
regia tidak peduli dengan ketukan pintu kamar nya yang sedari tadi ia abaikan, ia merebah kan tubuh dan menutup telinga nya dengan guling.
'' Regia keluar, aku tau kamu masih bisa mendengar '' ucap excel sedikit berteriak di balik pintu kamar regia.
'' kalau kamu masih ngak buka pintu nya di hitungan ke tiga, aku akan dobrak pintu ini''
'' satu dua tiga seper empat, tiga setengah tiiii...''
Ceklek...
''ga '' sambung excel setelah regia membuka pintu kamar dan sekarang berada di depan nya, masih dengan tatapan kesal.
'' berisik banget, ada apa '' ucap regia malas mengalih kan pandangan nya.
'' sudah dari tadi aku memanggil mu, kenapa baru keluar '' tanya excel.
'' kasihan aja sama pintu nya, takut lecet '' sahut regia acuh tak acuh.
excel merasa kesal dengan jawaban regia yang sedang menyepele kan nya '' bukan pintu nya yang lecet, tapi tangan aku yang memar ''
'' kan ngak ada yang nyuruh kamu buat ngelakuin itu, itu kemauan kamu sendiri. kenapa sekarang memberi tahu ku''
regia tak mau kalah dan terus menatap ke arah mata elang milik excel '' Akhhh.... '' teriak excel, setelah meninju tembok yang berada tepat di sebelah kepala regia.
excel merasa nyaman setelah melampias kan amarah nya, regia panik ketika melihat tangan excel yang sudah dari awal memar, sekarang mengeluar kan darah dengan luka terbuka.
'' kamu gila '' ucap regia mengambil tangan excel dan meniup nya '' ini pasti sangat sakit '' lanjut nya dengan cemas.
excel menepis tangan regia '' ngak perlu, perhati in aja tembok nya. kasihan ada darah aku yang masih menempel'' sahut nya kesal.
'' bawel banget '' solor regia mengambil kembai tangan excel dan menarik untuk masuk ke kamar nya.
'' duduk '' perintah regia dengan tegas '' diam '' ujar nya setelah melihat excel ingin membatah.
regia berjalan mengambil kotak p3k di laci putih dekat kasur nya, kemudian mengambil posisi duduk di sofa kamar sebelah excel.
regia mengobati pinggung tangan excel yang terluka dengan telaten, excel meringis kesakitan ketika regia dengan sengaja menekan luka nya.
'' jangan di ulangi lagi, aku tidak suka pelampiasan yang nyakitin diri kamu sendiri '' regia membuka suara dengan tidak mengalih kan pandangan nya.
'' aku lebih takut mengucap kan perkata an kasar kalau tidak lebih cepat melampias kan nya''
'' ya jangan ngalakuin kedua-dua nya kalau gitu'' timpal regia dengan menatap wajah excel.
__ADS_1
'' orang kalau emosi ngak bisa ngelakuin hal jernih ''
'' lalu, suruh siapa kamu emosi? "
" kamu lupa, kalau kamu yang memancing emosi aku'' ucap excel yang mulai kesal.
'' tapi kamu kan yang mulai duluan '' ucap regia yang juga emosi menanggapi ucapan excel.
'' kok aku lagi yang salah ka..... Aaaaww..... '' excel menjerit kesakitan ketika regia menekan tangan nya dengan kuat.
'' ya... aa aku.. salah.... '' ucap excel kembali, regia menatap tajam ke arah excel dan melepas genggaman nya. kemudian berdiri untuk meletak kan kembali kotak p3k nya.
'' regia, aku mau ngomong sesuatu sama kamu'' ujar excel dengan serius, setelah regia mengambil posisi duduk di sebelah nya.
'' masalah apa '' tanya regia yang juga mulai serius menanggapi ucapan excel.
'' dua minggu ke depan kamu jangan keluar ke mana-mana dan tetap berada di rumah '' regia merasa ada yang aneh dengan perkataan excel.
''bukan nya kamu sudah mengurung ku satu minggu ini, tidak memperboleh kan ku keluar sebelum penyakit ku sembuh total'' sahut regia mengingat kan kembali ucapan excel.
'' iya, meskipun dalam waktu dua minggu ini kamu sudah sembuh total. tetap, tidak boleh keluar rumah. dengan begitu kamu aman dan aku merasa tenang''
'' kenapa, ada apa dengan dua minggu ke depan? "
'' tapi kenapa kamu berbicara seolah memperi ngat kan ku, kalau akan ada bahaya. masalah apa yang akan kamu hadapi di sana'' tanya regia kembali.
regia tidak mengerti dengan perasaan cemas yang sekarang melanda nya, juga ada rasa takut yang tiba-tiba datang menyelimuti diri nya.
'' entah lah, aku juga tidak mengerti. tapi aku merasa ada sebuah dorongan untuk memberi tahu mu tentang ini''
'' kalau aku meminta mu tidak pergi, apa kamu akan menuruti nya dan tetap tinggal di sini'' mata regia mulai terasa memanas ketika melihat wajah excel yang sedang menatap nya sendu.
'' tidak bisa, aku harus tetap pergi. jaga diri kamu baik-baik di sini, jangan mencemas kan ku. aku sudah menaruh lebih banyak orang untuk berjaga-jaga di sini untuk memasti kan ke amanan mu'' ucap excel.
regia jelas tau kalau excel hanya ingin membuat nya tenang dan akan terus melindungi nya meskipun dari jarak jauh.
'' tapi kamu, apa keamanan mu sudah terjamin '' regia sudah tidak bisa menahan nya, perlahan air mata yang regia bendung kini sudah meluncur deras membasahi pipi nya.
'' aku sudah bilang jangan mencemas kan ku, aku bisa menjaga diri ku sendiri juga ada erik yang pergi bersama ku. jangan berfikiran yang tidak-tidak, tetap diam di sini dan tunggu aku pulang, yah''
excel menarik tubuh regia ke dalam dekapan nya dan mengelus lembut punggung regia untuk memberi wanita nya ketenangan.
'' iya, janji harus pulang dengan selamat? " kata regia dengan wajah yang masih ter basahi air mata.
__ADS_1
excel mengangguk dengan cepat dengan senyum mengembang, yang dapat membuat hati regia sedikit lebih tenang.
Tok tok tok...
'' tuan, nona. ada tamu yang sedang menunggu anda di ruang tamu '' ucap bi liu yang sudah berada di ambang pintu kamar regia.
'' iya terima kasih bi '' sahut excel.
''siapa el '' tanya regia, tangan kekar excel mengusap lembut pipi regia untuk mengusap jejak air mata yang masih basah.
'' kamu akan tau sendiri nanti, ayo keluar '' ajak excel mengulur kan tangan nya.
regia menerima uluran excel, dan pergi menuju ruang tamu kediaman wapurma. regia tampak sangat bahagia setelah mengetahui siapa yang datang bertamu.
'' Anggi '' sapa regia penuh semangat.
regia melepas genggaman excel dan ber lari kecil ke arah anggi yang juga sedang berjalan mendekati nya.
'' aku kangen banget ngi ''
'' sama re, aku juga kangeeenn... banget sama kamu '' ucap ke dua nya yang masih berpelukan erat.
'' berat badan kamu turun re, apa excel tidak memberimu makan'' ujar anggi setelah melepas pelukan nya.
'' mata kamu sembab, kamu habis menangis barusan. kenapa? apa excel menyiksa mu" anggi menangkup wajah regia.
'' ngak ada, excel sangat baik sama aku. kita cerita di kamar aku aja biar ngak ganggu mereka '' ajak regia dengan menunjuk ke dua lelaki yang sudah berbincang di sofa ruang tamu.
'' excel aku mau bicara di kamar sama anggi '' pamit regia yang mendapat anggu kan dengan cepat dari excel.
'' ayok ngi, ada banyak yang mau aku ceritain sama kamu. telinga kamu sudah siap kan ngedengerin nya''
'' siap, bahkan aku sudah membersiap kan nya dari tadi '' jawan anggi dengan semangat
...----------------...
NEXS
********
From autor...
jangan lupa terus dukung autor dengan like, komen, favorit, vote juga tekan bintang lima, hadiah nya jangan lupa hehehe.....
__ADS_1
terima kasih semua nya...