
excel membawa pergi mobil milik nya dengan keceptan sedang membelah jalan raya yang kini mulai mrmadat,ia pergi menuju ke tempat yang menjadi tujuan nya tanpa memberi tahu regia.
'' excel kamu melewat kan toko nya '' tegur regia menatap excel yang masih fokus mengemudi, setelah melihat ke luar kaca.
''kalau gitu, kita cari toko yang lain saja ya'' excel menatap regia sekilas dengan tersenyum pasti kemudian kembali melihat ke depan.
regia mengganggukan kepala untuk mengiya kan tanpa memikir kan hal lain.
...----------------...
regia menatap lingkungan sekitar di mana ia berdiri sekarang. tatapan regia beralih kepada seorang lelaki kesayangan nya, excel berjalan mendekati regia setelah memarkir kan mobil, dengan memperlihat kan senyum manis di bibir tipis nya.
''excel jelaskan, kenapa membawa ku ke sini. aku mengajak mu keluar untuk menemani ku berbelanja mencarikan hadiah untuk anggi, pernikahan nya sudah kurang tiga hari, kalau tidak sekarang mau kapan lagi?''
'' besok kamu harus bekerja begitupun hari berikut nya, sangat tidak nyaman kalau aku datang tidak membawakan hadiah apapun sebagai tanda selamat atas pernikahan nya''
regia berbicara tanpa memberikan sedikit pun celah untuk excel memotong ucapan nya ''jangan membuang waktu, kita pergi sekarang'' lanjut nya, ia menarik paksa tangan excel dengan sekuat tenaga. tapi tak membuat lelaki itu bergerak sedikit pun.
tubuh regia berbalik membentur dada bidang lelaki di depan nya ketika lelaki itu berbalik menarik paksa tangan regia.
'' aku tidak mau'' cetus excel.
regia membulat kan mata nya penuh ''aku mau, kalau gitu kamu tatap di sini. aku akan pergi sendiri'' ucap regia dengan menekan dua kata terdepan yang ia ucapkan barusan.
belum sempat regia melangkah jauh,excel mengejar nya dan berdiri tepat di hadapan regia. tanpa aba-aba ia langsung mengangkat tubuh mungil regia layak nya sekarung beras.
excel tidak memeduli kan wanita nya yang meronta-ronta minta di turun kan.
excel membawa regia masuk ke dalam villa milik nya, kemudian mengunci pintu dan menduduk kan regia di sofa ruang tamu depan.
''apa yang kamu lakukan, buka pintu nya. aku mau pergi sekarang'' printah regia mutlak namun tak di indah kan sedikit pun oleh excel.
__ADS_1
excel mengunci tubuh regia dengan meletak kan kedua tangan nya di sandaran sofa, hal itu membuat wanita nya tidak memiliki ruang untyk mengelak dari tatapan mata tajam elang nya.
regia dapat merasa kan hembusan nafas excel lembut menerpa kulit wajah nya, ia juga bisa menghirup aroma tubuh maskulin milik kekasih nya.
''A-apa, kenapa kamu menatap ku seperti ini?'' tanya regia terbata-bata.
''Diam, kalau kamu bergerak lagi, aku jamin akan membuat mu tidak bisa turun dan berjalan dari atas ranjang'' ancam excel dengan memasang senyum jahil nya. ia mencekal kedua tangan regia dengan satu tangan nya, ketika wanita itu mendorong paksa tubuh nya untuk menjauh.
''Aku akan membenci mu kalau kau benar melakukan itu''
sorot mata excel berubah mendengar ancaman regia yang sungguh-sungguh, ia menjauh kan tubuh nya dan berdiri tegap di hadapan regia.
regia dapat merasakan kalau pria nya sedang berdiri kaku dengan tatapan yang tak dapat di arti kan.
''apa aku segitu hina nya di mata kamu, segitu menjijik kan nya kah aku. tapi tenang saja, aku sudah pernah bilang tidak akan memaksa mu dan akan bersabar menunggu sampai kamu sendiri yang menyerah kan nya pada ku. tapi mendengar ucapan mu barusan, seperti nya hal itu tidak akan pernah terjadi'' excel tersenyum kecut.
regia beranjak dan dengan cepat menahan tangan kekar excel yang sekarang membelakangi nya.
excel memutar tubuh nya dengan senyum tipis yang masih mengembang, tetapi regia dapat melihat di balik senyum man itu terdapat luka yang baru saja tergores, dengan rasa kecewa tang dalam dari sorot mata tajam elang nya.
'' aku mengerti, tidak perlu khawatir. aku sudah terbiasa berharap pada sesuatu yang semu'' excel memotong ucapan regia dengan cepat.
kemudian melepas cekalan tangan regia, dan meletak kan kunci pintu di atas telapak tangan regia yang sekarang berada di genggaman nya.
excel tersenyum teduh lalu berjalan mendekati salah satu pintu kamar villa.
''excel.... '' panggil regia.
excel menghenti kan langkah nya, namun tak membalik kan tubuh untuk merespon panggilan regia.
ia melanjut kan langkah nya memasuki kamar dan mengabaikan regia, menutup pintu kamar dengan keras sebagai rasa pelampiasan sakit yang sekarang menjalar di hati nya.
__ADS_1
...----------------...
lelaki itu masih betah duduk di atas lantai dingin di dalam kamar, tatapan nya kosong dengan menghadap ke depan.
regia adalah wanita yang di cintai nya, satu-satu nya wanita yang mampu membuat hasrat nya bangun dengan satu sentuhan.
entah karna apa, excel juga tidak mengerti apa sebab nya dan bagaimana semua ini bisa terjadi. ia hanya ingin merasa kan kebahagian dengan orang yang di cintai nya.
tapi semua harapan itu seperti pupus seketika setelah mendengar ucapan yang keluar langsung dari mulut mungil wanita nya.
excel lelaki kejam, tapi dia tidak berani melakukan hal apa pun kepada regia yang hanya seorang wanita biasa, bukan orang kaya atau pun keturunan raja.
semua lamunan excel buyar ketika bunyi perut nya memanggil karna lapar, tangan nya menyantuh permukaan perut nya yang terasa nyeri karna tidak memakan apa pun sejak tadi pagi.
ia berdiri dari posisi nya, dan melangkah mendekati pintu. tangan nya ragu untuk membuka pintu.
bukan gengsi dengan ada nya regia, melain kan takut akan melihat wajah kesal campur kecewa dari wajah kekasih nya.
excel kembali menghadap cermin, melihat pantulan diri nya yang mengajak rambut nya frustasi.
'' Akhhhh..... kenapa aku bisa selemah ini '' gerutu pria tampan itu mengacak- ngacak rambut nya.
excel melangkah kembali mendekati pintu, ia mencoba menarik nafas dalam untuk menetral kan diri nya yang sedang di landa gelisah.
setelah pintu terbuka, excel diam-diam melihat ke seluruh ruangan namun tak melihat tanda-tanda wanita nya sedikit pun.
setelah di rasa aman, ia langsung bergegas keluar menuju dapur untuk memasak sesuatu sebisa nya. padahal diri nya tidak bisa memasak tapi apa lah daya, excel merasa malu untuk meminta regia memasak kan makanan untuk nya, mengingat perdebatan nya tadi pagi.
excel mengeluar kan beberapa sayur, dan mulai memotong. ia mencoba mengambil piring dengan tangan yang masih terasa licin.
Prankkk...
__ADS_1