
"siapa dia " tanya excel setelah sampai di dalam ruangan nya.
regia mengernyit kan kening,tidak mengerti dengan pertanya an excel " yang mana tuan"
"pria yang berada di sebelah kamu tadi"
"bukan siapa-siapa tuan" ucap regia.
"kalau saya ingat, tadi kamu kelihatan sangat akrab sama dia,sampai lupa kalau waktu nya bekerja" excel menatap regia tajam.
" tuan salah faham, kita baru kenal tadi waktu sama-sama mencari naungan"
'(kita) sama orang yang baru kenal, dia berani bilang kita' batin excel.
"terus rencana kamu mau ngejar aku, udah nyerah" excel mengambil beberapa dokumen yang ada di atas meja nya.
"tidak tuan, saya akan berusaha lebih keras untuk itu " regia mencoba tersenyum secara paksa.
'mau cara gimana coba ngelelehin nya, orang nya aja pendendam mana lagi kayak es batu dingin banget, kalau aja waktu itu aku ngak janji pada tuhan, mungkin ngak perlu repot-repot kayak gini" regia menggerutu dalam hati.
kringg...
excel mengangkat telfon kantor, yang ada di atas meja nya.
"iya ada apa" tanya excel ke orang di seberang.
"tuan nona manda memaksa ingin bertemu dengan anda, kami sudah melarang nya tapi tetap saja memaksa ingin bertemu dengan anda"
regia masih bisa mendengar percakapan excel meskipun agak samar'nona manda? siapa'.
__ADS_1
setelah mencoba berfikir tetapi masih tidak tau, regia kembali melihat excel, dan menanti apa yang akan di ucap kan nya.
"biar kan saja dia masuk" perintah excel, kemudiam menutup telfon nya dan meletakkan kembali.
"nona, presedir sudah memperboleh kan anda masuk" karyawan wanita itu mempersilah kan manda untuk masuk setelah mendapat printah.
"tentu saja excel pasti mau bertemu saya, setelah ini saya akan beri tau excel untuk memecat kalian yang tidak berguna ini" maki manda dan berlalu pergi.
regia menoleh ke arah pintu yang terbuka, dan menampakkan seorang wanita cantik dengan pakaian berkelas.
tidak salah lagi kalau dia pasti orang yang kaya raya, seperti kebanyakan wanita yang suka kepada excel sebelum nya.
"sayang apa kamu rindu sama aku,aku udah lama loh nunggu kamu" ucap manda dengan manja setelah berada di dekat excel.
"ngak perlu bertele-tele, ada perlu apa kamu kesini" excel masih tetap melihat dukumen yang ada di tangan nya.
" excel kamu dingin banget akhir-akhir ini, kamu udah ngak mau lagi sama aku" manda menutup paksa dokumen yang ada di tangan excel, dan memberi ekspresi penuh harap ketika excel sedang menatap nya tajam.
"berarti kalau di rumah ngak papa kan"
regia mulai jengah melihat sikap manda yang begitu manja terhadap tuan nya.
"saya sudah punya pacar, jadi tolong ngak perlu kamu repot-repot memperhatikan hidup saya" terka excel.
regia tidak ingin ikut dalam perdebatan ini, ia membuang muka mengalih kan pandangang nya keluar kaca.
"ngak mungkin kamu udah punya pacar" manda tidak percaya dengan apa yang di katakan excel barusan.
"mau kamu percaya atau tidak saya tidak peduli" excel melanjutkan pekerja an nya.
__ADS_1
"aku mau tau pacar kamu siapa,siapa nama nya,dan dari keluarga mana" ucap manda kepo.
"nama nya regia dan bukan dari keluarga mana pun" kata excel pasti.
regia membulat kan mata nya lalu menatap excel bingung, ia semakin bingung ketika melihat excel memberi isyarah untuk mendekat pada nya.
regia terlihat ragu namun kaki jenjang nya terus melangkah semakin dekat dengan excel.
tanpa aba-aba excel langsung menarik tangan regia, sampai terduduk di pangkuan nya.
Cup
"dia pacar aku" ucap uxcel setelah mencium kening regia, manda menatap tak percaya dengan lelaki di depan nya sekarang.
fikiran regia semakin kacau sekarang, ia hanya mampu diam mengikuti alur yang excel berikan.
"ngak mungkin kamu suka sama cewek kampung kayak dia" manda semakin menatap tak percaya ke arah excel.
"kamu benar saya ngak suka sama dia, melain kan cinta" regia tertegun dengan ucapan excel.
"excel kamu harus sadar dia tuh ngak punya apa-apa"
"aku ngak peduli, tapi karna aku cinta jadi aku akan berkorban apapun demi dia" menyisip kan beberapa helaian rembut yang menutupi wajah regia.
regia semakin di buat salting dengan ucapan excel yang terdengar sangat lembut, padahal ia tau ini cuman sandiwara untuk mengusir manda.
tapi tetap saja regia masih tidak bisa menetral kan jantung nya yang berdetak sangat kencang, dengan pipi yang mulai memerah.
manda bisu seribu bahasa, raut wajah yang awal nya tak percaya kini berubah menjadi benci.
__ADS_1
"sekarang sudah jelas kan"
manda langsung berjalan keluar setelah mendengar ucapan penutup excel, ia sengaja menghentakkan kaki nya saat melangkah, melampias kan kemarahan nya.