
wanita cantik itu kembali melihat pantulan diri nya di depan cermin, pagi ini ia mengenakan kaus putih dan baju hangat berwarna cokelat yang panjang nya selutut, juga sepatu boot yang sudah terpasang rapi di kaki regia.
jangan lupa tas kulit kecil hitam yang melengkapi tampilan seksi nya.
regia meraih handle pintu lalu memutar nya, ia menemukan Excel yang sedang menunggu nya dengan tubuh bersandar pada dinding yang ada di depan kamar.
'' sudah selesai sayang '' tanya Excel saat istri nya berada tepat di hadapan nya.
'' penampilan aku gimana''
'' cantik, terlihat seperti remaja ABG ''
'' serius Excel '' regia mencebik kan bibir nya kesal.
Excel berdiri tegak memandangi wajah cantik istri nya '' iya iya aku serius, apa pun yang kamu pakai, kamu akan tetap terlihat cantik, apalagi kalau...''
Excel menggantung kan kalimat nya membuat regia mengernyit heran '' kalau apa?''
regia mematung saat Excel memajukan wajah nya dan berbisik tepat di dekat telinga regia '' dia atas ranjang, sungguh cantik nya bukan main ''
wajah regia merah padam mengingat kejadian semalam, ia tidak mengerti keberanian dari mana sehingga membuat diri nya berani mengambil posisi di atas Excel.
regia mencubit perut Excel keras, Excel merintih bukan karena kesakitan melain kan ingin menggoda istri nya yang sudah terlihat malu.
'' sakit sayang, oke aku serius ''
'' biarin, biar kamu tau rasa. nyebelin banget Jadi suami ''
'' keras banget sama suami sendiri''
regia melepas cubitan nya dan melipat kedua tangan di depan dada.
'' lagian kenapa sih tanya kayak gitu ''
'' cuman mau masti in pantes apa ngak jalan sama tuan besar wapurma ''
Excel terkekeh melihat cara bicara regia yang sengaja di lebih lebih kan. tatapan nya beralih pada iPhone Excel yang berdering.
'' hallo ada apa?'' ucap Excel to the point.
__ADS_1
'' kenapa hal itu bisa terjadi '' regia mengamati Excel. lelaki itu tampak sangat serius dengan pembicara an nya, entah topik apa yang di bahas nya sampai mengeluarkan ekspresi cemas.
''urus semua nya dengan baik, ingat lain kali harus lebih hati-hati '' Excel memutuskan panggilan dan beralih menatap regia yang sekarang juga sedang menatap nya, meminta penjelasan.
'' kenapa?'' tanya regia.
'' tidak apa-apa sayang''
'' bohong, kamu terlihat cemas barusan''
Excel menghela nafas berat '' sistem pertahanan yang aku buat di rusak seseorang semalam''
'' seperti nya mereka lebih membutuhkan mu, masalah liburan, kita bisa melakukan itu lain kali'' regia tersenyum lebar, menyembunyi kan perasaan bingung yang sekarang melanda hati nya.
tangan kekar Excel terangkat dan di letak kan nya di pundak regia '' kamu ngomong apa sih sayang ''
'' aku kan sudah janji mau nemenin kamu liburan, meletak kan kebahagiaan kami di atas segala nya...''
'' iya tapi ini pekerjaan kamu Excel, aku ngak mau jadi penghambat dalam setiap kehidupan luar kamu. masih banyak yang perlu kamu lakukan selain menjaga aku''
'' tidak, memang benar yang kamu katakan. tapi yang ingin aku lakukan hanya tinggal bersama mu''
'' tentu, semua kamu yang punya'' ucap regia pasrah.
Excel menarik tubuh ramping regia dan di dekap erat, tertekan pada tubuh kekar nya. inilah yang paling regia suka, sentuhan lembut tangan Excel yang mengusap kepala nya.
regia melepas pelukan nya, menarik leher Excel untuk sedikit menunduk lalu mencium nya keras.
Excel menerima ciuman itu dengan suka rela, ******* bibir manis istri nya atas dan bawah bergantian, sampai menimbulkan suara decapan yang sangat intim.
'' astaga mata ku ''
exsino berdiri di tempat dengan satu tangan menutupi wajahnya, regia refleks menjauh dari tubuh Excel, wajah nya sudah sangat merah karna malu apalagi deru nafas nya yang masih belum beraturan akibat ulah nya barusan.
'' sudah berapa lama kamu berdiri di situ '' tanya Excel kesal.
'' penting, mungkin dua menit yang lalu. kak lain kali kalau mau ikan ****** sama kakak ipar, tolong cari tempat private. aku masih kecil kasihan fikiran aku takut kotor''
exsino tersenyum lebar, senang dengan wajah marah kakak nya.
__ADS_1
'' oh benar yang kamu katakan, kasihan fikiran kamu takut kotor. jadi besok kakak akan kirim kamu ke asrama putra saja, dan kamu harus belajar di sana ''
mata exsino membulat sempurna, tidak bisa di bayang kan. bagaimana kalau dirinya benar-benar di kirim ke asrama putra, tempat yang serba memiliki aturan.
tidur satu ruangan dengan orang asing, pasti akan banyak yang menyusahkan di sana, suasana yang menjijikkan dan membosan kan.
'' tidak tidak, A-aku salah kak, terserah kakak beri aku hukuman apa aku pasti akan terima tapi jangan yang tadi. aku tidak mau tinggal di asrama'' exsino memohon, menggoyang goyangkan lengan kekar Excel.
'' tidak masalah, asal kamu mau nurut sama perkataan kakak ''
'' baiklah apa yang kakak mau''
'' tidak banyak hanya ada satu '' Excel menjeda ucapan nya, lalu menatap mata kelam sang adik.
'' jangan ke luar rumah satu minggu''
'' gila'' exsino mengumpat tertahan '' kak mana bisa seperti itu, kan aku masih ada pekerja-''
'' sstt kalau gitu silahkan beres-beres buat berangkat besok '' Excel melambaikan tangan nya seolah mempersilah kan.
exsino menahan tangan Excel '' baiklah, aku akan tetap tinggal dan tidak keluar dari rumah, hanya satu minggu ini tidak akan berat''
Excel tersenyum kemenangan di balik tubuh nya, senyum nya menghilang saat tubuh nya kembali berhadapan dengan exsino.
'' anak pintar ''
senyum di wajah Excel, menampil kan sebuah rasa curiga bagi exsino. saat tangan besar kakak nya menyentuh kepala exsino.
'' kita berangkat sayang''
Excel membawa regia, menaut kan jari-jari nya dengan milik regia.
'' exsino benar tidak apa-apa di kurung di rumah seperti ini '' tanya regia khawatir.
'' tenang saja, dia anak baik. selama kengerian nya di buat taruhan, dia pasti akan menurut seperti anak kecil ''
excel mengecup punggung tangan regia, sambil mengetip kan sebelah mata nya, menggoda.
' untung kakak tidak benar-benar mengirim ku ke sana, kalau tidak. sudah pasti aku akan terkurung sampai lulusan ' batin exsino.
__ADS_1