
sudah sepuluh menit yang lalu, anggi berjalan mondar mandir di ruang tamu rumah nya, sambil mengepal kan tangan dan sesekali menggigit jari-jari tangan nya.
'regia lama banget sih, apa perlu aku susul ke sana' batin anggi.
anggi bersiap-siap mengambil tas dan ponsel untuk menjemput regia, baru saja dia keluar dari kamar,dia langsung di kejutkan dengan sosok regia yang sedang menutup pintu rumah nya.
"hai ngi,mau kemana sih udah rapi aja" sapa regia, melihat anggi yang sedang berdiri tegap.
regia menduduk kan diri nya di sofa depan tv, ia bersandar pada sandaran sofa dengan ekspresi yang sangat lesu.
anggi langsung menyusul regia, dan duduk di samping nya.
"re, kok lama benget sih,emang nya bos rohan bilang apa? kamu ngak di keluarin kan? bos rohan ngak jahatin kamu kan?kamu..." regia meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir anggi guna untuk menghentikan ucapan anggi.
"udah ngi, kamu tuh bikin aku tambah pusing" ucap regia malas.
"kamu kurang ajar banget sih re, asal kamu tau ya,aku tuh dari tadi nunggu kamu, hawatir sama kamu,sekarang kamu ngak peduli sama aku, jahat banget kamu re" keluh anggi.
regia merangkul tubuh anggi dari samping.
"iya iya maaf ngi,lagian kamu sih banyak banget pertanya an nya,kan bingung mau jawab yang mana dulu" ucap regia, dengan tersenyum dan mengetip-ngetip kan mata nya yang terkesan sangat menggemas kan.
anggi memutar bola mata nya malas,ia mencubit pipi regia geram yang langsung di lepas oleh sang empu nya.
"Aaww...sakit tau,demen banget cubit pipi aku, nanti kalau kempes gimana" protes regia.
"lebay banget sih, gitu doang mana bisa ngempesin pipi kayak badut punya mu" timpal anggi ngak mau kalah.
"dari pada kamu ngak ada pipi nya, tirus ngak empuk " beo regia.
"ngak peduli penting seksi" balas anggi.
"seksi dari mana,kayak tengkorak gitu" anggi melotot mendengar perkata an regia, regia juga ngak mau kalah ia membalas pelototan anggi.
"tengkorak" seru regia.
" badut"balas anggi.
regia bangkit dari duduk nya begitu pun anggi.
__ADS_1
"tengkorak ngapain sih ikut-ikut ngefans ya" tanya regia dengan cengengesan khas milik nya.
"idih amit-amit ngefans sama badut pipi balon" jawab anggi tersenyum miring.
"ih dasar tengkorak busuk, menjijik kan" regia berlari kecil ia ingin kabur dari anggi,karna ia tau kalau emosi anggi sakarang sudah memuncak.
"REGIA JANGAN LARI KAMU " teriak anggi menyusul regia.
mendengar teriakan anggi,regia mempercepat lari nya ia tau kalau anggi akan menangkap nya, regia sengaja masuk ke kamar nya dan memutari kasur tidur milik nya.
anggi masih saja mengejar nya, regia mempermain kan anggi mencoba berlari ke kanan tapi hal itu tidak di lakukan, ketika melihat anggi masuk dalam jebakan yang dia buat.
regian malah memutar berlari ke kiri dan keluar dari kamar milik nya, dan beralih masuk ke kamar anggi.
"regia brengsek kamu, mau ngapain ke kamar aku" ucap anggi ngos- ngos an.
tapi tetap saja anggi masih setia mengejar regia , ketika anggi hampir mendekati nya,regia dengan sengaja meroboh kan kursi tolet milik anggi.
anggi tercenggang menyaksikan hal itu, tatapan nya beralih pada orang yang merobohkan kursi tersebut.
" ups... soryy sengaja" menutup mulut nya disertai kekehan kecil di kalimat terakhir nya.
regia menaiki kasur anggi dan menempar semua yang ada di atas kasur itu, sampai semua nya bersih hanya tersisa seprai yang berantakan.
" udaa..h aa..ku.. nye..raa.h..caa...peek"nafas nya tidak teratur akibat terlalu lama lari.
regia terduduk di atas kasur anggi dengan kaki di lurus kan tangan nya melambai kearah anggi yang masih berdiri, nafas anggi juga tidak teratur, ia berjalan mendekati kasur dan membaringkan tubuh nya.
"re kamu belum cerita tantang bos rohan" tanya anggi, regia ikut membaring kan tubuh nya di samping anggi.
"duga an kamu yang tadi pagi itu benar,si rohan manggil aku gara-gara tuan yang nyewa aku lapor pada si rohan, katanya pelayanan aku waktu itu tidak memuaskan,jadi dia mau ganti rugi" regia memejamkan mata,anggi membalik posisi nya menjadi tengkurap, dan menatap wajah regia.
"trus dia, mau ganti rugi dengan apa" tanya anggi.
"dia mau aku jadi asisten pribadi nya,dengan kontrak satu tahun" regia membuka mata."dan kamu tau siapa orang yang nyewa aku kemarin" lanjut regia.
"ngak tau,siapa emang nya"kata anggi kepo.
"dia tuan muda keluarga wapurma dan sekarang menjadi presedir perusahaan WR" jawab regia simpel,tapi mampu membuat anggi melotot sekuat nya.
__ADS_1
" udah melotot nya,entar keluar tu mata" timpal regia,meraupi wajah anggi dengan tangan kosong yang membuat si empu nya nemejamkan mata dan sedikit memundur kan kepalanya.
"presedir WR, kamu ngak lagi becanda kan"ucap anggi, regia menggelengkan kepala " astaga regia, kok ngak aku aja sih yang di pilih" rengek anggi merasa iri.
"tapi dia ngak jahat kan, kalau menurut rumor sih presedir WR itu kejam dan arogan.kalau kemarin kamu gimana, ngak di apa-apa in kan" anggi masih sangat kepo perihal kemarin yang di alami sahabat nya.
"kepo banget sih, udah lah ngak penting, aku mau mandi bye" ucap nya dan berlalu meninggal kan anggi sendiri.
"re mau ke mana kamu, beresin dulu kamar aku" teriak anggi pada regia yang sudah semakin menjauh.
...----------------...
regia sudah selesai mandi ,ia ingin bercerita pada tuhan,sebelum penglihatan nya hilang di telan senja.
ia mengambil pena dan kertas kosong yang ada di laci kecil samping ranjang,dan beralih duduk di atas ranjang nya.
dear tuhan...
aku tidak tau apakah harus mengeluh atau bersyukur....
engkau memberi takdir seseorang dengan sangat tersembunyi, yang tidak bisa di tebak dan tidak bisa di jabar...
sekarang ini ,engkau memberikan orang yang berpangkat tinggi hadir dalam hidup ku..
entah hanya sebagai iklan, penyiksaan atau sebuah kebahagiaan..
aku hanya berharap semoga takdir memberi kan jalan hidup yang terbaik buat ku..
aku berdoa semoga aku bisa berguna bagi orang terdekat dan yang membutuh kan ku..
aku ingin ke bahagiaan,aku rindu keluarga ku.. aku ingin punya masa depan, tapi semua harapan itu pupus saat di mana diri ku sudah ternodai ...
perlahan mata cantik regia mengeluar kan butiran-butiran bening dan jatuh di kertas yang di berada di tangan nya,regia merangkul kedua lutut dan meneggelam kan wajah nya.
"egia rindu mama sama papa,egia capek ma,pa" lirih nya menderita.
sudah hampir dua jam, regia masih terisak tangisan, setelah merasa lega dan sedikit tenang ,ia mengangkat kepalanya.
dan iya.sekarang diri nya sudah tidak dapat melihat apapun, semua nya gelap hanya suara kebisingan malam yang setia menemaninya.
__ADS_1