Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Ibu mertua


__ADS_3

Zaliya merasa kebingungan saat dua penjaga mengintrogasi tentang kedatangan nya


"Saya mau bertemu pak erik"


"Anda siapa? Apa anda sudah memiliki janji dengan beliau'' tanya salah satu pengawal.


'' S..saya pelayan pribadi pak erik"


Suara ragu-ragu zaliya membuat dua pengawal itu menatap nya curiga.


"Gadis kecil, perusahaan kita punya aturan,tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam. Lebih baik pergi sekarang jangan ganggu pekerjaan kami" ucap salah satu pengawal dengan tegas.


erik baru saja selesai mengambil minuman untuk diri nya sendiri. Ia melihat keluar pintu utama perusahaan.


Erik merasa tidak asing dengan seorang gadis yang sedang berdebat dengan ke dua pengawal yang berjaga di luar kantor.


"Zaliya. Kenapa dia kesini" gumam nya memgerut kan alis, heran.


"Rio. Tolong taruh kan ini di meja ruangan saya"


"Baik pak" jawab rio sopan. Salah satu pegawai di perusahaan WR.


"Nona. Jangan memaksa kita bertindak kasar"


"Tuan. Saya cuman mau mengantarkan makan siang untuk tuan erik. Apa perlu sampai dipermasalah kan seperti ini''


"Seret saja dia" perintah salah satu penjaga kepada teman nya, tegas.


Zaliya ingin memberontak ketika salah satu tangan nya di pegang kuat oleh pria bertubuh bongsor di depan nya.


"Lepaskan dia '' suara berat ini membuat kedua pengawal itu langsung berdiri tagap dan memberi hormat.


" kalian, Kembali bekerja"


"Baik pak" Ucap kedua pengawal itu bersamaan kemudian kembali berdiri di dekat pintu utama.


"Sakit" tanya erik melihat tangan zaliya. Gadis itu mengangguk dengan kepala tertunduk.


"Kenapa datang kesini"


Zaliya tidak menjawab, ia dapat mendengar tertawa kecil erik,ketika tangan nya menyerah kan sebuah tas berisi makanan yang tadi di bawanya.


"Kamu khawatir sama aku" erik sedikit menunduk untuk menatap wajah zaliya yang mulai bersemu merah.


"Tuan tidak sarapan tadi pagi, tuan juga lupa makan kalau sudah terlalu fokus bekeja, jadi aku kesini untuk mengantarkan makanan tidak tau kalau akan sesulit ini bertemu tuan"

__ADS_1


"Lain kali kabari aku dulu kalau mau kesini biar aku jemput"


Zaliya mengangguk, mendongak. dengan senyum yang mengembang.


"Ayo masuk" Erik menarik lembut tangan zaliya.


Kedua orang ini menjadi sorotan mata para pekerja yang mereka lewati.


Erik tidak peduli dengan tatapan heran dan bingung dari bawahan nya, ia terus berjalan dengan santai.Menggenggam tangan zaliya dan membawa nya memasuki ruangan milik nya.


Sedang kan gadis itu hanya diam dan tertunduk malu menghadapi reaksi seperti ini.


...----------------...


setelah sampai rumah. regia langsung di bawa masuk ke dalam kamar suherli tanpa menghirau kan kedua putra nya yang masih berdiri mematung. melihat tingkah ibu mereka yang di bilang terlalu semangat.


'' kamu duduk di sini '' ucap suherli, menuntun tubuh regia untuk duduk di sofa kamar nya.


'' mama akan mengambil kan barang bagus untuk mu''


'' terima kasih ma '' balas regia enteng.


'' tidak masalah, mama senang melakukan ini''


regia tersenyum mendengar ucapan tulus dari calon mertua nya, ia merasa senang karna tidak ada penghalang yang lagi untuk membuat nya menyatu dengan excel.


'' mama tidak tau selera kamu seperti apa? nanti kalau kamu tidak ada yang suka. mama akan membawa mu ke toko untuk memilih nya sendiri... ''


'' tidak perlu, selera mama sangat bagus. aku sangat suka pilihan mama'' ucap regia setelah melihat isi dalam kotak yang berisi sebuah anting centik bernilai puluhan juta.


'' kamu lucu, cantik, baik lagi. pantas saja excel yang keras kepala bisa luluh sama kamu''


'' mama terlalu memuji. excel yang keras kepala juga beruntung, bisa punya mama penyayang dan sebaik anda. masih cantik awet muda lagi..''


suherli menggeleng di sertai kekehan kecil '' boleh mama pakai kan ini untuk mu''


'' boleh ma, apa sih yang ngak buat calon ibu mertua '' sahut regia, girang.


regia diam dengan patuh ketika suherli memasang kan anting di telinga nya.


'' ma. regia boleh tanya sesuatu sama mama '' tanya regia, ragu.


'' tanya apa sayang ''


'' bukan masalah besar kok ma. regia cuman ingin tau tentang pernikahan rosa dan excel''

__ADS_1


'' emm... masalah itu ya. lebih baik kamu tanya sendiri saja sama excel, dia pasti akan memberi tahu mu. mama percaya excel tidak akan menyembunyi kan sesuatu dari kamu'' suherli tersenyum meyakin kan dengan menggenggam tangan regia.


'' regia. mama mohon sama kamu sebagai permintaan orang tua. tolong jaga kan excel. bahagia kan dia mungkin menurut kamu ini terdengar aneh. tapi excel juga manusia, dia punya sisi rapuh yang di sembunyi kan dengan rapat hanya mau di perhati kan kepada orang terdekat. orang itu adalah kamu regia ''


suherli menatap sendu wanita muda di depan nya. regia mengenggam erat tangan suherli sekarang.


'' regia janji tidak akan mengecewa kan mama, harapan mama juga menjadi harapan aku selama ini'' kata regia yakin.


tanpa berfikir lama suherli langsung memeluk tubuh regia, pusing karna legi di hati nya.


...----------------...


'' kak, mama sama kakak ipar lagi ngomongin apa an sih. lama banget'' tanya exsino yang berjalan mondarmandir di hadapan nya.


Kamu tanya aku, aku tanya siapa. Lagian kamu ngapain bawa mama mu pulang sangat cepat" Excel menduduk kan tubuh nya kesal di sebelah exsino. Memakan buah apel yang sudah tersedia di atas meja tanpa mengupas kulit nya.


" Yee... Mama mu juga kali. Kita satu pabrik cuman beda waktu"


" Berisik " Ucap excel sarkas, melayang kan tatapan tajam ke arah exsino.


Tepat setelah excel menyelesaikan ucapan nya. Terdengar suara pintu terbuka. Excel langsung berdiri dan melangkah lebar mendekat regia.


Yang juga di ikuti oleh exsino.


" Cuman cerita-cerita masalah wanita" Sahut suherli dengan santai.


" Cerita apa? " Tanya Excel menatap wanita nya.


Regia hanya tersenyum dan mengedik kan bahu. "Aaa.... Ngak penting. Ayo ma kita pergi makan" Exsino tidak sadar, tangan siapa yang sekarang ia genggam.


"Lihat dulu, jangan sembarangan sentuh" Tegur excel menepis kasar tanag exsino yang menggandeng tangan regia.


" Ngak sengaja, khilaf. Lagian tangan kakak ipar lembut banget bikin kecanduan. Kakak ipar boleh kan adik ipar manis mu menyentuh tangan mu setiap hari"


" Kamu... " Excel menunjuk exsino dengan jari nya.


" Sudah sudah kita pergi makan sekarang. Keburu dingin makanan nya" Lerai suherlin.


Menarik tangan putra bungsunya untuk menghentikan perdebatan dengan Excel.


" Dia kurang ajar"


"Dia adik kamu " Balas regia kepada kekasih nya.


" Bukan dia anak buangan " Regia hanya mampu menggeleng menghadapi sifat keras kepala Excel yang tidak mau kalah seperti ini.

__ADS_1


" Sudah jangan marah, ayo makan. Aku sudah lapar dari tadi" Ajak regia menggandeng tangan Excel menuju ruang makan.


__ADS_2