Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Terbongkar nya siasat


__ADS_3

semburat merah sudah menampak kan diri nya di atas langit, senja. warna nya memang tidak terlalu merah, tapi langit selalu menerima apa ada nya.


regia membuka mata perlahan. hal pertama yang di lihat nya adalah ruangan serba putih dengan beberapa peralatan dokter melekat di tubuh nya.


anggi segera mendekati branka regia ketika melihat regia hendak duduk dari dengan susah payah '' jangan banyak gerak dulu re, tidur lah kembali. aku akan memanggil kan dokter untuk mu''


tak lama setelah anggi menekan tombol di samping tempat tidur regia, dokter datang dengan dua suster yang mengikuti untuk memeriksa kembali keada an regia.


'' keada an nya sudah setabil. pasien hanya butuh istirahat yang cukup dan jangan sampai terlalu kelelahan dalam masa penyembuhan ini. saya sudah menyerah kan resep obat untuk pasien, anda bisa mengambil nya di tempat pengambilan obat sekarang'' ucap dokter setelah mengecek ke ada an regia.


''baik dokter ''


'' kalau gitu, saya permisi '' pamit dokter yang berlalu pergi meninggal kan ruang rawat regia dengan ke dua suster yang mengikuti nya.


'' sebenar nya apa yang terjadi anggi? kenapa aku bisa berada di rumah sakit? " tanya regia dengan suara yang lemah.


anggi berjalan mendekati kasur regia " istirahat lah sekarang, aku akan mencerita kan kejadian nya setelah kamu bangun besok ''


'' aku mau tau sekarang, tubuh ku terasa lemah dan sekujur tubuh ku terasa sakit. sudah berapa lama aku tidak sadar kan diri? ''


'' dua hari, kamu tidak sadar kan diri dua hari dari kemarin, wajar saja tubuh mu terasa sangat sulit untuk bergerak. jangan memaksa kan diri, istirahat lah dengan patuh''


tangan anggi terulur mengelus lembut pucuk kepala regia '' aku akan pergi mengambil kan obat untuk mu '' ia juga dapat melihat rasa takut di wajah regia ketika hendak pergi meninggal kan nya.


'' tenang saja, rohan sudah mengutus beberapa orang untuk berjaga di sekitar kamar ini. tidak akan ada yang berani menyentuh mu lagi '' kata anggi.


regia menanggapi dengan senyuman setelah mendengar penuturan terakhir anggi. anggi melangkah pergi dari ruangan regia setelah melihat regia menutup mata nya untuk beristirahat kembali.


...----------------...


regia kembali mengerjap kan mata nya, setelah cahaya sinar matahari menerpa hangat kulit wajah pucat nya.


'' pagi tuan putri '' sapa anggi berjalan mendekati kasur regia setelah selesai membuka satir jendela.


'' bagaimana kondisi tubuh mu, apakah masih terasa sakit seperti sebelum nya ''


'' iya, sedikit '' balas regia. anggi membantu regia yang bersusah payah untuk duduk dari tidur nya.


'' apa perlu aku bantu untuk memanggil dokter'' tawar anggi


'' tidak perlu '' elak regia dengan cepat.


'' ini sarapan kamu, sementara tidak boleh terlalu makan makanan manis atau asin. lebih baik yang sedikit hambar tapi bergizi '' anggi menyerah kan sebuah bubur yang sudah tersedia di atas nakas.

__ADS_1


'' baiklah, aku akan menuruti semua perintah mu sekarang '' regia menerima dan langsung memakan habis karna terlalu lapar, anggi mengambil kembali mangkok yang sudah tidak berisi itu. dan memberikan segelas air kepada regia.


'' terima kasih '' ucap regia setelah meminum habis air putih di dalam gelas.


'' tidak perlu, ini sudah menjadi tugas ku. untuk merawat mu hingga sembuh '' anggi mengambil kembali gelas kosong yang masih regia genggam.


regia agak ragu dengan pertanya an yang akan ia tanya kan kepada anggi, tentu saja anggi juga sudah faham dengan raut wajah regia.


belum sempat regia mengaata kan sesuatu, seseorang masuk ke ruangan nya yang membuat kedua wanita itu menoleh ke arah pintu.


'' kenapa menatap ku seperti itu '' tanya rohan yang baru saja masuk ke dalam ruangan regia.


'' tidak ada '' balas regia cepat '' kamu datang tepat waktu, ada beberapa pertanya an yang ingin aku tanya kan kepada kalian berdua ''


rohan berjalan mendekati sofa untuk menyaman kan posisi nya '' silahkan '' ucap nya.


anggi dan rohan menatap ke regia untuk mendengar apa yang akan wanita itu ucap kan.


'' apa yang terjadi pada ku sebenar nya? " pertanya an pertama regia.


" kamu di culik, setelah berpisah dengan ku waktu meminta tanda tangan sabrina. apa kamu masih ingat kejadian ini? ''


'' iya aku mengingat nya. setelah itu apa yang terjadi? kenapa aku bisa tidak sadar kan diri selama dua hari ini '' lanjut regia.


rohan mengambil alih sekarang '' mereka menyekap mu. setelah kami menemukan mu, kamu sudah tidak sadar kan diri ''


'' iya kami sudah melacak semua informasi orang yang terus mengikuti mu, mereka semua adalah orang suruhan manda '' jawab anggi dengan pasti.


'' sampai kapan kalian mau menutupi nya dari ku? '' ucapan ini berhasil keluar dari mulut regia.


anggi dan rohan menatap satu sama lain, kemudian beralih kepada regia yang sudah memperlihat kan wajah kecewa '' apa yang kamu bicara kan, menutupi apa? tidak ada yang di rahasia kan di antara kita ''


'' benarkah '' ucap regia masih dalam ke adaan tenang yang meminta kepastian, anggi tak bisa bergerak sedikit pun ketika regia menatap nya dalam dengan raut wajah yang tak dapat di arti kan.


'' menurut kamu semua yang terjadi sama aku adalah sebuah kebetulan yang nyata, bukan kah ini lebih terlihat seperti di sengaja ''


'' regia kondisi kamu masih tidak baik, jangan terlalu banyak fikiran. itu bisa memperburuk ke adaan '' elak anggi mencoba mengalih kan topik.


regia menepis kasar tangan anggi yang ingin menyentuh pundak nya '' kalian fikir aku bodoh, sampai bisa di buat umpan seperti sekarang ini. sebenar nya kalian sudah tau siapa pelaku sebenar nya bukan, JAWAB ANGGI '' bentak regia.


mata anggi memanas namun tidak ada niatan ingin membalas, karna ia merasa diri nya memang bersalah dalam hal ini.


''KENAPA KAMU DIAM ANGGI, JAWAB AKU. KAMU JUGA TERLIBAT KAN DENGAN SEMUA RENCANA INI '' regia kembali berteriak dengan terisak tangis.

__ADS_1


rohan merasa tidak tega dengan anggi, ia pergi menghampiri anggi dan membawa wanita itu ke dalam pelukan nya.


'' jangan salah kan anggi, dia hanya melaku kan apa yang menjadi perintah bagi nya '' rohan membuka suara yang sedari tadi bungkam.


'' benar, kalian hanya melaku kan perintah. aku sudah curiga dari awal, kenapa sikap excel sangat aneh terakhir kali dia akan pergi. ternyata benar ada hal yang dia sembunyi kan dari ku '' ucap regia.


regia membuang muka ke samping dengan mulut yang terus berucap '' aku terima, kalian jadikan aku umpan seperti ini, tapi aku tidak terima kalian menyembunyi kan hal ini dari ku. kenapa aku juga tidak bisa menjadi bagian dari anggota kalian dalam melaku kan hal seperti ini mendapat kan misi seperti anggi ''


'' apa aku begitu bodoh nya, sampai kalian takut aku akan melaku kan kesalahan yang fatal, apa aku sangat tidak berguna atau aku tidak pantas karna terlalu lemah... '' putus regia masih dengan terisak tangis.


anggi menatap sayu ke arah regia kemudian berjalan mendekati nya '' tidak, kamu bukan orang yang seperti itu regia ''


''LALU KENAPA, KENAPA KAMU TIDAK MEMBERI TAHU KU '' bentak regia.


anggi mematung di tempat nya dengan isak tangis yang semakin keras '' regia dengar kan penjelasan ku.... ''


'' penjelasan apa lagi yang harus aku tau anggi, kita sudah lama berteman juga saling mengerti tapi kenapa sekarang.... ''


'' cukup '' putus rohan dengan cepat '' anggi sebenar nya tidak perlu merasa bersalah untuk semua ini, dia hanya melakukan apa yang excel perintah kan. anggi sangat ingin memberi tahu mu.... ''


'' rohan cukup jangan bicara lagi '' lerai anggu yang tak di indah kan sedikit pun.


'' kalau hal itu benar terjadi dan excel mengetahui nya. excel tidak akan mengampuni anggi dengan mudah, kamu pasti mengerti seberapa keras kepala nya pria mu'' putus rohan yang juga termakan api amarah.


'' benar hanya excel yang mampu melaku kan ini, tidak ada yang salah dengan kalian. semua nya benar hanya aku yang pantas dengan kata salah '' gumam regia dengan lirih.


'' regia, kamu jangan terlalu berfikiran berlebihan... '' anggi mencoba menenang kan.


'' keluar '' pinta regia masih dengan membuang muka.


'' regia.... ''


'' AKU BILANG KELUAR '' teriak regia kembali dengan air mata yang membasahi pipi nya.


rohan merangkul pundak anggi untuk membawa nya keluar dari ruangan regia ''biar kan dia sendiri untuk mencari ketenangan '' bisik rohan dengan lembut.


tangis regia kembali pecah setelah pintu tertutup rapat, yang hanya menyisa kan diri nya di dalam ruangan rawat milik nya.


...----------------...


NESX


********

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya, dan follo akun autor karna akan ada novel baru yang akan segera di buat nya...


terima kasih semua...


__ADS_2