Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Berbinar


__ADS_3

regia berjalan menuju rumah excel,taxsi yang di tumpangi nya rusak,dari pada menunggu lama dan membuat nya terlambat kerja,regia memilih berjalan kaki.


tinggal satu belokan saja regia bisa sampai di rumah excel, langkah nya terhenti ketika ada dua lelaki yang menghalangi jalan nya.


"apa yang mau kalian lakukan" regia mundur beberapa langkah ketika ke dua lelaki itu mendekati nya.


"kita hanya di suruh orang,kamu lebih baik nurut saja biar tidak terlalu repot" ucap salah satu lelaki yang memakai topi.


"aku tidak mau,jangan ada yang berani sentuh saya" regia berteriak.


"waah gimana nih bos" kata lelaki berbaju biru ke arah lelaki berbaju hitam.


"ngak usah kebanyakan mikir sikat aja langsung"


regia berlari dengan sekuat nya,tapi tetap saja langkah nya terlalu kecil,kedua lelaki di belakang nya bisa langsung menangkap regia.


regia di buat pingsan dengan memukul bagian belakang leher, sebuah mobil Avanza hitam lewat dan berhenti.


kedua lelaki itu masuk dengan membawa regia.


...----------------...


excel sudah menunggu hampir satu jam,tapi regia masih belum juga datang.


"ngak biasa nya regia kayak gini,kalau ada keperluan biasa nya beri aku kabar,atau telfon" gumam excel.


ada perasaan tidak nyaman dengan keterlambatan regia kali ini, excel mencoba menghubungi regia,tapi tidak ada yang menjawab.


"erik, coba kamu lacak di mana posisi regia sekarang" perintah excel kepada erik yang juga sedang ada di rumah nya sekarang.


"baiklah ini keahlian ku"


erik langsung melacak keberada an regia melalui ponsel nya,tanpa menunggu lima menit, erik sudah menemukan di mana ponsel regia.


"el regia berada di perbelokan samping rumah ini" ucap erik dengan membenar kan kaca mata nya.


"kita kesana sekarang" excel langsung berjalan meninggal kan erik.


erik dan excel sudah sampai di mana sixal regia ada,tapi di tempat itu tidak ada siapa pun cuman beberapa kendaran yang lewat.


"erik kamu ngak salah kan" tanya excel.


"tidak el saya tidak pernah salah,sixal regia ada di sini"


"tapi mana ngak ada orang di sin"


erik mencoba mencari sesuatu di sekitar nya, tatapan nya berhenti pada sebuah tas kecil berwarna silver yang tergeletak di atas trotoan.


erik meninggal kan excel dan ber lari mengambil tas silver yang di temukan nya, dan membawa nya kepada excel.


"el regia pernah pakai tas ini kan"


"seperti nya iya" excel masih ragu-ragu.


excel memgambil tas yang berada di tangan erik,ia langsung membuka nya.


"benar ini ponsel regia" excel mengeluar kan ponsel milik regia, pandangan nya meneliti ke semua arah dia berada sekarang.


" tapi kemana orang nya" tanya excel, erik juga tidak tau,ia cuman bisa mengangkat bahu.


"pasti ada orang yang menculik regia,tapi siapa?"

__ADS_1


erik mencoba berfikir dalam diam,ia melihat ke semua arah mencoba mencari petunjuk.


"ada cctv" kata erik.


erik melihat ke arah excel,tanpa menjelas kan excel sudah mengerti maksud erik, mereka kembali ke rumah excel.


erik langsung mengambil laptop milik excel yang ada di atas meja kerja di rumah excel dan duduk di sofa.


excel duduk di samping erik, ia juga ikut mengamati layar laptop, meskipun bukan dia yang melakukan.


erik merupakan bawahan excel di kantor, tapi ia juga teman dekat excel di geng mafia, erik mempunyai keahlian tentang merestat semua yang ada di perangkat lunak,juga ahli dalam bertarung.


"dapat" erik berkata lirih.


"langsung buka "


"sabar dulu bos,keburu amat"


"bicara lagi aku potong leher kamu" ancam excel.


"yee bos kejam banget sama rekan sendiri"


erik langsung membuka cctv yang barusan di restat nya, dapat di lihat di vidio itu kalau regia benar-benar di culik oleh dua orang bertopi dan masuk ke sebuah mobil.


"siapa mereka, apa mungkin ini perbuatan tiran"


"tidak,kalau di lihat dari penampilan nya mereka hanya orang biasa yang di bayar" erik menjelas kan menurut penglihatan nya.


excel mengangguk faham, ia tau kalau erik tajam dalam meneliti seseorang.


"kalau begitu kamu lacak mobil itu sekarang " perintah excel.


erik mengamati mobil itu dan memulai ritual nya lagi, excel memilih tidak melihat karna ia merasa pusing dengan kecepan tangan erik.


"el posisi nya berada di gedung tua bagian pojok pabrik yang sudah tidak terpakai"


"oke,kita berangkat"


"kita,maksut kamu aku juga ikut"


"iya, sebagai petunjuk jalan" excel berdiri menarik tangan erik.


"bos excel, saya izin ngak iku,soal nya perut saya belum ke isi"


excel berdecak kesal " nanti aku teraktir semua yang kamu mau"


"baiklah ayo,selamat kan tuan putri" ucap erik berbinar.


excel dan erik berangkat ke gedung tua tempat regia di sandra dengan membawa dua pengawal.


sebenar nya mereka tidak membutuh kan pengawal,hanya untuk berjaga- jaga, karna kita tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini.


...----------------...


regia membuka mata perlahan,kepala nya masih terasa pusing,ia melihat sekeliling mencoba mengingat kejadian sebelum nya.


regia ingat kalau dia di kejar dua orang lelaki, lalu tidak mengingat apa yang terjadi setelah nya.


regia duduk di sebuah kursi lusuh dengan keadaan tangan dan kaki terikat, ia mencoba membuka tali di tangan nya.


''udah bangun cantik"

__ADS_1


regia pernah mendengar suara itu, ia melihat pada seseorang yang barusan bicara pada dia.


"sindi" ucap regia.


"ternyata kamu masih ingat dengan saya"


dua orang lelaki yang menangkap nya tadi tiba-tiba muncul di belakang sindi.


"sindi, kamu yang menyuruh mereka buat nangkap aku,iya" tanya regia.


"kalau iya kenapa HAAH" sindi membentak regia tepat di depan wajah nya.


"asal kamu tau,hidup ku hancur setelah aku keluar dari prusahaan WR,ITU SEMUA GARA- GARA KAMU" sindi geram dan langsung menampar regia.


"kamu yang memulai duluan" regia membela diri nya.


"aku ngak peduli,semua itu salah kamu" sindi menjulur kan jari telunjuk nya di depan wajah regia.


"sekarang aku akan buat kamu juga merasakan gimana rasa nya hancur"


sindi berjalan mundur,tetapi kedua lelaki di belakang nya maju mendekati regia.


"kalian mau apa" tubuh regia gemetar, ia benar- benar takut sekarang.


saat salah satu lelaki di depan regia ingin menyentuh nya, regia refleks menutup mata air mata nya mendarat mulus di pipi nya.


'tuhan …apakah akan terulang lagi kejadian malam itu, melakukan secara paksaan, kalau saja ada orang yang bisa menyelamat kan ku sekarang aku berjanji akan mencintai nya, meskipun dia seorang bandit" regia berdoa dalam hati.


Dorr…


"Aagrrrr....." suara pistol dan teriakan seorang lelaki membuat nya membuka mata.


erik datang dari arah depan dengan dua pengawal, regia melihat lelaki yang tangan nya terkena sebuah tembakan dan mengeluar kan darah.


tunggu tembakan ini bukan berasal dari depan, tapi dari belakang.


regia menoleh ke arah belakang ,ia mendapati excel,tuan nya sedang berjalan mendekati nya.


excel langsung membuka tali yang ada di kaki dan tangan regia.


"kamu ngak papa" tanya excel cemas,regia mengangguk dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


excel membalikkan badan menghadap sindi dan dua orang lelaki suruhan sindi.


"sindi kamu sangat berani melakukan kejahatan di wilayah ku" excel menatap tajam sindi.


"bagai mana kalian bisa tau kalau aku yang menculik regia"


"karna rencana mu terlalu polos, masih di bawah rata-rata" sahut erik.


"erik aku serah kan di padamu" perintah excel.


"baik el,kamu tenang saja,aku akan memberikan pengalaman yang tidak akan mampu untuk melupakan nya".


"terserah kamu,tapi yang paling penting bunuh dia supaya tidak mengganggu lagi di masa depan"


excel menuntun regia keluar dari gedung tua, regia penuh tanda tanya dengan erik dan excel, mereka terlihat begitu akrab,tapi kadang kala terasa sangat asing.


regia melihat excel dengan raut wajah bingung.


kenapa lelaki ini begitu banyak rahasia? seperti apa kehidupan yang sebenar nya!

__ADS_1


__ADS_2