regia, berhenti sayang. itu bisa melukai mu'' Excel mengingat dengan hati-hati, kemeja putih nya terbuka memperlihat kan dada bidang nan seksi pria itu.


'' kita bisa selesai kan baik-baik, sayang ''


'' tidak, ini tidak bisa di selesai kan. Excel ''


'' iya aku tahu, kamu akan selalu percaya sama apa yang kamu lihat. tapi kamu tenang, kita keluar dari sini dulu ya, sayang ''


regia menggeleng keras '' regia letak kan pisau itu ''


'' aku akan membunuh mu, ****** ''


''Excel, aku takut '' bisik misella, ber sembunyi di belakang tubuh Excel. menghirup udara dalam, lalu membuang nya dengan perlahan seolah dia benar-benar dalam ketakutan yang besar.


'' minggir Excel ''


'' aku tidak akan biarin kamu menyakiti siapapun ''

__ADS_1


__ADS_2