Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Zaliyaa


__ADS_3

Regia menutup perlahan pintu ruangan tiran, kemudian berjalan mendekati beranka rumah sakit di mana excel masih memejam kan mata nya rapat.


tangan regia terulur mengambil kursi untuk duduk di sebelah excel. tatapan nya sayu, melihat lelaki tampan di depan nya tidak menyambut kedatangan regia, melain kan masih setia tertidur dengan begitu tenang.


'' hai... aku datang. kau tidak menyambut ku '' ucap regia lirih dengan air mata yang kembali jatuh.


regia mengambil tangan excel dan di genggam nya '' kau benar-benar tidak menyambut ku excel '' gumam nya kembali dengan isak tangis yang semakin keras.


'' pembohong, jahat, kejam. kamu bahkan belum meminta maaf padaku, tapi sekarang.... sekarang bahkan untuk membuka mata saja susah. gimana mau minta maaf '' keluh nya.


regia mencium lembut punggung tangan kanan excel berkali-kali, dan berharap bisa memberi nya kekuatan untuk cepat sadar.


ketika pintu ruangan excel terbuka, regia cepat- cepat menghapus air mata dengan punggung tangan nya.


'' dokter datang untuk memeriksa excel dan mau memberi kan obat suntik untuk nya, re '' ucap anggi setelah berada tepat di sebelah regia.


regia hanya mengangguk untuk mengiyakan, dan mengulum senyum tenang.


anggi merangkul tubuh regia kemudian mengelus lembut pundak regia untuk memberi sahabat nya ketenangan.


anggi mengerti dengan senyum penutup luka yang regia berikan, senyuman yang terdapat rasa sakit di dalam nya.


'' bagaimana keada an nya sekarang dokter '' tanya regia setelah melihat dokter sudah selesai melaku kan tugas nya.


'' pasien sudah keluar dari masa kritis dan semua nya normal '' jawab dokter dengan senyum yang mengembang.


'' syukurlah '' regia merasa lega mendengar perkata an dokter barusan '' kanapa excel masih belum sadar dokter ''


''masalah ini, karna tubuh pasien masih terlalu lemah akibat banyak mengeluar kan darah. jadi kita hanya bisa menunggu untuk saat ini ''


'' terima kasih dokter ''


'' tidak masalah, ini sudah menjadi tugas saya. kalau begitu saya permisi '' pamit dokter dengan ramah. kemudian berlalu pergi yang di ikuti dua perawat wanita di belakang nya.


'' aku mau memberi tahu rohan dan erik tentang ini, kalau gitu aku pergi dulu ya re'' pamit anggi sebelum meninggal kan regia dengan excel.


'' terima kadih anggi '' ucap regia kepada anggi yang sudah akan membuka pintu ruangan.


anggi hanya mengaguk dan mengulum senyum hangat untuk regia, kemudian keluar dan menutup kembali pintu ruangan excel.


...----------------...

__ADS_1


setelah mengantar erik untuk membersih kan diri, erik dan rohan kembali ke rumah sakit namun tidak masuk ke dalam ruangan excel, melain kan duduk di luar ruangan nya.


'' aku sudah menyalin semua data yang kamu suruh, keluarga tiran pergi ke luar negri dan mengganti marga nya. tapi masih tinggal satu orang yang sengaja mereka tinggal ''


'' siapa? '' tanya erik mengerut kan alis dan menatap lawan bicara nya.


rohan menghidup kan heandfone kemudian menunjuk kan kepada erik '' zaliya falisa botero, putri termuda keluarga botero ''


''kenapa mereka meninggal kan nya, apa mungkin ini salah satu siasat yang keluarga botero lakukan '' ucap erik mengambil alih hp yang ada di genggaman rohan.


'' tidak. zaliya hanya anak adopsi, mereka sangat ibu tiran sangat membenci nya, dan setiap hari selalu mencari cara untuk menyiksa zaliya ''


'' kenapa mereka mengadopsi nya ''


''karna zaliya adalah adik kandung tiran satu ayah dua ibu, ibu zaliya seorang pelayan keluarga botero dan dia di bunuh oleh tiran sendiri waktu berumur tujuh tahun''


'' kamu bisa tahu semua informasi ini dari zaliya '' tanya erik meneliti.


'' zaliya sangat pendiam dan penurut, menurut mu apa aku bisa menggalih lubang dari nya ''


balas rohan mengambil kembali hp milik nya dari erik.


'' lalu? ''


'' semua catatan ini sudah membukti kan dengan apa yang aku katakan barusan ''


tidak ada jawaban dari erik, ia masih fokus membaca satu per satu lembar yang ada di tangan nya.


rohan menatap ke arah wanita yang sekarang berjalan mendekati nya '' apa yang sedang kalian bahas '' tanya anggi setelah berada di depan rohan dan erik.


rohan menarik tangan anggi untuk duduk di sebelah nya '' masalah kantor '' ucap nya yang di balas deheman faham dari sang wanita.


''dokter baru saja keluar, apa yang dokter bilang tentang excel '' tanya rohan.


anggi mengulum senyum bahagia '' excel sudah keluar dari masa kritis nya sekarang '' balas nya.


'' syukurlah kalau begitu'' sahut erik yang juga mendengar kan ucapan anggi.


'' sudah ku duga '' rohan mengulum senyum nya full sweet.


'' dimana dia sekarang '' tanya erik, kembali ke topik utama.

__ADS_1


'' dia sudah aman di tempat ku, aku mau pergi cari makan kamu mau ikut erik '' tawar rohan yang sudah berdiri dari duduk nya.


'' aku tidak lapar ''


'' baiklah. kalau kamu tertarik sama dia ambil saja di rumah setelah pulang dari sini '' rohan berkata dengan sedikit berteriak karna jarak dengan erik semakin jauh.


'' Omong kosong '' bisik erik menatap malas punggung rohan yang semakin tidak terlihat tertelan jarak.


...----------------...


regia menemani excel sepanjang hari hingga tertidur di sebelah excel dengan posisi duduk.


erik memilih berada di luar ruangan excel setelah menyelimuti regia untuk mencari udara segar, rohan dan anggi sudah terlelap tidur di sofa ruangan pojok kamar excel.


setiap lima jam, penjaga di depan ruangan excel akan berganti untuk memberi nya waktu istirahat.


'' tuan kenapa anda masih belum tidur '' tanya ajudan ketika melihat erik baru keluar dari dalam ruangan.


'' saya tidak ngantuk '' jawab erik singkat kemudian duduk di bangku yang ada di dekat ruangan excel.


'' apa anda perlu sesuatu tuan '' tawar ajudan dengan sopan.


'' Hmm... belikan aku minuman, aku haus '' priantah erik yang langsung di laksana kan dengan cepat oleh ajudan, tanpa perlu bertanya apa yang erik ingin kan.


ajudan sangat dekat dengan erik dan excel selama ia bertugas, jadi ia lebih mengerti apa yang di ingin kan tuan nya meskipun masih tidak terlalu lama bekerja kepada excel.


erik menerima minuman dingin yang ajudan berikan pada nya '' duduk lah, aku ingin bertanya sesuatu''


''apa yang ingin anda tanya kan tuan ''


'' kamu punya masih punya keluarga '' tanya erik.


'' iya tuan, orang tua wanita saya. sedangkan ayah saya sudah mati '' jelas ajudan dengan cepat.


'' ajudan, apa kamu pernah menyukai seseorang''


'' pernah tuan, kenapa tuan menanya kan semua hal ini ''


erik menggeleng '' sekedar ingin tau kisah orang saja, terima kasih sudah menemaniku ajudan ''


'' sama-sama tuan, kalau gitu saya akan kembali bekerja tuan'' pamit ajudan yang hanya mendapat anggukan dari erik.

__ADS_1


erik meminum habis minuman di tangan nya, kemudian kembali masuk untuk beristirahat dengan yang lain.


__ADS_2