Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Obat misterius


__ADS_3

rohan memberhenti kan mobil nya di tepi jalan yang masih begitu ramai orang berlalu lalang karna waktu masih tidak terlalu siang.


anggi melihat ke samping " kenapa tuan " tanya nya menatap rohan yang sekarang juga berbalik menatap nya.


" seharus nya yang bertanya kenapa itu saya " sela rohan " kenapa kamu tiba-tiba merampas gelas itu dan menjatuh kan nya " sambung nya dengan serius.


" masalah itu ya " tidak tau harus di mulai dari mana "sebenar nya aku tadi melihat ada sebuah obat yang di masukin ke dalam gelas itu" jelas anggi to the poin.


rohan mengerut kan kening nya " obat, obat apa yang di masukkan " rohan bertanya dengan heran.


" entah lah, yang jelas obat itu berbentuk sebuah pil kalau tidak salah warna nya putih dan agak sedikit besar " jelas anggi.


rohan mencoba berfikir dengan sebuah pil yang anggi bicarakan " menurut kamu pil apa yang akan mereka berikan untuk ku " sambung nya yang tak dapat apapun setelah berfikir keras.


" tidak tau juga tuan, yang pasti kedepan nya harus lebih waspada dengan orang bernama jacson ini " ucap anggi.


" kenapa, menurut ku dia tidak terlihat seperti orang jahat " sahut rohan.


anggi menggigit bibir bawah nya, entah harus bagaimana menjelas kan kepada rohan tentang kecurigaan nya terhadap pria berperut buncit yang baru saja di temui nya.


anggi menghela nafas sebelum memulai penjelasan yang akan terasa begitu panjang itu.


" apakah tuan tidak merasa aneh dengan penanda tanganan kontrak yang tuan jacson lakukan, menurut ku kontrak sebesar itu tidak mudah untuk orang mengiyakan dengan begitu cepat, kalau memang ada mungkin ada maksud lain yang dia inginkan dari tuan, entah apa itu?semua masih belum kita ketahui karna kalau dilihat dari segi keuangan tuan jacson juga tidak kekurangan jadi lebih baik waspada dulu sebelum hal yang tak di ingin kan itu benar-benar terjadi "


ucap anggi dengan cepat seolah tidak mengingin kan rohan menyela perkataan nya.


rohan mencerna baik-baik penjelasan panjang lebar yang anggi sampai kan barusan, ia sekarang mengerti menempat kan anggi sebagai asisten nya adalah hal yang tepat.


selain memiliki beberapa keahlian anggi juga memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi dengan alasan yang masuk akal untuk di mengerti.


" semua ucapan kamu memang benar, seperti nya aku lebih membutuh kan mu kedepan nya untuk melindungi ku " ujar rohan dengan pasti.


anggi mengangguk dengan cepat " tuan tenang saja saya pasti akan menjadi mata kedua tuan untuk berjaga-jaga waktu tuan bekerja " sahut nya dengan semangat.


rohan tersenyum mendengar penuturan anggi yang di rasa begitu imut, tanpa terasa tangan rohan terangkat untuk mengelus pucuk kepala anggi.


semburat merah menjalar di pipi anggi, rohan segera kembali menghadap ke depan ketika sadar dengan perlakuan nya ia juga tidak mengerti kenapa diri nya bisa malu hanya karna melakukan hal kecil ini.

__ADS_1


" kita kembali ke kantor sekarang " ucap rohan dengan tegas untuk menutupi keadaan nya yang sedang malu.


anggi hanya terkekeh kecil melihat kelakuan salting rohan yang terus berusaha menutupi nya, dan tetap ingin terlihat cool.


...----------------...


regia menunduk kan wajah tangan nya meremas ujung kemeja nya, ia sesekali melirik ke arah excel yang terus menatap nya tajam.


"kenapa bisa datang terlambat " tanya excel serius dan terus memper lihat kan aura dingin.


" maaf tuan, saya bangun kesiangan karna susah tidur kemarin " jelas regia 'jelas-jelas ini semua salah nya kemarin membangun ku membuat ku sulit untuk kembali tidur, tapi sekarang malah menyalah kan ku" gerutu regia dalam batin.


"apa yang kamu fikir kan sampai tidur saja bisa bilang sulit" ucap excel menuntut penjelasan.


'benar sekarang dia menanyai ku sebagai atasan jadi aku bisa menyalah kan nya sebagai pasangan' regia kembali membatin.


" ini semua salah pacar ku tuan, kemarin malam dia menelfon ku padahal tidak ada perlu apapun aku tidak tau kalau punya pacar bisa begitu merepot kan dia hanya bisa menggagu waktu istirahat dan selalu mengambil ke untungan dari ku''


''aiih sekali lagi maaf tuan membuat anda mendengar kan kisah cinta saya yang begitu menyedih kan ini, saya pasrah kalau anda mau memotong gaji terserah anda saya terima '' ujar regia dengan tampang yang di buat menyedih kan.


kedua sudut bibir excel tertarik ke atas mendengar ucapan regia yang sedang menyindir nya dengan halus.


regia tersenyum semanis mungkin " tidak perlu tuan, anda sudah terlalu sibuk bekerja lebih baik saya selesaikan sendiri urusan pribadi saya" elak regia ketika melihat gambaran aneh dari ekspresi yang excel berikan.


excel semakin melangkah maju mendekati regia " seperti nya kehidupan mu sudah terlalu sulit bagaimana kalau gaji kamu tidak akan saya potong, tapi berhenti dari pekerjaan ini " ucap excel setelah berada tepat di depan regia.


regia membulat kan mata " tuan kamu tidak.... " belum selesai berbicara excel dengan cepat membungkam mulut regia, tangan nya memeluk pinggang kecil regia dan mulai memejamkan mata.


" kamu mengambil keuntungan lagi dari ku " kata regia dengan nafas yang memburu dan pipi merona.


excel menatap manik mata regia " benarkah, kelihatan nya pacarku juga menikmati " balas excel.


excel membungkuk kan tubuh nya dan beralih menciumi leher jenjang milik regia " excel berhenti kita masih di kantor " regia mendorong tubuh besar excel.


excel menghentikan aksi nya " jadi kalau bukan di kantor masih bisa lanjut " ucap excel dengan senyum menggoda.


" bukan begitu maksud aku " cebik regia mulai kesal dengan excel yang terus berpura- pura tidak mengerti.

__ADS_1


excel tidak ingin mendengar lagi ocehan regia ia dengan cepat menarik tangan regia untuk duduk di sofa dan mengambil sebuah tablet berwarna putih di atas meja.


" kamu beneran mau aku berhenti ya" tanya regia merasa sedih, excel hanya tersenyum dan menggeleng kecil " aku tadi cuman bercanda kamu jangan menganggap nya serius " lanjut regia yang tak mendapat jawaban apapun dari excel.


excel mengalih kan pandangan nya dari tablet dan menatap regia " aku tau, tapi regia aku mau kamu berhenti untuk mengelabuhi seseorang, apa tiga hari ini kamu tidak merasa kalau ada orang yang membuntuti mu setiap kamu keluar dari rumah " tanya excel.


regia mencoba berfikir " aku memang merasa seperti itu tapi setiap kali aku melihat ke belakang, aku tidak menemukan seseorang yang mencurigakan mungkin itu cuman perasaan aku saja" mencoba menenang kan excel.


" tidak, memang benar ada orang yang mengikuti mu akhir- akhir ini " menyerah kan tablet yang memutar kan sebuah vidio.


regia terkejut melihat vidio yang sedang di putar nya sekarang ia terus melihat dengan tatapan tak percaya.


" aku masih belum tau apa tujuan nya mengikuti mu, kamu jangan takut aku sudah menyuruh seseorang untuk terus berjaga di sekitar mu "


regia mematikan tablet dan kembali menatap excel " aku tau kamu pasti sudah memiliki persiapan sebelum nya, tapi aku tidak bisa berhenti bekerja " balas regia sambil menyerah kan tablet kepada excel.


excel menghembus kan nafas kasar " jangan khawatir tentang uang aku... " excel memberhenti kan ucapan nya ketika jari regia berada di bibir nya.


"aku tau kamu khawatir tapi excel kalau aku berhenti kita tidak akan tau apa tujuan mereka, bisa jadi target mereka bukan aku tapi kamu"


regia menjatuh kan tangan nya di pundak excel.


" percaya lah biarkan aku mencoba menghadapi nya, kalau aku selalu lari dari masalah dan terus berlindung di belakang mu, mungkin aku selama nya akan menjadi penakut yang selalu mencari naungan ''


regia menatap excel dengan sendu " tapi aku tidak butuh kamu untuk menjadi kuat ada aku, aku yang akan terus melindungi mu '' sarkas excel.


tangan regia beralih memeluk tubuh excel dan menyandarkan kepala nya di dada bidang nya.


'' benar kamu tidak butuh aku lindungi, tapi excel aku juga perlu melatih mental ku untuk menjadi lebih kuat dan berani, dengan begitu aku akan merasa pantas berdiri di samping mu dan menjadi teman hidup mu selamanya'' final regia yang berhasil membuat bungkam mulut excel.


" kamu percaya kan sama aku " ucap regia kembali, setelah sedikit melonggar kan pelukan nya.


excel tersenyum " iya aku sangat percaya padamu, ingat satu hal boleh berjuang tapi jangan berlebihan, kalau kamu sudah tidak bisa bertahan jangan memaksakan diri yang akhir nya membuat mu terluka, aku tidak suka itu''


balas excel dengan wajah yang belum bisa di bilang tenang.


" baiklah aku mengerti, terima kasih pacarku yang baik '' sahut regia bersemangat.

__ADS_1


regia kembali berhambur kepelukan excel dan menciumi aroma tubuh excel yang mungkin sekarang menjadi candu nya.


excel membalas pelukan regia, ia meletakkan dagu nya di atas kepala regia dengan tangan yang megelus punggung regia, untuk memberikan kenyamanan bagi wanita nya sekarang.


__ADS_2