
malam ini excel sudah berada di tempat yang menjadi markas nya, di mana semua anggota nya sudah berkumpul.
"informasi apa yang kalian dapat akhir-akhir ini" ucap excel memecahkan keheningan.
salah seorang yang bertubuh bongsor maju ke depan ia membungkuk memberi hormat ke pada tetuanya,excel.
"bos saya penjaga bagian kanan dari tempat kantor anda, saya melihat mereka berjalan mendekati bangunan dengan menempel kan geranat yang berbentuk kecil tapi mengandung letusan yang akan menyebab kan kerusakan parah kalau sampai meledak" jelas radit.
beberapa orang merasa kaget dengan informasi yang baru di dengar dari salah satu anggota nya.
excel juga tak habis fikir dengan ambisi tiran yang juga belibat kan kantor nya dalam masalah permusuhan kali ini.
"kalau begitu kamu harus membawa bebrapa orang lagi, kalau bisa separuh dari kalian menjaga di bagian kantor saya" excel berkata dengan tegas.
"tidak ,kamu salah kalau melakukan itu " ucap rohan yang membuat excel dan erik menatap nya secara bersamaan.
"kenapa salah" tanya erik heran.
"kalau mereka berani melakukan hal itu secara terbuka, berarti mereka sudah merencana kan sesuatu untuk kelanjutan nya"
excel dan erik mengangguk faham dengan apa yang di kata kan rohan, tidak ada yang berbicara di antara mereka, hanya menunggu apa yang akan di kata kan rohan selanjut nya.
"mereka melakukan itu bisa di arti kan guna untuk memancing kita, dengan itu mereka berfikir kalau salah satu anggota kita akan memberi tau kejadian tersebut kepada excel"
rohan menghela nafas kemudian melanjutkan ucapan nya.
"dan excel akan memberi perintah untuk menjaga lebih serius terhadap kantor nya dan melewat kan hal-hal lain di samping nya"
"maksud nya" excel masih belum mengerti sepenuh nya dengan ucapan rohan.
"maksud aku, katika semua dengan fokus nya menjaga kantor, tetapi aksi mereka di luncur kan untuk markas kita yang hanya ada satu atau cuman dua orang yang tersisa, bararti bukan misi yang kita jalani tetapi teragedi, yang dengan suka rela memberi peluang untuk musuh kita sendiri"
"benar,kita tidak boleh ceroboh dengan hal yang kecil sekalipun" excel men coba berfikir dengan jelas.
begitu pun semua orang yang ada di tempat itu.
"rohan karna kamu sudah berbicara seperti itu, tentu nya kamu sudah pasti memiliki rencana" erik membuka suara serius, dengan melihat ke arah rohan, begitu pun excel.
"beby arik pinter banget sih" ucap rohan, mencubit pipi erik yang kebetulan ada di samping nya.
"lepasin, bisa serius sedikit sekarang masih banyak orang" teriak erik yang masih memegangi pipi nya .
__ADS_1
"nanti kalau sudah sepi kamu mau kan" rohan berkata dengan ekspresi sangat berharap, erik menatap jengah rohan dan langsung mendarat kan satu pukulan di kepalanya.
excel memijat pangkal hidung nya yang terasa pusing akibat tingkah laku kedua teman nya.
berbeda dengan semua bawahan nya yang sedang terkekeh kecil melihat pertengkaran rohan dan erik.
"sudah sudah, kembali ke topik utama" lerai excel.
" apa yang kamu rencana kan" tanya excel kepada rohan.
rohan tidak menjawab melain kan berjalan menuju sebuah meja yang berisi peta tentang kota yang sekarang di tempati nya.
semua mengikuti rohan, dan mendengar kan semua perkataan yang rohan ucap kan panjang lebar.
"pada titik ini kita akan tau, di mana letak kelemahan kita dan kekuatan yang musuh kita punya" final rohan.
semua yang hadir mengangguk kepala, faham.
...----------------...
matahari sudah menampakkan diri nya, tetapi bumi ini terlihat gelap karna awan hitam, perlahan butiran air jatuh membasahi bumi.
regia menengaddah kan kepala nya, satu tetes air mendarat di pipi putih milik regia.
' sudah hampir terlambat, apa aku harus menerobos hujan yang deras nya sperti ini, tapi kalau aku sakit gimana, udah lah aku tunggu reda saja nanti aku akan lapor kepada tuan' batin regia.
"maaf saya tidak sengaja" ucap salah satu pria di samping regia yang hampir saja membuat regia jatuh.
"iya ngak papa" sahut regia ramah.
"ponsel kamu jatuh" regia mengambil hp yang berada di dekat kaki nya dan memberikan kepada pemilik nya.
"iya makasih, aku lupa kalau tadi megang ponsel" ucap pria itu dan mengambil ponsel nya kembali.
"kamu bekerja di perusaha an mana"
"saya bukan pekerja di perusahaan mana pun" jelas regia.
"tapi tampilan kamu rapi seperti orang..." ucapan pria itu terpotong.
"pekerja kantoran kan, tapi sayang nya tidak saya hanya seorang asisten" regia melurus kan pandangan nya melihat air hujan yang masih terus berjatuhan.
__ADS_1
"aku boleh tau nama kamu" ucap pria itu ragu-ragu.
regia melihat ke arang pria di samping nya "boleh, nama aku regia, kamu" tersenyum manis.
"regia nama yang bagus, aku rico, sekarang kita teman nanti kalau kamu butuh sesuatu ke aku saja, aku pasti bantu kok kalau aku mampu" kata rico meyakinkan.
"terima kasih tawaran kamu, tapi kamu ngak takut kalau aku ini orang jahat, kita kan baru kenal"
"ngak aku percaya kamu itu orang baik" regia tersenyum menanggapi ucapan rico.
excel melihat ke arah luar kaca mobil, ia mendapati banyak orang yang sedang berteduh dari deras nya air hujan.
tatapan nya berhenti ketika melihat seorang wanita yang sangat di kenal nya, sedang berbicara dengan pria asing di sebelah nya yang terlihat sangat akrab.
"stop" printah excel kepada supir nya.
"kenapa tuan"
excel tidak menjawab, ia menunduk melihat ponsel nya dan memangggil seseorang.
regia mengambil ponsel nya, dan menggeser tombol berwarna hijau yang terdapat di layar ponsel.
"hallo tuan,tuan saya minta maaf karna terlambat.." regia belum selesai melapor kan tetapi excel memotong perkata an nya.
"regia lihat ke depan"
regia mengernyit kan kening nya, tapi ia tetap mematuhi perintah excel, mata regia berhenti tepat di sebuah mobil yang sangat di kenal nya.
"sudah melihat nya, cepat kemari atau aku perlu menjemput mu"
"tidak perlu tuan saya akan kesana sekarang" excel memutus kan panggilan nya.
"kenapa regia" tanya rico.
"aku harus berangkat" regia memasukkan ponsel nya ke dalam tas.
"tapi masih hujan "
"ngak papa mobil tuan aku ada di depan" rico mengngguk faham, setelah melihat sebuah mobil yang berhenti di tepi jalan.
"hati-hati regia" regia tersenyum manis ke arah rico untuk membuat pria yang baru di kenal nya itu merasa tenang.
__ADS_1
dan perlahan regia mulai berlari kecil dengan tas yang di letakkan di atas kepalanya menuju mobil excel.
regia masuk dan duduk di tempat biasa nya, mobil pun mulai melaju membelah jalan yang mulai tergenangi air hujan.