Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Melakukan ritual


__ADS_3

anggi mengerjap kan mata nya beberapa kali untuk menjernih kan penglihatan nya, ia melihat jam dinding yang sekarang menunjuk kan jam 06:15 .


pandangan nya beralih pada seorang pria yang tadi malam sudah meniduri nya, anggi menatap sendu wajah tampan rohan yang masih tertidur pulas.


ini bukan salah nya tetapi anggi sendiri lah yang meminta dia melakukan nya, anggi kembali mengingat ketika rohan terlihat sangat kesakitan kemarin.


Flesbeck on


anggi menduduk kan tubuh rohan di atas kasur nya, anggi baru mengerti kalau jacson menyukai rohan dan sekarang rohan menahan rasa sakit akibat obat perangsang yang di beri oleh jacson.


'' tuan apa yang harus aku lakukan '' ucap anggi mengambil tangan rohan yang sedari tadi mengacak rambut nya dan menyakiti diri nya sendiri.


rohan menatap wajah anggi intens dan menghempas tangan nya '' PERGI, JANGAN MENDEKAT AKU TIDAK BUTUH BANTUAN MU'' teriak rohan.


'' tuan tapi anda sangat kesakitan apa salah nya aa... '' anggi.


'' tidak ngi, aku tidak bisa memanfaat kan mu dengan alasan ini, kamu sekarang juga KELUAR'' sela rohan dengan cepat.


'dalam keadaan nya yang seperti ini, dia masih memikir kan ku '' dalam batin anggi.


anggi menelan salivan nya kasar '' tidak kamu sudah berbuat banyak untuk ku, mungkin ini waktu yang takdir siap kan untuk ku membalas nya pada mu tuan '' ujar anggi dengan menatap sendu ke arah rohan.


anggi berjalan semakin mendekat tangan nya terulur membantu melepas jas yang masih membalut tubuh rohan dan membuang nya ke sembarang arah.


rohan menatap tak percaya kepada anggi ia menggeleng dengan tatapan nanar, anggi mengerti kalau rohan masih takut untuk melakukan nya.


jadi anggi berinisiatif mengambil langkah lebih dulu dengan memberi ciuman lembut di bibir rohan, dengan tangan yang terus membuka kancing baju milik rohan.


rohan melepas baju nya yang sudah tak terkancingi dan melempar nya sembarangan, sudah tidak bisa di tahan obat yang jacson berikan terlalu kuat meskipun rohan menahan sudah sangat lama tapi masih saja tidak hilang efek nya yang ada kepanasan suhu tubuh terus bertambah.


rohan memutar posisi nya, membuat anggi tertidur di kasur dan dia berada di atas nya.


'' anggi aku minta maaf, tidak seharus nya kamu masuk ke dalam masalah ini '' kata rohan dengan nafas yang memburu.


anggi menggeleng dengan menetes kan air mata karna rasa sakit yang di rasa dalam tubuh nya.


'' kamu tau? hati ku sakit bila terus melihat mu kesakitan, kalau ada yang bisa aku bantu... aku pasti akan melakukan nya, apa pun itu '' balas anggi juga dengan nafas yang memburu.


rohan mulai menciumi leher jenjang milik anggi dan membuat tanda di sekujur tubuh nya.

__ADS_1


sudah tidak dapat di hentikan rohan benar- benar seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat sekarang, persis seperti hewan buas yang baru saja menemukan mangsa nya.


anggi memejamkan mata untuk menahan sakit yang sudah menjalar di sekujur tubuh nya.


'aku hanya berharap semoga besok ketika membuka mata dia masih tidak sadar kan diri, aku tidak tau apa yang harus aku bicara kan setelah kejadian ini pada nya, aku takut dia akan merasa jijik pada ku dan tak ingin melihat wajah ku lagi' kata anggi dalam batin.


Flesbeck off


anggi sudah selesai memakai baju nya kembali, ia berjalan mendekat ke arah rohan yang masih larut dalam dunia mimpinya.


anggi merapikan beberapa rambut panjang rohan yang sedikit menutupi wajah nya, tak terasa air mata anggi jatuh seketika, ia sudah tidak bisa membendung nya lagi.


'' apa ini akhir dari semua nya, tuan.. seperti nya aku sudah tidak punya muka untuk bertemu dengan mu kembali, maaf tuan aku tidak bisa berdiri lagi di sisi mu, jaga diri baik-baik '' bisik anggi dengan suara yang sangat lirih.


anggi memejam kan mata dan langsung mencium kening rohan dengan lembut, yang membuat rohan sedikit menggeliat tapi masih juga belum bangun dari tidur nya.


rumah keluarga balsiger masih sunyi mama dan papa rohan belum pulang dan berada di luar kota, hanya ada beberapa pelayan yang sudah terjaga karna untuk melakukan tugas nya.


anggi melangkah keluar dari gerbang utama rumah rohan, ia berhenti dan berbalik untuk melihat kembali gerbang yang baru saja di tutup oleh para penjaga.


'' apa aku sudah tidak bisa masuk ke sana lagi '' gumam nya, yang hanya di dengar oleh diri nya sendiri, anggi tersenyum melihat jalan hidup nya yang terasa sangat menyedih kan.


anggi mengusap air mata nya dengan punggung tangan, ia berbalik dan pergi menuju rumah nya.


regia sangat khawatir dengan keberadaan anggi, baru kali ini anggi tidak pulang rumah tanpa memberi nya kabar sedikit pun.


sudah beberapa kali regia mencoba untuk menghubungi anggi tapi tidak bisa, ia sudah banyak mengirim pesan namun satu pun tidak ada yang di baca nya.


baru saja regia ingin menelfon excel untuk meminta bantuan terdengar suara orang membuka pintu rumah nya, yang membuat regia dengan cepat keluar kamar dan menuju ruang tamu utama.


regia terkejut melihat anggi yang sudah tidak berdaya dengan mata sembab dan bibir bergetar yang menandakan, kalau anggi masih menangis sekarang.


'' anggi kamu kenapa '' ucap regia panik dan dengan cepat memeluk tubuh lemas sahabat nya yang baru saja mau tumbang.


'' anggi kenapa nangis, siapa yang ngelakuin ini sama kamu bilang sama aku ngi, biar aku kasih pelajaran sama orang itu '' cerocos regia.


anggi menggeleng '' hiks... hiks... aku tidak mau bertemu dia lagi re kihs... aku tidak mau '' sahut anggi masih dengan sesenggu kan tangis nya.


regia langsung mengerti pada inti nya '' ini pasti ulah si rohan, benar kan'' tak ada jawaban dari anggi.

__ADS_1


'' baiklah aku akan memberi nya pelajaran yang setimpal, karna sudah membuat sahabat ku menangis sampai wajah nya jelek seperti ini'' entah sebenar nya regia ini ingin membela apa mengejek.


'' REGIA kamu tuh ngak liat apa kalau aku lagi sedih '' cebik anggi dengan ucapan regia yang masih terus bercanda.


'' ooh... kamu sedih, kamu kan masih belum cerita, aku kan ngak tau '' balas regia kembali dengan cengiran khas nya.


anggi semakin menjadi dan mengeras kan suara tangisan nya.


'' sudah sudah.. sana kamu mandi dulu biar aku siap kan sarapan buat kamu'' bujuk regia yang mulai sakit telinga gara-gara suara cempreng anggi.


regia mengantar kan anggi ke dalam kamar nya dan kembali kedapur untuk menyiap kan sarapan bagi anggi.


anggi menuju dapur masih dengan mata bengkak seperti kodok dan hidung merah persis badut.


'' makan tuh sarapan nya, setelah itu kita melakukan ritual '' ujar regia


anggi sudah melahab separuh dari roti itu kemudian menelan nya '' ritual apa '' sahut nya dengan suara serak khas orang yang baru selesai nangis.


'' ritual gosip '' sarkas regia dengan cepat dan memain kan ke dua alis nya menggoda anggi.


anggi hanya mencebik kesal dan melanjut kan makan nya.


setengah jam berlalu anggi sudah mencerita kan semua nya kepada regia dari awal sampai akhir kepulangan nya.


'' aku ngak mau hiks.... ketemu dia lagi re hiks... hiks... aku takut juga tidak tau apa yang akan di bilang nya tentang aku hiks... '' final anggi dengan tersedak karna tangisan.


'' iya sudah kalau kamu ngak mau ketemu dia, biar aku bantu kamu untuk izin nanti '' ucap regia menenang kan.


'' hiks.. ala...san nya apa hiks... '' ujar anggi kembali.


regia tersenyum tenang '' udah ngak usa di fikirin, kamu cukup tenang disini untuk menguat kan mental terus fikir kan, apa kamu benar-benar mau meninggal kan nya atau tidak'' lanjut nya.


anggi mengangguk kemudia membuang tisu ke sembarang arah dan mengambil kembali tisu baru untuk mengusap ingus nya.


'' untung tadi aku pilih untuk bercerita di kamar kamu, ngak tau kalau jadi nya bakal banjir tisu'' solor regia yang melihat dongong kamar anggi sudah sama hancur nya kayak kapal pecah.


'' sudah ngak usah nangis, tisu nya bentar lagi habis mau pakai apa untuk mengusap ingus mu '' ucap regia.


anggi melihat regia dengan mata yang sangat sipit '' baju kamu kan ada '' balas nya.

__ADS_1


'' yeee... anggi jijik tau, udah lah aku mau ke kamar, habisin aja tuh tisu kalau masih kurang kamu pakai aja taplak yang ada di dapur '' ujar regia berjalan jinjit menghindari tisu yang ada di mana- mana.


anggi hanya menatap malas kepergia regia ''punya sahabat satu-satu nya, tapi gitu fikiran nya eok '' gumam nya.


__ADS_2