Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Masa depan


__ADS_3

'' apa yang salah '' tanya rohan yang semakin di buat bingung.


'' dia selalu salah mengarti kan rasa khawatir yang di rasa nya '' excel menatap tepat di manik mata coklat pekat milik erik.


'' erik kamu bisa membohongi yang lain, tapi tidak dengan aku. semua pujian mu tentang zaliya sangat lah tulus, perasa an mu dengan nya juga sudah terlihat sangat jelas. aku tidak tau bagaimana kehidupan mu dengan zaliya. tapi melihat ketulusan senyum mu barusan membuat ku faham satu hal, kalau kamu juga menikmati kehadiran nya''


rohan mengangguk untuk membenar kan ucapan excel. erik bungkam. tidak ada yang salah, semua ucapan excel sangat benar.


tangan excel terulur menyentuh pundak kanan erik.


'' kamu tidak takut zaliya menolak, yang kamu takut kan adalah diri kamu sendiri. aku mengerti, mungkin bayangan masa lalu tentang orang tua mu membuat mu tidak mempercayai diri mu sendiri. tapi erik kamu harus mencoba hal baru... untuk mengetahui kebenaran tentang apa yang perlu kamu percayai''


sorot mata excel berubah menjadi teduh, ia menepuk pelan bahu erik sebagi rasa dukungan.


'' benar yang excel kata kan. kamu tidak akan pernah tau sebelum mencoba nya, lihat saja dia'' rohan menunjuk ke arah pengantin nya atau lebih tepat nya ke arah zaliya.


'' dia diam-diam memperhati kan mu sejak tadi''


ketiga nya mengulum senyum setelah melihat wanita nya masing-masing, yang masih bercerita dengan tertawa bahagia.


'' terima kasih kalian selalu menjadi pencerah dari kehidupan ku yang kelam'' ucap erik, masih dengan senyum tulus yang tersungging manis di bibir tipis nya.


'' bukan aku tapi ketua '' celoteh rohan dengan cengiran khas nya.

__ADS_1


'' jangan bicara lagi, atau ku jadi kan abu tempat ini'' ucap excel dingin, kembali menatap wajah rohan dengan datar.


'' bos kenapa jiwa psicopat mu kembali lagi sih, erik bantu bujuk bos mu dong.excel... Ah jangan menatap ku seperti itu '' rengek rohan dengan raut wajah memelas.


erik hanya bisa tertawa melihat kedua sahabat nya, orang- orang yang selalu menjadi rumah dan solusi dalam kegelisa han nya.


erik merasa sangat bersyukur dengan hidup yang sekarang di jalani nya, masa lalu boleh kelam tapi masa jangan, karna hal itu kita semua yang menentu kan sendiri.


...----------------...


regia menyuapi buah apel ke dalam mulut excel yang baru saja selesai di kupas.


kemarin excel sudah memberi tahu regia kalau besok ia tidak akan pergi ke kantor, regia juga tidak mengerti apa alasan nya. dia pikir excel hanya berbohong ternyata tidak.


'' kenapa kamu tidak pergi ke kantor hari ini '' tanya regia kembali menyuapi buah apel kepada excel.


'' regia... apa menurut mu tempat ini bagus '' excel menunjuk kan sebuah foto di tablet yang sejak tadi di main kan nya.


'' bagus. tempat nya sangat terbuka, excel... jangan bilang kamu tidak kerja hanya untuk mencari tempat untuk liburan kan'' regia menyipit kan mata, meneliti.


'' kalau tempat ini bagaiamana menurut mu, dataran tinggi juga memiliki pemandangan indah, udara di sana juga sejuk. sangat cocok dengan selera ku'' ucap excel masih dengan ekspresi serius.


'' Akhh... sakit '' jerit nya ketika regia menjewer kuat telinga nya.

__ADS_1


'' sudah lebih dari tiga kali aku bertanya, tapi kamu terus mengabai kan. bisa kah kamu memberi ku sedikit muka sebagai tunangan kamu'' kata regia yang sudah ter makan emosi.


'' Aa... iya aku jawab, aku jawab. tapi lepas kan dulu'' pinta excel.


regia melepas kan tangan nya. sebenar nya ia tidak tega ketika melihat pria nya meringis kesakitan dengan telinga memerah.


tapi tidak dia harus mendapat sedikit pelajaran untuk membuat nya jera. regia mempertahan kan mimik wajak ganas nya, dengan melipat ke dua tangan di depan dada.


excel menatap tajam ke arah nya, namun tak membuat wanita itu takut sedikit pun. melin kan diri nya yang menciut takut ketika regia berbalik memelototi nya.


'' jadi... kenapa kamu tidak kerja hari ini '' regia mengulang pertanya an nya kembali.


'' mama akan pulang hari ini, dan dia memita ku untuk datang sendiri menjemput nya. mama juga mengancam kalau sampai aku tidak datang. dia tidak akan memberi kan restu untuk pernikahan kita '' jelas excel menatap intens manik mata regia.


'' apa mama kamu tau tentang aku, m-maksud aku tentang kamu yang melamar ku? juga pernikahan kita? ''


'' iya. bahkan meminta ku untuk mengajak mu. oh iya aku lupa.. tanggal pernikahan nya juga sudah mama pilih ''


'' kenapa begitu cepat '' tanya regia dengan gugup.


'' tidak tau dia yang merencana kan semua nya, kenapa. kamu takut? '' ucap excel kembali mengunyah buah apel yang terasa manis memenuhi mulut nya.


'' t-tidak. kalau gitu aku akan pergi bersiap-siap sekarang '' yang mendapat deheman dari excel.

__ADS_1


ia langsung berlari masuk ke dalam kamar, dan cepat- cepat mengunci pintu kamar.


__ADS_2