Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
perminta an regia


__ADS_3

Excel mendongak,menghadap kan wajah nya ke langit. Merasa kan tetesan air hujan mengenai permuka an kulit wajah nya.


Udara dingin terselimuti di diri nya, bibir merah natural itu terlihat pudar karena pucat, tapi semua itu tak ia rasa. Hanya satu kata yang tepat untuk menggambar kan penderita an nya sekarang. Terluka.


" Excel"


Seorang berteriak memanggil nama nya, Excel memaling kan wajah dan melihat regia berdiri tepat di depan pintu rumah dan menatap ke arah nya.


Excel berlari mendekat setelah regia menjulur kan tangan nya dengan ekspresi berkata ' kemari lah'


Kedua tangan regia menangkup wajah basah Excel " Dingin?" Tanya regia.


Excel menggeleng dengan tersenyum tenang " bohong, kenapa tidak berteduh. Kamu lupa terakhir kali terkena hujan, tubuh mu langsung demam tinggi"


" Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya ingin menikmati dunia terakhir ku sebelum aku menyerah kan diri ke polisi"


Excel menggenggam tangan regia yang masih berada di rahang nya, regia dapat merasa kan bibir dingin Excel menyentuh punggung tangan nya lembut.


" Apa yang akan kamu katakan nanti pada polisi. Cukup jangan membuat mu terlibat masalah lagi, ayo masuk tubuh u sudah menggigil" ajak regia menarik tangan Excel.


" Tapi ke Adilan mu"


" Aku sudah memikirkan itu. Ada hal lain yang aku ingin kan selain memasuk kan mu kepenjara"


" Apa itu?"


" Nanti aku akan memberi tahu mu setelah kamu selesai membersih kan diri"


Excel mengangguk pasrah dan menuruti kemana regia membawa nya. Kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


...----------------...


Pintu kamar mandi terbuka lebar, menampil kan seorang Excel yang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah nya.


Ini sudah ke sekian kali nya regia melihat Excel telanjang dada, tapi tetap saja. Regia tidak bisa menutupi rasa kagum dengan tubuh seksi pria nya, roti sobek yang begitu indah.


Regia berjalan mendekati regia yang sekarang sedang ter duduk di ranjang milik nya.


" Aku tidak punya baju seukuran mu di rumah ini, tapi tenang saja. Aku sudah meminta Julio untuk membeli kan satu set pakaian untuk mu. Mungkin sebentar lagi dia akan datang"


" Terima kasih" regia mengangguk untuk mengiya kan ucapan excel.


"Sama- sama, kamu tunggu saja di sini. Aku akan mengambil kan sup yang mbok buat, di rumah nya" ucap regia beranjak pergi, menghindari dari suasana canggung saat ini, antara diri nya dan Excel.


Regia kembali dengan semangkuk sup hangat dan satu gelas air putih, setelah memasuki kamar. ia mendapati Excel sudah rapi dengan pakaian yang baru saja Julio beli, dan duduk di atas ranjang milik regia.


" Ini, minum lah untuk membuat tubuh mu merasa hangat" regia menyerah kan sup itu kepada excel, kemudian mengambil posisi duduk di kursi kecil yang berhada pan dengan Excel. Namun masih ada beberapa mil jarak di antara mereka berdua.


" Jadi... Apa yang kamu ingin kan?" Tanya excel.


" Apa kah ini sangat penting untuk mu"


" Sangat, sangat penting untuk ku memberi ke Adilan Untuk mu. Jadi kata kan, apa yang kamu ingin kan "


Excel sudah tidak bisa menahan tubuh nya yang semakin gemetar, dan akhir nya. Mangkuk di genggaman Excel itu jatuh, pecah dan beranta kan.


" Excel" teriak regia dari tempat duduk nya, kemudian bergegas mendekati Excel.


Meletak kan punggung tangan nya di kening Excel " astaga, tubuh mu panas. Kamu demam, tunggu sebentar aku akan mencari kan obat untuk mu"

__ADS_1


Excel menahan tangan regia yang sudah berdiri " jangan hirau kan aku, cepat jawab. Apa perminta an mu regia, ini lebih penting... Sstt " sesekali Excel memejam kan mata untuk mengusir rasa pusing di kepala nya.


" Iya, akan aku jawab. Tapi biar kan aku mencari obat untuk mu lebih dulu "


Regia melepas kan tangan Excel, kemudian ber lari keluar meninggal kan Excel yang masih memijiti pangkal hidung nya.


Tidak sampai lima menit, regia sudah kembali. Mengambil posisi di sebelah pria nya dan menyerah kan sebuah pil kepada excel.


Tanpa bertanya, Excel langsung memakan nya. Meminum segelas air yang regia berikan. Kenapa harus takut, karena yang ia tahu regia tidak akan pernah punya fikiran untuk meracuni nya.


Regia menangkup wajah Excel yang ber keringat dingin, kemudian menyatu kan dahi kedua nya dan sama-sama menutup mata.


"Excel dengar kan aku, perminta an ku hanya satu. Ajak aku untuk terus bahagia. Hidup selama nya dengan mu, membesar kan anak dan menua bersama mu"


" Lindungi aku, jaga aku Excel. Jangan membuat diri mu sendiri sakit, siapa yang akan melaku kan semua itu untuk ku kalau bukan kamu"


" Aku tidak mau kehilangan lagi, kamu sudah masuk dalam hati ku, terkunci dan tidak akan terganti. Aku penghianat kalau sampai bilang, aku membencimu. Karena hanya kamu yang membuat ku sadar akan segala hidup ini"


" Aku minta maaf " bisik Excel, lemah penuh salah.


" Bukan kata itu yang aku ingin kan"


Mata Excel terbuka dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata nya, berbeda dengan regia. Wanita itu sudah menangis sejak pernyata an pertama tadi.


Tangan kekar Excel menarik pinggang ramping regia dan memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai.


" I love you, regia"


Regia bersandar nyamana di dada bidang kekasih nya, ia dapat merasa kan panas di tubuh Excel.

__ADS_1


" I Love you to, Excel" jawab regia, membalas pelukan Excel dengan erat.


Satu butir air mata berhasil lolos keluar dari mata tajam Excel yang tertutup, air mata kedamaian. Penutup luka, terbuka kembali untuk bahagia.


__ADS_2