
'' jadi mau kah kau menikah dengan ku'' excel berta nya ulang karna masih belum mendapat kan jawaban.
regia menggak kan kepala dan mempersilah kan excel memasuk kan cincin itu di jari tangan nya.
regia langsung berhambur ke dalam pelukan excel ketika lelaki itu sudah berdiri tagap, ia bersandar nyaman di dada bidang kekasih nya, dengan wajah yang masih berurai air mata namun senyum nya tak pernah luntur sejak tadi.
'' masih ada satu tempat yang ingin ku tunjuk kan pada mu''
excel menggandeng tangan regia menuju tempat yang lebih terbuka.
'' hujan '' ucap regia menatap sekeliling.
excel melepas jas hitam yang melekat di tubuh nya dengan raut wajah bersalah '' maaf seperti nya malam ini tidak bisa menemani mu melihat bintang''
regia dapat merasa kan ada rasa takut dari getaran suara lembut excel, takut akan melihat wajah wanita nya kecewa. excel memayungi tubuh regia dengan jaz nya.
'' kenapa '' tanya excel bingung ketika regia menahan tangan nya untuk tidak pergi.
'' hujan nya deras, kenapa.... ''
tangan regia terulur menarik kemeja putih excel untuk lebih dekat, satu satu nya pakaian yang masih melekat di tubuh pria nya saat ini.
Cup
regia mengecup singkat bibir excel, lelaki itu dengan cepat mengubah ekspresi terkejut nya dengan senyum bahagia.
'' I love you dear '' ini pertama kali nya excel mendengar regia berbicara dengan sebutan lain yang bukan lagi mana nya.
regia mengambil tangan excel yang masih berdiri kaku untuk melingkar di pinggang nya, kemudian ia melingkar kan kedua tangan nya di leher excel.
lelaki itu mendekat kan wajah nya dan mulai berciuman, ia mencoba selembut mungkin untuk memberi sang wanita kenyama nan, kedua nya tidak mempeduli kan tubuh yang sudah terbasahi hujan.
__ADS_1
excel semakin merapat kan tubuh nya, deras nya air hujan bukan menjadi penghalang untuk pasangan kekasih itu menumpah kan rasa bahagia. tuhan memang tidak pernah salah dalam memberi kan kabahagia an ummat nya.
...----------------...
suara sorakan dan tepuk tangan memenuhi tempat acara. dua pengantin itu melakukan ciuman sebagai ritual akhir setelah pengucapan semua janji yang di tuntun penghulu.
senyum manis tercetak jelas di bibir roham dan anggi yang sekarang sudah terjalin ikatan suci.
'' lempar bunga nya '' sorak salah satu orang yang hadir.
rohan memberi isyarah mata yang langsung di tangkap faham oleh anggi, enggi membalik kan badan dan melempar sekuntum bunga di tangan nya ke arah belakang.
erik menangkap lembut tubuh zaliya ketika wanita itu hampir jatuh waktu meraih sekuntum bunga yang anggi lempar barusan. manik mata kedua nya saling bertemu.
zaliya kembali membenar kan tubuh nya setelah sadar akan sora kan dan tepuk tangan meriah yang para tamu arah kan pada nya. tangan zaliya masih menggengam erat sekuntum bunga tersebut.
pendangan nya menunduk untuk menyembunyi kan semburat merah yang sekarang menjalar di pipi nya.
'' I-iya '' jawab zaliya kembali menunduk kan pamda ngan nya.
'' sudah ngak usah malu, kenalin aku regia '' mengulur kan tangan nya yang sambung hangat oleh zaliya.
'' kamu ikut aku temui pengantin wanita nya ya''
''tapi... ''
regia menguti arahan mata zaliya '' erik, zaliya nya mau ikut aku ngak papa kan '' ucap nya sedikit berteriak.
tangan regia menggandeng tangan zaliya untuk pergi bertemu anggi setelah melihat erik mengganguk kan kepala sebagai jawaban.
ketiga lelaki tampan itu berkumpul di tempat yang tidak terlalu ramai, excel melihat sekeliling kemudian menjitak kepala rohan keras.
__ADS_1
'' shii... kenapa? apa kita punya dendam sebelum nya '' tanya rohan heran dengan tangan yang masih memegang kepala yang terasa sedikit nyeri.
'' ada. bahkan aku ingin membalas dendam, membunuh mu sekarang juga '' nyali rohan menciut ketakutan ketika mendapat tatapan tajam dari excel.
'' bos ini hari bahagia ku, berhenti membuat ku takut dengan tatapan mu''
'' erik kenapa excel terlihat sangat tidak bersahabat sekarang '' bisik rohan dengan suara lirih.
'' dia marah, karna kamu melamar anggi waktu excel masih sekarat. kamu juga baru memberi tahu dua kemarin tentang pernikahan. menurut ku dia benar, akan menghabisi mu sekarang juga'' sahut erik ikut berbisik.
rohan menelan salivan nya kasar, excel menatap kedua sahabat nya yang terlihat aneh, terutama rohan.
ketiga pria tampan itu menatap sekumpul wanita nya yang sedang tertawa lepas. ada perasa an hangat menjalar di hati erik ketika melihat pemandangan di depan nya.
satu minggu tinggal bersama zaliya. ini baru pertama kali melihat gadis itu tertawa lepas dengan raut wajah bahagia, entah apa yang para wanita itu bicarakan.
'' bagaimana hubungan mu dengan nya'' tanya excel menatap erik.
'' dia anak baik, zaliya sangat menghormati ku di rumah. sopan dan juga pekerja keras''
'' bukan ity tujuan ku bertanya'' excel menatap datar sahabat nya, erik tau bagaimana pun ia berusaha tetap saja. tidak bisa menyembunyi kan nya dari excel. erik tidak berani menatap wajah excel yang sedang menuntut penjelasan kepada nya sekarang.
'' aku masih ragu untuk mengungkap kan tujuan ku pada zaliya''
'' kenapa? '' tanya rohan dengan wajah heran nya.
excel ber sendekap dada masih dengan tatapan datar.
'' entah lah hanya saja aku belum punya keberanian sekarang ''
'' salah ''
__ADS_1
ucapan singkat excel membuat kedua lelaki itu menatap nya heran, excel maju dua langkah ke depan untuk lebih dekat dengan sahabat nya.