
matahari bersinar cerah hari ini, membuat dunia terlihat lebih hangat,banyak orang yang bekerja keras dan tak mempedulikan keringat yang membasahi tubuh nya.
regia terlihat lebih semangat untuk bekerja hari ini,kini ia sudah berada di dalam mobil sebelah supir, sedangkan excel sendirian berada di kursi belakang.
regia menatap excel yang sedang fokus dengan laptop nya dari sepion kaca di depan yang menghadap ke belakang.
excel merasa kalau ada orang yang sedang melihat nya, regia segera mengalih kan pandangan, ketika excel juga melihat pada nya.
'regia ngapain sih kamu ngeliatin si wajah datar, kalau ketahuan gini gimana,malu sendiri kan' batin regia,dengan menatap ke luar kaca mobil.
setelah sampai excel langsung bergegas ke ruangan nya, semua penjaga selalu melakukan pengawasan dan memberi hormat, seolah olah hal itu sudah di wajib kan bagi nya untuk selalu siap siaga.
excel langsung duduk di tempat kerja nya, lalu bengambil beberapa dokumen untuk di periksa ulang, setiap hari nya hanya di sibuk kan dengan bekerja.
regia duduk di sofa, ia merasa tidak nyaman, karna pekerjaan nya sangat lah ringan, tetapi bayaran yang di terima sangat tinggi.
regia melihat keluar ruangan excel yang terlapisi dengan kaca transparan, regia mendapati tuan presedir sedang memijat pangkal hidung nya dari pantulan kaca.
kondisi nya terlihat tidak baik sekarang.
"tuan, apakah anda membutuh kan sesuatu " ucap regia, setelah berdiri dan berada di samping excel.
"tidak, saya hanya sedikit pusing, sebentar lagi juga akan membaik" elak excel.
"tapi tuan wajah anda terlihat pucat,apa perlu saya panggil kan pak erik"
"jangan pergi"excel menahan tangan regia, ia melihat raut wajah regia sekarang yang benar-benar sedang menghawatir kan diri nya.
" tidak perlu,saya hanya butuh istirahat sebentar"
"baiklah tuan" sebenar nya regia sangat menghawatir kan tuan nya, ini baru pertama kali regia melihat majikan nya tidak berdaya ,setelah eman hari bekerja bersama.
belum sempat berdiri, excel merasakan sakit yang begitu hebat di perut nya.
"Aaggrrh..." jerit kesakitan yang keluar dari mulut excel semakin membuat regia cemas.
excel memejamkan mata,tangan kanan nya memegang perut nya, sedangkan tangan kiri excel masih setia menggengagam tangan regia.
"tuan lebih baik kita ke rumah sakit ,atau memanggil dokter ke sini,kalau di biar kan takut nya semakin parah" regia memaksa excel supaya setuju dengan pendapat nya.
regia membantu excel berdiri dan membantu memapah nya berjalan, excel menatap regia yang sekarang sedang mencemas kan dirinya.
'tidak tau kenapa, meskipun aku merasakan sakit di sekujur tubuh ku, tapi aku merasa bahagia karna melihat dia sangat menghawatir kan keada an ku' batin excel.
excel sudah tidak bisa menahan rasa sakit itu, kaki nya terasa lemas, ia sudah tidak bisa berjalan lagi, tubuh nya jatuh di atas permukaan lantai yang dingin.
regia dengan sigap mengambil kepala excel ke dalam pangkuan nya, excel mengerutkan kening ,kesadaran nya perlahan mulai menghilang.
__ADS_1
"tuan, tidak jangan menutup mata,tuan harus kuat, tolong....tolong...." regia menangis, ia sangat takut sesuatu terjadi pada tuan nya.
kalau sampai ia, pasti diri nya yang akan di salah kan karna di ruangan ini, hanya ada dia dan tuan nya.
...----------------...
regia menatap kosong lantai rumah excel, setelah excel tidak sadar erik datang dengan beberapa orang, tetapi excel tidak di bawah ke rumah sakit, malah kembali kerumah nya sendiri.
regia juga tidak mengerti kenapa erik melarang keras pendapat regia,agar excel di bawah ke rumah sakit.
"apa yang terjadi dengan presedir,kenapa beliau bisa kesakitan sampai pingsan seperti itu" erik terlihat sangat cemas.
sebelum menjawab dokter mizan mencari posisi yang nyaman, ia duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu milik excel,dan langsung di ikuti erik dan regia.
"presedir mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, salah satu nya beliau kurang istirahat yang cukup, hal itu membuat presedir sering merasakan pusing"
erik dan regia mencoba menjadi pendengar terbaik sekarang dengan apa yang ingin di sampai kan dokter mizan,tidak ada yang berbicara di antara mereka.
"dan lagi presedir excel terkena maag keronis"
"dokter tidak sedang bercanda kan" erik merasa gagal menjaga tuan nya,begitu pun regia.
"saya tidak akan berbohong masalah kesehatan tuan, kalian harus benar-benar menjaga pola makan nya, karna tuan tidak akan memikir kan hal itu, saya akan berikan resep obat nya di rumah sakit" dokter mizan berdiri.
"regia kamu jaga presedir, saya akan mengantar kan dokter mizan dan mengambil obat" perintah erik.
"baik pak"
...----------------...
siapa yang tidak takjub dengan ke tampanan peresedir WR, alis tebal dengan mata tajam nya terlihat sangat kejam.
tapi hidung mancung dan bibir merah muda nya terkesan sangat sempurnah,perpaduan itu di jadikan satu yang menimbul kan aura sangat mempesona.
regia tidak henti henti menatap tuan nya yang masih memejamkan mata,selama ini ia harus susah payah agar bisa memandang wajah itu.
tapi sekarang regia bisa melihat dengan sepuas nya, tanpa harus ketahuan oleh sang empunya.
erik berjalan masuk ke kamar excel, dan menaruh obat nya di laci kecil samping kasur excel.
regia berjalan mendekati erik,dan berdiri di samping nya.
"pak erik,apa dokter mizan tidak memberi tahu kapan presedir bisa sadar kembali"
"perkiraan dokter mizan,presedir tidak akan sadar sekarang tapi besok"
"kenapa bisa besok,apa tuan akan baik-baik saja" regia heran dengan ucapan erik.
__ADS_1
"ini bukan efek dari obat bius itu,tapi karna tubuh tuan sendiri sangat lemah sekarang" erik mengusap wajah nya lelah.
bukan karna diri nya yang membuat lelah tapi rasa bersalah pada tuan nya yang membuat diri nya tidak punya tenaga.
"pak ,apa sebaik nya tuan di bawa ke rumah sakit,di sana beliau akan bisa mendapat kan pengobatan yang baik" regia mengulagi pendapat nya lagi.
"kamu tau seberapa banyak musuh presedir di luar sana" erik menatap tajam regia.
"kalau mereka tau keadaan presedir sekarang, itu sangat membahaya kan nyawa nya" regia tertunduk, ternyata erik melakukan semua tugas nya dengan sangat ber hati-hati.
" maaf pak saya tidak mengerti tentang hal itu" regia merasa bersalah dengan apa yang di ucap kan nya tadi kepada erik.
"sudah lah, kamu boleh pulang sekarang,biar presedir saya yang jaga, kamu terlihat lelah hari ini, guna kan waktu nya untuk istirahat,karna besok kamu masih harus bekerja menjaga presedir"
"baik pak"
regia berlalu pergi keluar kamar excel, erik menghembus kan nafas kasar melihat kondisi presedir nya sekarang, yang masih setia memejamkan mata.
...----------------...
regia sudah berada di kamar tuan nya pagi ini, ia sengaja datang lebih awal karna merasa tidak tenang dengan keadaan sang majikan.
erik langsung pergi ke kantor setelah melihat regia datang, erik tidak merasa lelah,meskipun menjaga presedir semalaman.
tetapi excel masih saja setia menutup mata nya, excel masih belum sadar dari kemarin, regia mencoba mendekati kasur excel ketika melihat tangan nya sedikit bergerak.
"tuan apa anda sudah sadar,tuan " ucap regia sesampai nya di dekat excel,ia tidak berani menyentuh tuan nya.
meskipun hal itu sangat di ingin kan,tetapi regia tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.
parlahan mata excel terbuka, excel mencoba menjernih kan panda ngan nya, memejam kan mata nya beberapa saat kemudian membuka nya kembali.
"tuan kalau anda membutuh kan sesuatu, minta saja kepada saya,jangan bangun dulu kondisi tuan masih belum stabil" kata regia,setelah melihat excel ingin bangun dari posisi nya.
" aku kenapa lemes banget" excel bertanya dengan suara yang terdengar gemetar.
"tuan tidak apa-apa, hanya butuh istirahat beberapa hari,dan tuan tidak perlu cemas pak erik yang mengerjakan pekerjaan anda di kantor" regia mengerti dengan tuan nya, sesuatu yang paling di khawatir kan pasti lah perusahaan.
excel mengangguk faham,tangan nya meremas kuat perut nya yang terasa sakit,mata nya terpejam hingga kening nya mengerut.
"tuan saya akan menelfon pak erik, tuan harus bertahan, jangan sampai kehilangan kesadaran lagi" regia panik melihat ekspresi excel yang sedang kesakitan, tanpa sadar tangan nya menggenggam tangan excel.
"halo pak,pak tuan sudah sadar, tapi tuan merasa kesakitan,saya tidak tau harus berbuat apa" ucap regia setelah panggilan nya tersambung.
"regia kamu jaga tuan jangan sampai kehilangan kesadaran,saya akan ke sana sekarang dengan dokter" jawab erik menenang kan.
"baik pak,mohon di percepat pak kasihan tuan" suara regia terdengar serak karna takut, erik memutus kan panggilan nya.
__ADS_1
kedua tangan regia menggenggam tangan kanan excel,air mata yang sedari tadi di tahan sudah tidak bisa di bendung lagi.
"tuan harus kuat,regia janji akan menjaga tuan dengan baik setelah nya" lirih tapi masih mampu di dengar oleh excel.