
Dreett...
'' Excel ponsel kamu bunyi '' ucap regia, menyerah kan iPhone milik Excel.
Excel menyipit kan mata melihat nomor siapa yang sedang memanggil, nomor yang asing. Excel tidak ber fikir panjang, ia lengsung memati kan panggilan tanpa mencari tahu siapa orang di balik ponsel itu.
'' siapa? '' tanya regia.
Excel semakin ber peluk erat pada tubuh istri nya " orang iseng, tidak penting ''
'' ohh'' regia mengangguk faham, tangan nya beralih mengusap lembut punggung suami ke sayangan nya.
'' Excel '' panggil regia.
'' kenapa sayang '' suara berat excel terdengar khas orang bangun tidur, tangan kekar nya menelusup kan anak rambut yang menutupi wajah regia ke belakang telinga.
'' masalah kemarin, aku minta maaf. seharus nya aku tidak perlu marah-marah, dan menyalah kan kamu''
regia ber kata lirih, sebenar nya ia masih takut untuk membahas tentang ini dengan Excel. tapi regia mangakui ini kesalahan nya, dan perlu untuk meminta maaf.
Excel menarik dagu Regia ketika wanita itu menatap ke bawah, menghindari kontak mata dengan nya.
'' aku tidak masalah, jadi jangan sedih '' Excel mengusap lembut pipi mulus regia.
hati regia ber debar, setiap mendapat perlakuan lembut Excel. senyum Lelaki ini begitu memikat meski sudah sering regia lihat.
'' kenapa kamu tidak marah juga sama aku kemarin, padahal kamu juga tidak tahu letak kesalahan kamu di mana ''
'' kalau aku juga marah, terus siapa yang akan mengerti. hubungan bisa bertahan karena saling melengkapi, bukan hanya mengamati, tapi juga mengalah untuk setiap masalahan''
regia tersenyum bahagia, tanpa di pungkiri perasaan nya sangat lega sekarang. regia semakin mendekat kan tubuh nya pada Excel, mendekap erat tubuh gagah pria itu dengan perasaan senang yang tak bisa di gambar kan.
baru saja suasana suami istri itu romantis, tapi sekali lagi ngangguan datang menghancur kan nya, Excel kembali meraih iPhone nya dengan kesal.
__ADS_1
'' angkat saja, sayang. siapa tahu memang ada perlu penting'' regia ber kata menenang kan.
Excel melaksana kan dengan patuh '' mau kemana. diam saja di sini, temani aku'' Excel menahan tubuh regia ketika wanita itu hendak bangkit dari posisi nya.
'' baiklah '' regia ber kata pasrah, kembali ke dalam pelukan hangat sang suami. Excel membelai rambut panjang regia, dengan satu tangan nya mengangkat panggilan telepon.
'' Hallo '' ucap Excel dingin.
'' teman macam apa, Excel. setelah menikah lupa mengabari teman nya ''
Excel mengernyit heran, masih belum mengenal siapa yang di sana '' maaf, ini siapa ya? ''
regia bertanya dengan dagu nya yang di Jawab gelengan kepala oleh Excel.
'' sial, aku John, Excel. masih tidak ingat juga ''
'' oh, aku lupa kalau pernah punya teman yang nama nya juhn... ''
'' John Excel, pakai O. kebiasa an ingat john bukan juhn ''
'' berisik, kenapa menelfon ku se pagi ini. kalau tidak ada hal penting, aku tutup.. ''
''Eeh jangan, ini penting'' ucap John menyela pembicara an excel.
'' aku ke kamar mandi ya, sayang '' bisik regia.
Excel tidak mengizin kan '' tidak, sebentar lagi, aku masih mau peluk ''
'' bro, sok romantis ''
'' aku tutup '' Excel berkata tegas.
'' bercanda, dua hari lagi ada acara peresmian gedung milik ayah. kamu bisa kan datang, ajak saja istri kamu ibu ingin ber temu dengan dia''
__ADS_1
'' akan aku pertimbangan '' jawab Excel.
John men desah, lelah ''ayolah kawan, ini kesempatan kita bisa kumpul, misella juga akan hadir di sana ''
'' aku tidak bisa ber janji John, hanya saja akan aku usaha kan''
'' baiklah, kau tetap sama seperti dulu, keras dan angkuh. sungguh aku ingin tahu istri mu seperti apa yang sekarang....''
Excel memutus kan sambungan sepihak, lalu menatap regia yang sejak tadi mengamati nya.
'' acara apa? ''
volume iPhone Excel memang tidak keras tapi samar-samar regia masih bisa mendengar apa saja yang lelaki itu bicara kan.
'' peresmian gedung, kita di undang. kamu mau datang, kalau tidak... '' regia menyela ucapan Excel.
''Misella juga akan datang ''
Excel mengangguk kan kepala '' kalau kamu, datang apa tidak? '' tanya regia.
'' terserah, ikut ke mau an kamu '' Excel melempar senyum Santai.
'' aku mau datang, kamu tidak keberatan kan''
regia sengaja ber kata demikian, menunggu akan bagaimana reaksi Excel.
'' tentu, aku takut akan ada yang suka dengan istri ku. kalau aku juga tidak ada di sana ''
tangan Excel bergerak menyentuh pipi regia lalu mengecup bibir manis ke suka an nya singkat.
'' kamu terpaksa '' regia menatap mata kelam Excel intens, mengusap lembut rahang kokoh suami nya.
'' tidak, asal dengan satu pelukan hangat ''
__ADS_1
kedua tersenyum singkat, lalu kembali berciuman dengan sangat ber gairah.