Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Problems


__ADS_3

Tangan kecil nan lembut milik regia terulur mengelus permuka an pipi excel, tatapan nya sendu menatap wajah pucat kekasih nya yang masih enggan membuka mata.


sekarang menunjuk kan jam 08:30. anggi dan rohan baru saja pergi untuk membeli camilan. hanya tersisa regia dan erik di dalam ruang rawat excel.


'' kenapa dia masih belum sadar juga '' gumam regia.


erik melihat regia yang juga sudah menatap nya '' mungkin excel mau seperti cinderella, setelah di cium baru bisa bangun ''


'' itu hanya dongeng untuk cerita pengantar anak tidur, mana bisa di sama kan dengan dunia nyata'' perotes regia.


'' siapa tau bisa nyata? bisa saja excel menemu kan mu di dunia mimpi dan tidak mau bangun''


'' apakah ada hal semacam itu '' tanya regia ragu.


'' mungkin ada, kebanya kan dongeng di ambil dari kisah nyata. kalau kamu ragu, kamu bisa mencoba nya ''


regia berusaha berfikir dengan ucapan terakhir erik '' apa ucapan kamu bisa di percaya ''


'' terserah kamu saja '' putus erik acuh tak acuh.


regia kembali menatap wajah excel, dengan ragu ia mendekat kan wajah nya kepada excel dengan mata terpejam.


bibir mungil nya menyentuh lembut bibir pucat excel, regia tersentak kaget ketika excel tiba-tiba membuka mata dan kembali menarik kepala nya untuk melakukan ciuman mendalam.


erik hanya bisa tertawa kecil dan menggeleng. excel melepas kan ciuman nya kemudian membuka mata, hal pertama yang di lihat nya adalah wajah kekasih nya yang sedang bingung.


regia menjauh kan wajah nya setelah sadar dari lamunan, kemudian menatap erik dan excel secara bergantian.


'' benar kan yang aku bilang. pangeran langsung bangun setelah putri mencium nya, bahkan bisa langsung merespon '' ejek erik masih dengan senyum yang mengembang.


regia merasa curiga dengan raut wajah kedua lelaki di hadapan nya '' tidak, kalian mempermain kan ku. sudah jelas ini pasti tipuan kalian ''


'' jawab aku jujur, sejak kapan kamu sadar '' tanya regia menarik ke meja excel dengan kuat.


'' lepaskan dulu... kamu mau membunuh suami mu '' ucap excel yang merasa kesakitan.


regia melepas gengaman nya '' kapan aku punya suami '' cebik nya kesal, dengan bibir mengerucut. tapi reaksi tubuh regia selalu jujur, ia tidak bisa menghenti kan pipi nya yang mulai mengeluar kan semburat merah karna malu.


'' jangan memaksa kan untuk bangun, kamu masih bisa berbicara dengan berbaring '' ucap erik yang dengan sigap membantu excel untuk duduk, begitu pun regia.

__ADS_1


'' terima kasih, aku hanya ingin duduk '' balas excel dengan lemah.


'' jadi, sejak kapan kamu bangun '' tanya regia yang sudah terduduk di kasur dan berhadapan dengan excel.


erik pamit pergi dan meninggal kan sepasang kekasih itu untuk bisa berbicara dengan leluasa, tanpa merasa ada yang mengganggu.


'' tadi pagi, waktu kamu masih tidur dengan menggenggam erat tangan ku ''


'' apa erik,rohan dan anggi sudah tau ''


''iya, mereka sudah mengetahui nya''


''kenapa tidak membangun kan ku tadi, kamu tau. aku ingin menjadi orang pertama yang yang bisa melihat mu bangun, tapi... ''


'' aku tidak tega mengganggu waktu isrirahat mu, kamu terlihat sangat lelah. meskipun kamu bukan orang pertama yang melihat ku bangun, tapi aku merasa sangat bahagia, karna orang pertama yang aku lihat adalah wanita yang sangat aku sayangi ''


excel menarik tangan regia dan memeluk regia yang sudah menetes kan air mata.


''aku merasa senang, melihat orang yang paling aku cintai sedang menjaga ku dari dekat. sampai tertidur dengan menggenggam erat tangan ku, aku akan merasa diri ku sangat kejam kalau membangun kan mu. hanya karna merindu kan mu ''


regia tersenyum kecil '' bodoh, mana ada alasan seperti itu '' melonggar kan pelukan, dan menatap wajah kekasih nya.


'' tidak masalah, asal kan bisa buat kamu tertawa. aku rela dibilang bodoh ''


''trus me baby, I never lie about my hearts problems '' ucap excel menarik regia kembali masuk kedalam pelukan nya.


regia merasa sangat nyaman bersandar di dada bidang lelaki nya. pasal nya, regia sangat merindukan kehangatan yang tidak pernah di rasa kan nya akhir-akhir ini.


belaian lembut tangan excel di punggung regia, benar-benar membuat nya terlena dan tidak tidak bersedia untuk melepas kan pelukan nya ini.


...----------------...


erik, rohan dan anggi sudah kembali masuk ke dalam ruangan excel, dengan membawa dua keresek penuh camilan di tangan rohan, sedang kan erik membawa satu kardus minuman.


'' kapan mau pulang, pekerja an di kantor sudah banyak yang tertinggal '' tanya erik membuka pembicara an.


'' jangan bicara pekerjaan, sekarang harus fokus sama kesembuhan nya dulu '' timpal rohan lalu mengunyah camilan yang di makan nya.


'' lagian kamu ngak jenuh, semua waktu di gunakan untuk bekerja. lebih baik sekarang kamu mulai buka lembar baru '' lanjut rohan.

__ADS_1


'' rohan, jangan mengajar kan ku tentang hal yang tidak menguntung kan '' protes erik.


'' benar yang rohan katakan erik, mungkin ini sudah waktu nya untuk kamu mencari seseorang yang tepat untuk menjadi pasangan mu'' sahut regia.


'' aku tidak butuh itu.... ''


'' kamu membutuh kan nya. erik, aku bukan orang luar yang akan percaya dengan mudah perkata an mu, walaupun di ucap kan dengan penuh kepastian, tetapi semua nya sangat bertentangan dengan kemau an mu '' sela excel dengan cepat.


rohan merangkul sahabat nya '' apa yang excel katakan benar kawan, kamu tidak perlu membodohi diri mu sendiri. kita sudah seperti keluarga dan saling mengerti satu sama lain, aku tau, kalau kamu sangat ingin merasakan bagaimana rasa kasih sayang dari keluarga yang sebenar nya''


'' karna kamu tidak pernah merasakan itu sudah lama, bahkan lupa. jadi mulai lah mencari untuk mendapat kan apa yang selama ini menjadi pertanya an mu '' rohan menepuk-nepuk pelan bahu erik.


'' masalah nya... '' erik menggantung kan ucapan nya, yang membuat semua pendengar heran.


'' ....aku tidak tau cara dapetin wanita ''


semua yang mendengar menatap tak percaya ''seorang profesor kata-kata tidak tau bagamana menarik hati seorang wanita? apa benar''


puji rohan.


'' benar, karna di tim kita hanya kamu seorang yang mahir di bidang ini '' erik membalik kan pujian kepada rohan.


'' terima kasih puji an nya. tapi masalah kamu, aku sudah menemukan orang yang cocok untuk mu'' ucap rohan dengan pasti.


'' siapa? '' tanya excel yang kembali membuka suara.


'' zaliya falisa ''


'' kenapa tiba-tiba kamu mau menjodoh kan erik sama zaliya '' excel menanti jawaban yang akan rohan berikan.


'' karna aku rasa erik tertarik pada nya waktu pertama kali aku mencerita kan tentang zaliya, benar kan bro '' rohan menyenggol lengan erik dengan siku nya.


'' erik, apa benar yang rohan kata kan '' tanya excel kembali.


'' tidak, mana ada hal semacam itu '' erik memaling kan wajah nya ke samping, ia tidak mengerti dengan perasaan yang aneh di hati nya sekarang ini.


'' aaa.... jangan bohong, jelas-jelas aku melihat nya waktu itu. hei kenapa menyembunyi kan wajah mu, sini biar aku lihat '' rohan menarik- narik lengan erik dan terus mempermain kan nya.


'' tidak, aku hanya sebatas prihatin pada nya'' tolak erik.

__ADS_1


'' benarkah, tapi kenapa wajah mu merona, apa kamu masih erik teman ku itu. ngak nyangka bisa selucu ini kalau erik lagi malu'' ejek rohan, yang mendapat tawa gelak dari semua orang di dalam ruangan.


'' A-aku mau pergi ke toilet '' pamit erik, berjalan cepat meninggal kan semua teman nya yang masih menertawai diri nya.


__ADS_2