
hari sudah semakin siang, terik matahari terasa membakar kulit ketika berada di bawah nya, kendaraan juga mulai padat.
orang-orang banyak yang pergi berlibur untuk menghilang kan penat yang di rasa kan setelah satu mingggu bekerja.
"host...host.... " regia mencoba menetral kan nafas nya yang memburu akibat berlari, ia sengaja turun karna taksi yang di tumpangi nya terjebak dalam macet.
regia mengusap keringat di kening nya dengan punggung kepala dan mulai menekan tombol rumah excel.
regia berulang kali menekan nya 'satpam di rumah tuan itu banyak, kemana semua mereka' batin nya terus bergulat dengan rasa khawatir.
karna masih tidak ada yang membuka regia berinisiatif membuka nya sendiri "untung saja gerbang nya tidak di kunci" gumam nya, setelah susah payah membuka gerbang besar di kediaman excel.
salah seorang satpam berlari kecil menghampiri regia "maaf nona ini semua salah saya teledor sampai gerbang tidak ada yang jaga" ucap kepala keamanan di rumah excel, setelah tepat berada di depan regia.
"ngak papa pak, kalau gitu saya masuk dulu " regia kembali berlari kecil menuju rumah excel.
' rumah sebesar ini, wajar saja tuan rumah nya sakit bawahan nya tidak ada yang tau, tapi aku tidak bisa memberi tau siapapun meskipun itu seorang satpam sekali pun, karna pak erik bilang di mana-mana pasti ada mata-mata yang mengintai tuan, masalah ini lebih baik aku yang menyelesaikan nya sendiri' regia membatin.
di rumah excel tentu nya tidak ada orang sekarang, regia langsung masuk dan menuju kamar excel.
Ceklek......
regia menutup mulut nya yang sudah berbentuk O, hal pertama yang dilihat nya setelah membuka kamar excel adalah keadaan excel yang sudah terduduk di lantai dengan tangan meremas perut dan wajah memucat.
" tuan " panggil regia "tuan biar saya bantu " lanjut nya setelah berada di samping excel dan membantu excel untuk berdiri kemudian memapah nya.
regia menatap wajah excel yang sudah pucat pasi dan bercucuran keringat dingin, walau pun mata excel terpejam regia tau kalau tuan nya masih sadar.
regia menidur kan tubuh excel dengan hati-hati, kemudian menyelimuti nya dan mengusap keringat dingin sebagian wajah excel dengan punggung tangan nya.
"saya akan membuat bubur untuk tuan, saya permisi dulu" pamit regia dengan sopan dan meninggal kan excel meskipun tidak ada jawaban dari excel.
tidak perlu menunggu lama untuk regia membuat bubur, setelah selesai regia langsung membawa nya kembali ke excel.
regia meletakkan mangkok bubur dan segelas air putih di laci kecil samping kasur excel, kemudian tangan nya terulur membantu excel bangun untuk duduk.
desisan kecil keluar dari mulut excel, kemudian regia kembali mengambil bubur dan mulai meniup karna terasa masih agak panas.
"Aaa..." regia menjulur kan satu sendok bubur di depan mulut excel yang langsung di lahab habis oleh excel.
regia merawat excel dengan begitu sabar dan telaten, tanpa ada keluhan apa pun di mulut dan hati nya.
__ADS_1
setelah suapan terakhir, regia langsung memberikan excel minum dengan segelas air yang tadi di bawa nya, dan memberikan tiga obat pil untuk pereda penyakit excel yang kambuh.
" kenapa penyakit tuan bisa tiba-tiba kambuh" ucap nya seraya mengambil gelas yang excel berikan.
" saya tidak makan apapun kecuali, makan siang kemarin bersama kamu" jelas excel yang masih kesakitan di sekujur tubuh nya.
regia tertegun mendengar perkataan tuan nya "makan malam"
"saya tidak suka makan malam, terlebih lagi tidak ada yang menemani itu sangat membosan kan"
regia mengerti, meskipun di rumah excel sangat banyak pelayan dan juga bi liu yang paling dekat dengan nya, mareka juga tidak akan makan bersama dan berkumpul seperti keluarga pada umum nya.
'aku hanya bisa menyemangati tuan dengan sela**lu ada di sisi nya, memang tidak ada hidup tanpa masalah dan tidak ada perjuangan tanpa rasa lelah, selama ini aku fikir hidup ku sudah terlalu menyedih kan, tapi sekarang aku bisa mengerti, tak semua orang selalu merasa kan manis nya kehidupan, mereka juga pasti punya rasa lelah dan merasa kan pahit yang sama namun dengan cara yang berbeda'
regia mengusap sisa bubur di sudut bibir excel dengan ibu jari nya " tuan wajah anda terlihat pucat " excel sudah tau dengan ke adaan nya, pertanyaan regia ia tidak tau mau menjawab apa.
regia mengambil tas nya dan mencari sesuatu "tada" ucap nya riang dengan memegang lipstik berwarna bibir milik nya.
excel tidak mengerti dengan maksud regia, tanpa aba-aba regia semakin mendekati excel, ia mulai membuka lipstik nya.
" diam tuan " excel hanya pasrah dengan apa yang mau regia lakukan terhadap nya.
regia mengambil tas nya kembali dan bersiap untuk pergi " tuan istirahat saja..."
" temani aku tidur" ucap excel memotong perkataan regia, dengan tatapan memohon.
'mau nolak ngak tega, udah lah turuti saja permintaan nya selama ia tidak menyuruh yang macam-macam'
regia membaring kan tubuh nya di kasur excel, regia mendekap kepala excel dan mengelus bagian belakang kepala nya, sedang kan tangan excel berada di pinggang ramping regia.
regia semakin erat memeluk excel katika ia bisa merasa kan tubuh excel yang begitu lemah sekarang, regia juga tidak mengerti ada apa dengan diri nya.
hati nya terasa sakit melihat keadaan excel yang tidak berdaya, ia memejam kan mata nya untuk menyaman kan posisi nya dan tertidur bersama excel.
...----------------...
anggi masih tidak enak hati dengan kepergian regia, ia terus berdoa semoga tidak terjadi hal yang tak di ingin kan ke pada sahabat nya.
" regia lama banget, semoga tidak terjadi apa-apa sama tuan excel" gumam nya dengan berbaring di kasur.
anggi memeluk boneka kesayangan nya "lebih baik aku tidur supaya tidak berfikiran yang negatif, mungkin setelah bangun regia sudah pulang"
__ADS_1
anggi mulai memejamkan mata nya dan menuju ke alam mimpi yang indah.
...----------------...
regia perlahan membuka mata dan mengerjap kan nya beberapa kali, pandangan nya terhenti kepada excel yang masih memejamkan mata.
tangan regia terasa gatal dan ingin menyentuh wajah excel yang tetap terlihat tampan meskipun dengan rambut yang acak-acakan.
"sangat tenang dan tampan" regia mengulum senyum nya, ia terlonjak kaget ketika mata excel tiba-tiba terbuka juga menatap nya.
regia merasa malu dengan apa yang barusan di buat nya, dengan cepat ia berbalik membelakangi excel.
" kamu bilang aku apa barusan" ucap excel memeluk tubuh regia dari belakang dan mencium leher belakang regia.
"tubuh kamu masih harum gia" lanjut excel masih terus menciumi leher jenjang wanita di depan nya.
pertahanan regia sudah runtuh, excel benar- benar membuat nya tidak bisa bergerak sedikit pun.
regia menatap jam yang ada di dinding kamar excel, waktu sudah menunjukkan jam setengah empat.
'sebentar lagi sudah mau malam, aku harus cepat pergi dari sini tapi cara nya gimana' suatu pemikiran terlintas di otak kecil regia.
regia kembali memutar tubuh nya menghadap excel " tuan saya harus pulang, kasihat teman saya dia pasti sedang menunggu saya pulang" kata regia memberanikan diri.
" kalau saya tidak memberi izin dan kamu...."
Cup
satu ciuman berhasil mendarat di bibir excel, untuk memotong ucapan nya.
"tuan besok saya masih bekerja dengan anda jadi kita ter.."
ucapan regia terhenti ketika excel membungkam mulut nya dengan ciuman, excel menyelip kan beberapa rambut yang menutupi wajah regia.
regia kehabisan nafas, ia mendorong kuat tubuh excel hingga ciuman nya terlepas, dan menatap nya sekilas kemudian dengan cepat bangun dari posisi nya.
" tuan saya pergi, sampai jumpa besok"
regia berlari kecil keluar dari kediaman excel, ia mengusap bibir nya yang basah akibat perbuatan excel.
" ini yang di sebut suhu, ceo yang katanya sangat mendominasi " gerutu regia, dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
__ADS_1