
exsino sedang berada di pesawat pribadi milik keluarga nya, tahun ini exsino lulus dan sudah mendapat gelar sarjana. ia memilih pulang tanpa berlama-lama di negara asing.
'' ma, menurut mama wanita pilihan kakak yang sekarang ini apa bisa di percaya'' tanya exsino membuka pembicara an.
'' entah lah mama juga tidak tau, tapi mama bisa merasa kan perubahan pada diri kakak kamu''
'' tapi ma, aku takut wanita ini juga sama seperti rosa, yang mendekati kakak hanya mengingin kan harta kita'' exsino memperlihat kan ekspresi tidak senang nya.
'' apa kamu pernah melihat kakak mu bersikap lembut selama ini kepada perempuan selain mama... '' kata suherli.
'' tidak '' jawab exsino singkat.
'' benar namun wanita ini sebuah pengecualian '' menatap layar laptop yang sekarang menampil kan sebuah rekaman vidio.
'' kita akan mengetahui semua nya, setelah mengamati dari dekat. sifat excel dan kamu sama sepeeti papa kalian, tidak bisa di tebak dan sangat susah bergaul dengan orang asing'' ucap suherli menatap exsino teduh.
'' andai papa mu masih ada, pasti dia sangat senang karna kedua putra nya sudah sama-sama dewasa dan sukses '' mata suherli berkaca-kaca mengingat al marhum suami nya. yang sudah lama meninggal kan nya.
ada luka lama yang kembali terbuka dan ada ego yang terus mentalah kan diri sendiri.
excino mengengam tangan wanita di depan nya, wanita yang sudah melahir kan dan merawat nya dari kecil dengan melimpah kan kasih sayang yang tak terbatas.
'' semua ini juga berkata mama, papa sangat beruntung bisa punya istri cantik dam sebaik mama. aku juga beruntung bisa jadi anak mama''
suherli mengelus senyum manis mendengar ucapan putra bungsu nya. tangan suherli terulur mengusap pucuk kepala exsino lembut sebagai tanda mengalurkan kasih sayang nya.
...----------------...
excel dan regia sudah tiba di bandara lima menit yang lalu. regia sedikit menjau dari excel karna ketampanan lelaki itu sangat menonjol, setiap ada orang yang lewat mereka slalu mengkeritik regia dan memuji excel.
tangan excel terulur menyetu pundak regia dan menarik wanita nya untuk mendekat" excel lepas banyak orang yg sedang melihat kita" pinta regia lirih tanpa menatap lawan bicaranya.
excel semakin mengerak kan rengkuhan nya "peduli apa? kamu pilihan ku wanita tunangan ku aku tidak perlu persetujuan orang lain untuk pantas atu tidak nya bersanding dengan mu kalau kamu mau aku bisa membungkam mulut semua orang yang ada di sini"
Regia menatap wajah pria nya, ia tidak dapat membuat kebohongan di sana.regia tau excel selalu bersungguh-sungguh dengan apa yg diaucapkan.
"tidak perlu sampai seperti itu aku hanya tidak bisa menenang kan diri ,ini baru pertama kalinya aku bertemu sama mama kamu .tidak tau apakah beliau akan menerimaku atau malah membenciku "
excel dapat melihat dengan jelas raut wajah gelisah pada wanitanya.
"excel mama kamu itu, orang nya seperti apa sih"tannya regia sewot
"nanti kamu akan tau sendiri setelah bertemu dengna nya"
__ADS_1
"aku juga tau itu tapi aku minta kamu sebut kan sifatnya biyar nanti ada persiapan"regia menatap kesal kekasih nya.
excel menghela nafas kasar melihat eksprei gugup dan kesal yangbercampur aduk di wajah regia.
"mama itu orang nya licik, pemilih, pemarah dan dia lebih kejam dariku"tangan regia semakin gemetar ketakutan mendengan penuturan excel.
"bohong kamu hanya ingin menakuti ku kan''
'' tentu, karna wajah takutmu terlihat sangat megemaskan dan aku suka itu " excel menjawel gemas hidung regia.
'' jahat, aku hampir saja mati ketakutan tapi kamu mala bercanda '' tanpa di sadari beberapa air mata jatuh dari pelupak mata cantik regia, dengan bibir mengerucut kesal.
kenapa excel sangat menyebalkan hari ini batin nya
"Maaf,sudah jangan nangis" excel sudah menangkap wajah wanitanya dan mengusap jejak air mata di pipi mulus regia.
"Lagian mama aku juga tidak akan memakanmu,kenapa kamu ketakutan sampai menangis,ingat?.. walaupun mama tidak menyetujui hubungan kita, aku tidak peduli. bagaimana pun juga aku tidak akan melepas kan kamu"
"Tapi dia mama kamu, orang yang sudah melahir kan mu. aku tidak mau kamu jadi anak durhaka hanya karna aku"
Excel kembali mengusap pipi regia lembut ketika air mata wanita itu kembali keluar.
'' tenang saja, hal itu tidak akan perna terjadi. aku percaya setelah mama melihatmu dia pasti menyukaimu. pegang saja omongan ku"
Tepat setelah excel menyelesaikan ucapanya terdengar ada seseorang memanggil dari arah belakang.
"Kakak" teriak exsino dari kejauhan dan mulai berlari ke arah excel " berdiri yang benar, jangan bertingkah seperti anak kecil " ucap excel kepada exsino yang merentangkan kedua tangan nya bersiap untuk berpelukan.
"Kak aku ini adikmu,kita sudah tidak bertemu selama empat tahun, aku sudah sangat merindukanmu kak.. jadi biarkan aku memelukmu sebentar saja...''
"Stop..kalau tidak aku akan mengunci mu diluar rumah" sela excel dengan cepat ketika exsino berusaha kembali mendekatinya.
"Kak kenapa sekarang sangat menjaga jarak.. hanya pelukan, bukan kah kita sudah sering melakukan itu dulu. bahkan kamu menjadi kan ku sebagai guling waktu tidur bersama ...''
"Diam.."
"kak.."
'' berhenti bicara''
'' kak ''
Regia terkekeh melihat pertengkaran antara adik kakak didepanya ia juga baru tahu kalau kekasihnya memiliki sisi seperti anak kecil ketika bersama keluarganya.
__ADS_1
"Excel...Exsino berhenti bertengkar " tegur wanita peru baya kecamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Regia sudah bisa menebak, wanita itu pasti mama excel dan pemuda yang di panggil exsino pasti tuan muda kedua keluarga wapurma.
"Ma.... ''panggil excel, melihat suherli sedang berjalan mendekati ke arahnya.
excel meringis kesakitan ketika mama nya memukul keraslengan tanganya.
" dasar anak tidak berbakti selama empat tahun apaka tidak ada niatan untuk melihat mama nya, kamu lupa siapa yang melahir kan mu dan merawat mu sampai sebesar ini hahh....??''
"Ma.. aku tidak bermaksud begitu, waktu ku sangat padat di perusahaan"
suherli Melepas kacamata hitamnya dan menatap tajam putra sulungnya.
"Kamu pikir mamamu ini bodoh hah . kamu menyembunyikan semuanya dari mama bahkan waktu kamu sakit,sekarat hampir mati. tidak pernah sekalipun mau memberi tahu mama. kamu pikir mama mu tidak menghawatirkan mu"
Perkataan suherli membuat excel bisu seribu bahasa.
regia masih berdiri mematung ditempat nya. tubuhnya semakin kaku ketika melihat suherli berjalan mendekat ke arah nya.
''Siapa nama mu" tanya suherli, dengan ekspresi berubah drastis dari detik sebelum nya.
"Regia tante" sahut regia. berusaha menjawab sentenang mungkin.
"Nama yang cantik, sama seperti orang nya"
"Terima kasih tante"
"No.jangan panggil tante,mama saja biar sama seperti calon suami mu"
"Mama" panggil regia dengan suara ragu.
"Tepat, suara mu sangat merdu, aku menyukai itu. ayo aku akan mengajarkan mu cara menjadi anggun dan layak menggantikan ku sebagai nyonya wapurma"
ajak suherli dengan lembut.
regia tidak perotes waktu suherli merangkul pundaknya, dan membawanya pergi. regia sangat senang. semuanya berjalan dengan lancar tidak sesulit apa yang ada di bayang nya tadi.
NEXS
autor minta maaf karna jarang up. karna kekurangan waktu dalam mengetik. tapi alur cerita nya sudah saya selesai kan.
terima kasih untuk semua yang masih mendukung, autor sangat berterima kasih.
__ADS_1