
" gia bangun udah pagi, ada hal penting ini gawat darurat,ayo gia bangun" ucap anggi dengan menggoyang- goyang kan tubuh regia.
terdengar suara errangan dari mulut regia, tapi ia tak kunjung bangun,lantas mengambil bantal di samping nya dan menutup wajah nya.
"REGIA BANGUN" teriak anggi setelah mengambil bantal yang menutupi wajah regia.
regia duduk dengan keadaan mata terpejam.
"apa an sih anggi, aku masih ngantuk" ucap regia dengan suara serak akibat bangun tidur.
"Ee eeetz....jangan coba- coba mau tidur lagi" anggi menahan kepala regia yang ingin kembali rebah di kasur.
"regia buruan bos rohan telefon kamu udah dari tadi" anggi menjelaskan apa yang membuat nya membangun kan regia pagi ini.
" masalah apa ngi, kan sekarang kita libur" sahut regia malas.
"aku juga ngak tau, coba kamu pikir-pikir, apa mungkin kamu ngelakun kesalahan kemarin" anggi menebak, karna ia juga tau kemarin regia pertama kali masuk bekerja.
regia mencoba mengingat-ngingat kejadian kemarin, mata nya yang sedari tadi terpejam tiba- tiba terbuka,hal itu membuat anggi terlonjak kaget.
"kamu ngapain sih pakek kayak gitu, ngaget in tau" ucap anggi sambil memukul lengan regia.
"ngi ,kamu benar ,aku kemarin setelah bangun dari tidur langsung pergi tanpa meminta izin dari tuan yang menyewaku" regia cemas apa mungkin hal ini yang membuat bos rohan menelfon nya.
"kamu sih, pasti si tuan itu yang lapor pada bos" ucap anggi ikut cemas.
"terus aku gimana ngi"
" ya udah kamu telfon balik bos rohan, terus tanya ada apa, gitu" anggia mencoba memberi solusi.
" enggak ah, aku takut,udah lah ngak usah di bahas, berpikir positif aja " elak regia .
__ADS_1
belum sempat anggi bicara, suara dering terdengar memecahkan keheningan.
Dreeettt
anggi membuka ponsel nya , bibir nya berbentuk O ketika melihat nama orang yang sedang memanggil nya.
" siapa ngi " tanya regia heran.
"boss rohaan, gia, " jawab anggi gugup.
"jangan bohong" elak regia tak percaya, lalu merampas ponsel di tangan anggi.
seketika ekspresi regia sama dengan anggi, tanggan anggi menutup mulut regia yang sudah terbuka lama.
"ngak usah kelamaan mangap nya entar masuk tuh nyamuk, udah angkat aja biar lebih jelas" final anggi.
" oke oke... tenang " ucap regia.
"Halo, anggi " ucap rohan.
regia memencet tombol sepiker agar keduanya dapat mendengar apa yang mau di bicarakan bos rohan.
" iya bos , ada apa" sahut anggi.
"regia ada, saya mau bicara dengan dia "
"ee iya bos ada, biar saya panggil kan" anggi memberi isyarah untuk jangan bicara dulu.
regia menarik nafas ,ia mencoba menormal kan diri nya, anggi kembali menyuruh nya untuk bicara.
" halo bos saya regia ,ada apa ya bos"
__ADS_1
" kamu datang ke sini sekarang, ada hal penting yang mau saya bicara kan dengan kamu" perintah rohan.
"iya bos, saya akan kesana" jawab regia meyakin kan.
" ya sudah, saya tunggu kamu 15 menit " rohan langsung memutuskan sambungan, tanpa menunggu jawaban regia.
"bos taa...pi bos, yah kok langsung di mati in sih" regia berdecak kesal.
"udah ngak usah buang waktu, buruan mandi bos rohan udah nunggu" timpal anggi.
"iya iya bawel banget ibu anggi" ucap regia malas "emang nya kenapa kalau si rohan nunggu" lanjut regia.yang langsung mendapat hadiah tonyyoran di kepalanya.
" jangan kurang ajar regia rohan itu bos kita,dan lagi aku masih muda bukan ibuk-ibuk" jelas anggi.
"emang nya kenapa, lagian si rohan juga ngak bakal tau kalau aku manggil dia gitu, kok kamu ngak terima sih ngi'' cetus regia.
"apa jangan-jangan .. "teliti regia sambil menunjuk dengan jari telunjuk nya ke arah anggi."kamu suka sama si rohan" lanjut regia.
anggi melotot ke arah regia, regia sudah tau akan seperti apa reaksi anggi, sebelum anggi membuka mulut regia sudah lari ke kamar mandi.
"REGIA kamu keterlaluan,mau kemana kamu" anggi menyusul regia.
sebelum masuk regia masih sempat menoleh ke arah anggi, dan menjulurkan lidah nya.
anggi semakin kesal, tapi ia terlambat regia sudah masuk kamar mandi dan menguncinya.
DukDukDuk...
"regia awas nanti ,akan aku cabik- cabik tubuh kamu" anggi pergi berlalu meninggal kan regia yang sudah ada di dalam kamar mandi.
"heheheh.....seru juga gangguin si anggi"ucap regia di balik pintu kamar mandi, dengan tertawa kecil.
__ADS_1