
kaki regia berjalan mendekati salah satu kamar di villa yang sekarang di tempati nya, regia menatap sendu pintu kamar excel yang masih tertutup rapat.
sudah lebih dari tiga jam regia menunggu tetapi lelaki itu masih betah mengurung diri nya di dalam kamar.
akhir nya regia memutus kan untuk beristirahat, kunci yang tadi excel berikan ia simpan di dalam tas yang di bawa nya.
mata regia menelisik sekeliling kamar, dekorasi simpel namun terkesan elegan sudah menjadi khas seorang excel, regia meletak kan tas nya di atas lagi hitam samping kasur, kemudian merebah kan tubuh nya lelah di atas kasur.
'' aku lapar '' gumam nya, menyentuh perut nya yang terasa keroncongan.
pasal nya excel dan regia tidak ada yang sarapan pagi ini, karna excel sudah berjanji kepada regia akan membeli kan nya makanan ke suka an nya di luar.
regia terlonjak kaget ketika mendengar ada sesuatu yang pecah, ia langsung berlari keluar menuju dapur yang menjadi tempat sumber suara tersebut.
excel mendongak kan kepala setelah melihat ada orang di depan nya '' perlu aku bantu '' tawar regia ramah.
regia berjongkok untuk menjajar kan tubuh nya dengan excel, tetapi lelaki itu tidak menghirau kan nya sedikit pun dan beralih pergi membuang serpihan beling di tangan nya ke dalam tong sampah.
''excel aku minta maaf, masalah ucapan ku tadi pagi itu tidak sengaja aku hanya terbawa suasana, lagi pula aku hanya mencintai mu, seluruh tubuh ku sudah pasti akan ku serah kan pada mu, hal itu sudah pasti. tapi bukan sekarang''
regia memeluk tubuh excel yang sedang membelakangi nya ''maaf kan aku, aku mohon jangan marah lagi, ya'' ucap nya dengan lembut.
excel tersenyum kemudian dengan cepat mengubah ekspresi nya ketika regia menatap nya dari samping '' aku tidak marah ''
'' bohong kenapa muka nya masih di tekuk kayak gitu'' cetus regia, melepas pelukan nya dan memutar tubuh excel untul berhadapan dengan nya.
tangan regia menarik kedua ujung bibir excel untuk membuat senyuman.
__ADS_1
'' senyum dong ''
excel tersenyum paksa singkat, kemidian kembali ber ekspresi datar. ia kembalu melanjut kan pekerja an nya memotong-motong sayur untuk di masak.
regia berdecak kesal melihat excel yang terus mengabai kan nya ''pergi sana, aku saja yang memasak '' ucap nya, mengambil alih pisau yang ada di tangan excel.
senyum excel tersungging manis di bibir tipis nya, setelah melihat wanita nya marah tapi terlihat menggemas kan di mata nya.
...----------------...
suara dentingan alat makan memenuhi ruangan, tidak ada yang ber bicara di antara sepasang kekasih itu, kedua nya masih sibuk mengunyah untuk mengisi perut yang sejak tadi pagi belum terisi apa pun.
setelah selesai makan,regia langsung mengambil piring-piring kotor untuk di cuci.
'' biar aku saja '' ucap regia, menahan tangan dan mengambil alih piring kotor di tangan excel.
'' tidak perlu, ini sudah menjadi tugas ku sebagai seorang wanita '' balas regia dan beralih pergi melanjut kan pekerja an nya.
excel merasa sangat beruntung dengan kehadiran regia, ia tidak salah pilih dalam memilih wanita. memang benar, excel harus sedikit bersabar lagi untuk membuat wanita nya yakin. dan sepenuh nya percaya kepada excel.
...----------------...
siang matahari bersinar cerah, tidak ada tanda- tanda awan gelap akan hujan hari ini. regia menghampiri excel yang sedang berdiri termenung melihat keluar dari balkon kamar nya.
'' excel..... '' panggi regia.
'' hmm...'' excel berdehem dan mengalih kan pandangan nya menatap regia.
__ADS_1
'' masalah hadiah pernikahan, gimana? ''
excel bisa merasa kan suara ragu regia, wanita itu masih takut karna pertengkaran nya tadi pagi untuk membahas kembali masalah ini.
'' aku sudah mengucap kan nya '' balas excel singkat.
'' terima kasih '' regia mengulum senyum tulus ''tapi kenapa kamu tidak memberi tahu ku, aku minta maaf. membuat mu mendengar kan ocehan ku tadi pagi '' regia menunduk.
melihat excel yang sekarang, mungkin lelaki itu masih merasa sakit hati dengan beberapa kata- kata kasar yang tadi di ucap kan nya.
tangan excel terulur menganglat dagu regia dan memperlihat kan senyum tulus nya, kedua nya saling tatap. excel mendekap lembut tapi erat tubuh mungil wanita nya.
'' justru aku merasa sangat senang, setiap detik yang aku lalui bersama mu akan selalu menjadi sebuah cerita. tidak peduli manis atau pahit, semua nya akan menjadi kenangan terindah jika tentang kamu, regia''
excel menghenti kan ucapan nya sejenak dan menghembus kan nafas lelah.
'' aku egois re, membawa mu ke sini tanpa membicara kan nya lebih dulu kepada mu, sampai mengakibat kan perteng karan di antara kita. aku mencoba ber fikir keras dan mengumpul kan keberanian untuk kembali bertemu dengan mu,
'' aku takut, setelah keluar kamu akan menatap ku dengan menyesal dan kecewa. menyesal karna mengizin kan ku masuk ke dalam kehidupan mu, dan kecewa karna aku adalah pria egois , pemaksa dan tidak menerima penolak ka. pria berhati kasar dan kejam yang tidak bisa memberimu kelembuta''
regia mengelus lembut punggung excel, ia melepas kan pelukan nya dan menangkup wajah excel.
'' aku sama seperti mu,mungkin karna semua sifat kamu yang mampu membuat ku ingin terus bersama'' regia ter senyum menenang kan.
''aku tidak perlu diri mu yang sempurnah, cukup seperti ini dan jadilah diri kamu sendiri. bagaimana pun juga kamu tidak akan pernah terganti dan akan selalu menjadi orang yang aku cintai''
perasa an bahagia menjalar di hati excel, excel memeluk kembali kekasih nya dengan penuh kasih sayang. menumpah kan rasa bahagia dengan menyatukan tubuh nya.
__ADS_1