
anggi dan rohan sudah sampai di depan club, rohan berjalan mendahului anggi memasuki club nya.
"kamu tunggu di sini,saya mau ambil alat p3k di ruangan saya" perintah rohan.
anggi duduk dengan patuh di tempat yang di tunjuk rohan, ia melihat sekeliling pandangan nya berhenti ketika melihat sebuah cairan merah yang ada di atas meja besar tempat memesan minuman.
anggi mendengar langkah kaki,ia mengalih kan pandangan nya melihat rohan yang sedang membawa sebuah alat di tangan nya.
"mana tangan kamu" ucap rohan setelah duduk di samping anggi.
anggi menjulur kan tangan nya, ia menatap rohan yang sedang mengobati nya dengan sangat telate.
"tumben sepi bos" tanya anggi memecah kan keheningan.
"saya menutup tempat ini mulai tadi malam sampai sekarang ini, mungkin ke depan nya akan terus di tutup" ucap rohan.
"kenapa begitu bos"
rohan menghela nafas "papa saya mau menjadi kan saya bekerja di perusahaan nya"
anggi mengangguk faham, ia masih merasa heran dengan cairan alkohol yang di temukan nya di atas meja.
samar-samar anggi merasa kalau masih ada orang lain selain dia dan rohan di tempat nya.
"bos saya boleh tanya sesuatu" kata anggi yang hanya mendapat kan deheman dari rohan.
"bos tadi pagi sudah ada disini" anggi merasa ragu dengan ucapan nya.
"tidak, kenapa" tanya rohan heran ketika selesai mengobati tangan anggi.
anggi semakin yakin kalau ada orang yang memata-matai nya, ia menahan tangan rohan yang ingin merapikan alat p3k yang baru saja di pakai.
rohan mengernyitkan kening nya, anggi menatap nya dengan raut wajah yang tak bisa di arti kan.
Doorrrr...
anggi dengan cepat mendorong tubuh rohan yang membuat diri nya juga jatuh dari atas kursi.
anggi sudah memperkirakan kalau target yang mereka incar adalah bos nya,rohan masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
anggi langsung mengambil salah satu alat p3k yang berbentuk tajam dan lincip di samping tubuh nya dan melempar asal ke arah sumber suara yang sedari tadi di curigai nya.
__ADS_1
"Aagrrr....." terdengar jeritan seorang lelaki di balik lemari kayu yang membuat rohan sadar kalau di ruangan nya ada orang selain diri nya dan anggi.
rohan dan anggi langsung mendekati tempat di mana sumber suara yang baru mereka dengar.
"ternyata ada kucing hitam yang bersembunyi di sini" ucap rohan dengan tenang.
"kamu hebat bahkan sasaran ku bisa tidak mengenai mu sedikit pun"
pria yang terduduk di atas lantai itu sudah sedikit mabuk tapi masih mampu menembak dengan benar.
tangan kiri pria itu menahan tangan kanan nya yang terkena tusu kan dari benda yang di lempar anggi.
rohan sangat ingin bertanya pada anggi tentang kapan ia tau kalau akan ada tembakan yang tertuju pada nya.
dan juga lemparan yang tadi di buat nya bisa terkena sasaran dengan tepat,rohan menepis fikiran itu,yang sekarang harus di selesai kan lebih dulu itu pria yang ada di depan nya.
rohan berjongkok menyamakan tubuh nya "siapa yang menyuruh mu membunuh ku" tanya rohan.
"bos ku tidak akan mengampuni mu kalau kau membunuh ku" ucap pria asing itu yang sudah benar-benar mabuk dengan semringai yang sangat lebar.
"oh iya,pasti bos mu masih lebih bodoh dari mu, bisa-bisa nya mengirim orang seperti mu untuk membunuh ku" rohan mencoba memancing emosi nya yang mabuk.
"jangan barani menghina bos ku,tuan tiran botero adalah bos ku" ucap pria asing itu dengan bangga.
rohan memeluntir kepala pia itu sampai terdengar suara tulang patah pada bagian leher nya,rohan membanting tubuh lemas itu dan menggerak kan tangan nya untuk menelfon seseorang.
"sepuluh menit lagi datang kesini,kamu beres kan kucing hitam di sini....terserah kamu mau apa kan yang penting jangan sampai aku melihat nya lagi"
ucap rohan dan langsung menutup telfon nya, tatapan nya beralih pada anggi yang masih setia berdiri di belakang nya.
...----------------...
"sejak kapan kamu tau kalau akan ada orang yang menembak ke arah ku" ucap rohan dengan pandangan kedepan karna mengemudi.
"sepuluh menit sebelum tembakan itu di luncur kan" anggi sudah mengira kalau rohan cepat atau lambat pasti akan bertanya pada nya.
"kapan?" rohan memberhenti kan mobil nya di pinggir jalan, dan beralih menatap anggi.
"sejak saya minta izin pada bos untuk bertanya sesuatu, awal nya yang membuat saya heran ada nya sebuah cairan alkohol yang tumpah di atas meja tempat pemesanan"
anggi menghentikan ucapan nya ia beralih melihat ke arah rohan.
__ADS_1
"yang masih basah dan terlihat seperti baru saja tumpah,sedang kan bos bilang kalau club itu sudah tutup tadi malam dan tidak di buka sampai kita pergi ke sana tadi,kalau bukan penyusup apa lagi"
"kenapa kamu tidak memberi tahu ku!" rohan semakin curiga dengan identitas wanita di samping nya sekarang.
"kalau saya memberi tau pasti dia akan merubah rencana nya" ucap anggi pasti.
"anggi, jawab dengan jujur siapa kamu sebenar nya dan ada niatan apa mendekati saya" rohan menuntut penjelasan.
"kenapa bos rohan bicara begitu, saya hanya karyawan biasa anda dan saya tidak pernah punya niat apapun untuk anda" kata anggi.
"kalau kamu memang orang biasa, kenapa kamu punya kemampuan yang begitu tepat dalam memprediksi sesuatu"
" dan lemparan mu terlihat sudah seperti orang terlatih,kalau melihat keberuntungan itu bukan sebuah keberuntungan melain kan sasaran"
rohan sudah mengucap kan semua yang menjadi pertanyaan nya kepada anggi.
"jadi,bos rohan mencurigai saya" anggi menunduk kan kepala nya.
"anggi saya bukan nya curiga,tapi seorang prempuan yang mempunyai keahlian itu sangat lah jarang kalau pun ada pasti harus melakukan pelatihan lebih dulu"
anggi menghella nafas panjang kemudia mengangkat paandangan nya lurus ke depan.
"saya memang di ajar kan seseorang tentang semua itu,waktu saya menjadi pencuri" final anggi.
"saya tidak akan memaksamu untuk cerita, karna semua orang pasti punya masa lalu yang berwarna dan tidak sembarang orang pantas untuk mengetahui nya" rohan mencoba menenangkan anggi.
"oh iya club itu cepat atau lambat akan di tutup, setelah itu kamu mau kerja kemana" tanya rohan sambil menjalan kan mobil nya kembali.
"saya tidak tau bos,karna saya juga tidak punya ijasa kelas tinggi,kalau nanti ada tawaran kerja saya terima saja" jawab anggi enteng.
"kalau gitu kamu kerja sama saya lagi mau" tawar rohan.
"kerja apa bos"
"menjadi sisten pribadi saya,nanti saya bayar per bulan sepuluh juta"
anggi melotot "ngak kebanyakan bos"
"kalau kebanyakan ya tinggal kurangi"
"enggak bos..enggak cukup segitu aja, tugas kerja saya apa bos" anggi mencoba mengalih kan pembicaraan sebelum rohan benar-benar mengurangi bayaran nya.
__ADS_1
"nanti saya akan beri kamu surat,dan di situ sudah ada apa saja yang perlu kamu lakukan"
"baik bos" annggi tersenyum ke arah rohan.