Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Tamu tak di harapkan


__ADS_3

Excel ikut menduduk Kan diri nya di tepi kasur.


'' kenapa menatap ku seperti itu ''


'' emang tidak boleh natap istri sendiri ''


''di larang, kalau kamu masih terbiasa peluk sana peluk sini '' regia mencebik kan bibir nya. melipat kedua tangan nya di depan dada.


'' sayang, kamu masih marah karena misella tadi ''


'' sayang, kalau orang marah itu emang perlu bilang sama kamu. ngak pengertian ''


Excel menarik pinggang regia, menaruh wanita itu di posisi v antara selangkang nya, menyandar kan kepala regia di dada bidang nya.


'' dia masa lalu aku sayang, dan aku milik kamu sekarang ''


regia tertawa renyah '' tapi dia cantik, singgel lagi. mungkin kamu masih minat sama dia''


'' tidak akan ''


'' aku pegang ucapan kamu''


'' iya sayang'' Excel mencium kepala regia, menikmati harum manis rambut istri nya '' asal kamu bisa bikin aku selalu puas di atas ranjang ''


regia menggeliat geli ketika Excel ******* daun telinga nya '' tapi, aku tidak percaya misella benar-benar masih seorang gadis''


''kenapa bicara begitu ?''


regia mengangkat bahu nya acuh '' iya karena menurut aku, dia sudah terlihat seperti wanita dewasa yang bahkan lebih tua dari aku, iya kan''


Excel meletak kan kepala nya di atas pundak regia '' benar, dia sudah seorang wanita. dua tahun lalu aku mendengar kalau misella ber cerai dengan suami nya''


' aku minta maaf regia, mungkin lain kali aku akan mencerita kan nya. tapi tidak sekarang'


Excel memejam kan mata nya, mengusir bayang an masa lalu yang baru saja terlintas. Excel tidak tahu kalau di sini, ia akan kembali di pertemuan dengan teman masa kecil nya.


'' aku sudah menebak nya'' regia memaling kan wajah menatap wajah Excel yang terpejam rapat, dengan gemas regia mencium pipi Excel.


'' kamu kenapa?'' tanya regia, setelah Excel kembali membuka mata. lelaki itu memberi senyuman simpul yang indah.


'' tidak tahu, aku rasa aku butuh nafas buatan untuk menenang kan jantung ''


regia tersenyum lebar, lelu mendekat kan bibir nya dengan milik Excel. tanpa menunggu lama Excel menerima ciuman regia, merasa kan ketenangan yang selalu menjadi kesuka an excel.


regia memasuk kan lidah nya dan bertemu dengan milik Excel, kedua nya saling melilit bergulat hebat di dalam sana.


Excel melepas kan ciuman nya, nafas nya tidak beraturan begitu pun regia. regia bingung dengan sorot mata Excel yang tidak bisa di arti kan.


'' I LOVE YOU, regia '' suara Excel mengandung kebingungan yang tak dapat regia mengerti.


tapi melihat situasi, regia tidak ingin menanya kan sesuatu sekarang. yang perlu regia lakukan sekarang hanya membuat suami nya tenang, dan nyaman tinggal bersama nya.


'' love you more, Excel '' regia mengusap lembut rahang tegas Excel, lalu kembali memberi ciuman di bibir merah Excel.

__ADS_1


...----------------...


suara dentingan alat dapur terdengar di apartemen Excel, regia mengikat rambut nya dengan ringkas sampai ber bentuk cempolan yang tidak.


tangan lentik nya sibuk dengan alat tempur, sesekali regia meringis saat perih nya bawang yang ia kupas membuat kelopak mata nya ingin menangis.


terlalu sibuk dengan aktivitas nya, sampai suara langkah kaki yang mendekat tidak regia rasa kan.


regia kaget ketika sebuah tangan besar melingkar di pinggang nya, siapa lagi kalau bukan Excel, yang jago nya sering peluk regia dari belakang.


'' selamat pagi, sayang '' sapa Excel.


''pagi juga ''


'' lagi masak apa sayang, hmm''


''iga sapi dengan daging sapi yang ber kualitas, kamu mau coba '' tawar regia, menyodor kan sendok besar ke arah Excel.


'' tidak nanti saja, di suapin kamu ''


'' iya tenang saja sayang, mau di suapin sama apa sendok atau sekrup ''


Excel menyentil bibir regia '' kok gitu sih, yang romantis sedikit sayang''


regia tertawa kecil, meletak kan sendok nya dan menangkup wajah Excel '' maaf, bercanda sayang''


Excel menarik tangan regia dan menggigit nya gemas, membuat rintihan kecil keluar dari mulut regia.


'' sakit Excel''


regia mengangguk pasti, sebelum benar-benar pergi Excel sempat kan untuk mencium kening regia.


Excel ter cengang saat tahu siapa orang di balik pintu apartemen nya, misella berdiri di depan pintu dengan makeup natural yang seperti wanita itu biasa lakukan.


'' hai '' sapa misella ramah, senyum manis nya menghiasi wajah cantik nan anggun wanita berambut pirang itu.


''oh hai, apa yang kamu lakukan kan, tidak, maksud ku. bagaimana kamu tau kalau aku tinggal di sini''


misella melangkah maju satu langkah '' tidak susah untuk mencari tahu di mana keturunan wapurma tinggal''


senyuman yang sekarang misella tunjuk kan lebih dari kata manis, tapi licik.


'' apa aku tidak di persilah kan masuk '' lanjut nya, ekspresi berubah seperti semula.


'' iya, silah kan masuk ''


Excel menutup pintu di belakang nya, lalu berjalan mengikuti misella dan duduk di sofa yang tersedia di ruang an itu.


'' siapa sayang '' regia mengernyit ketika seseorang yang kemarin di temui nya, kini kembali ia temukan di dalam rumah.


''hai regia ''


'' Hai misella, aku tidak tahu kalau akan ada tamu. jadi tidak ada persiapan apa pun, maaf''

__ADS_1


misella melambai kan tangan nya '' tidak masalah, aku hanya kebetulan lewat tadi. dan ini aku bawa kan sesuatu untuk kalian, hanya hadiah kecil ''


regia menerima sebuah tas kardus '' tidak masalah, ini pasti merepot kan ''


'' tidak, ini sangat menyenang kan. iya kan Excel.


Excel yang dari tadi hanya diam, mengangguk tanpa ragu '' tentu '' jawab nya singkat.


'' aku sudah menyiap kan sarapan di dapur, apa kau mau bergabung, aku rasa menu hari ini sangat menyenang kan '' regia menawar kan dengan ramah.


regia dengan sengaja menyandar kan tubuh nya pada Excel dan mengambil tangan lelaki itu untuk melingkar di pundak nya.


'' iya kan, sayang '' regia memaling kan wajah melihat ke arah Excel, meminta persetujuan atas ucapan nya


'' iya'' Excel hanya memberi kan senyuman singkat.


'' terima kasih, tapi seperti nya tidak untuk hari ini. aku masih ada sesuatu yang perlu di selesai kan di kantor '' jelas misella.


'' sayang sekali '' regia men desah.


'' mungkin lain kali, kita masih punya banyak waktu iya kan Excel '' misella menatap Excel dengan berkilau.


'' semua terserah dengan ke Mau an istri ku''


'' aku sih tidak masalah, lagi pula kalian sudah dari kecil ber teman. aku bisa memahami nya''


regia memberi kan senyuman penenang untuk Excel, ketika lelaki itu mengerut kan alis nya.


'' baiklah aku akan pergi sekarang '' misella bangkit dari duduk nya, regia menengahi saat misella ingin memeluk Excel.


'' senang bertemu dengan mu, aku akan mengantar mu ke depan, mari ''


misella tersenyum gentir dan mengikuti langkah regia di belakang.


'' sayang kita tidak bisa ber lama-lama tinggal di sini'' ucap Excel setelah regia kembali mendekati nya.


'' kenapa, kamu bilang terserah aku kan'' jawab Regia tenang.


''iya itu tadi dan sekarang... ''


'' sekarang berbeda, itu maksud kamu kan. aku semakin tidak percaya kalau misella benar-benar hanya teman masa kecil kamu''


Excel mengusap wajah nya gusar, regia berjalan memutari meja makan dan duduk di hadapan Excel bukan sebelah nya.


'' aku tidak memaksa untuk kamu menemani aku di sini, pulang saja aku akan tetap di sini ''


'' ini bahaya, regia''


'' kenapa, karena musuh kamu ada di mana-mana begitu. ingat siapa yang menawari aku untuk datang kesini '' regia berkata dengan kesal, tapi ia mencoba menahan nya.


''kalau pun ini bahaya, biarkan saja. aku merindu tantangan''


Excel menghela nafas berat '' aku salah, sayang. maaf ''

__ADS_1


setelah nya tidak ada lagi perdebatan, hanya tersisa suara alat makan yang memenuhi ruangan.


__ADS_2