
pagi ini excel sudah siap dengan kemeja putih berbalut jas hitam yang sangat cocok dengan ukuran tubuh nya membuat diri nya semakin berkharisma.
jangan tanyakan ketampanan nya kelebihan itu di miliki nya secara hakiki tidak berubah meskipun dengan tampilan apapun ia akan tetap menjadi sorotan mata semua orang yang melihat nya.
excel sedang duduk di sebuah sofa milik salon kecantikan di ruang VIP, ia menatap kembali arloji yang ada di pergelangan tangan nya, sesekali melihat kearah pintu putih di mana regia sedang berdandan di dalam ruangan itu.
" sepertinya ada yang sudah tidak sabar mau lihat wanita nya, tenang saja percayalah dia pasti menjadi sorotan semua orang nanti setelah diri mu " ejek restan pemilik salon kecantikan yang merupakan teman excel.
excel hanya memandang datar restan " kenapa masih belum keluar " tanya excel singkat.
senyum restan mengembang melihat sifat tidak sabar excel " baiklah sepertinya sudah siap, nona silahkan keluar " perintah restan menepuk tangan nya beberapa kali.
tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dengan sepatu hak tinggi yang menimbul kan suara dentuman nyaring namun terkesan elegan.
excel melihat ke sumber suara, ia menemukan regia sedang berjalan menuju tempat nya dengan senyum manis disertakan dalam polesan mek up yang terlihat semakin sempurnah di wajah cantik nya.
regia merasa gugup ketika mendapati excel yang menatap nya tanpa mengetipkan mata "apa aku terlihat aneh tuan " regia bertanya dengan ragu.
excel membuang muka ketika sadar dengan apa yang baru saja terjadi pada nya " tidak, hanya saja gaun nya terlalu terbuka tapi itu pantas untuk mu dan ingat kamu datang sebagai pasangan jadi panggilan nya juga harus di samakan jangan panggil tuan " elak nya lembut berusaha mempertahan kan harga diri.
restan merasa lucu dengan tingkah laki excel, jelas-jelas dirinya takjub tapi tak mau mengakui karna harga diri yang terlalu tinggi.
" baru tau kalau tuan presedir excel wapurma yang kejam bisa bicara begitu lembut kepada seorang wanita " restan mengolok-olok excel dengan menyebut kan nama panjang dan juga gelar nya.
" bicara omong kosong lagi salon kecil ini seperti nya tidak bisa di pertahan kan " ujar excel dengan tatapan tajam.
restan tersenyum gaje " jahat banget si tuan, jangan sering nunjukin sifat kayak gitu kasihan nona regia ketakutan tuh "
regia hanya bisa tersenyum mendengar perdebatan keduanya " ayo tuan berangkat acara pasti sudah di mulai " lerai regia yang melihat excel hendak membalas perkatan restan.
ketika keluar dari salon regia mendapat tatapan aneh dari orang yang melihat, membuat nya sedikit tegang.
excel dapat menangkap wajah gugup regia "jangan panik kamu terlihat cantik sekarang " bisik excel tepat di telinga regia.
regia tersenyum malu " terima kasih excel " ucap regia dan langsung mengalih kan wajah nya yang sudah bersemu merah.
__ADS_1
...----------------...
Gedung megah milik keluarga lino terlihat ramai dengan banyak nya tamu yang sudah mulai berdatangan untuk menghadiri perjamuan.
sang tuan rumah keluar dengan anggota keluarga nya untuk menyapa para tamu "hadirin para tamu yang terhormat, terima kasih atas kehadiran nya di perayaan yang kami buat untuk keberhasilan anak saya lafrenzo erico lino yang akan menjadi presedir baru di perusahaan lino tahun ini "
semua undangan bertepuk tangan dengan meriah menyambut ucapan sang tuan rumah.
" terima kasih, silahkan para tamu kembali menikmati hidangan nya " lanjut kenzo sebagai tuan rumah keluarga lino.
keluarga lino menyapa para tamu dengan sangat ramah dan melakukan beberapa perbincangan bisnis yang akan di luncur kan nya.
" wah siapa itu, apakah mereka sepasang kekasih " ucap salah satu tamu dengan heboh.
" seperti nya iya, mereka sangat sempurnah apa lagi yang pria ganteng banget andai aku bisa ada di samping nya "
" sudah jangan menghayal terlalu tinggi kamu tidak lihat apa wanita yang ada di samping nya juga sangat cantik "
" iya iya mereka terlihat seperti pasangan yang sangat sempurnah malam ini "
rico mengerutkan kening 'itu sepertinya regia, kenapa bisa sama presedir excel' dalam batin rico.
excel dan regia berjalan melewati beberapa tamu yang hadir, excel sudah terbiasa dengan tatapan seperti ini menjadi pusat perhatian dalam suatu perjamuan tapi tidak dengan regia.
"tunggu aku disini " bisik excel, regia melihat ke arah excel " kamu mau kemana " tanya regia ragu.
"aku mau menyapa senior lino sebentar " excel mengambil tangan regia dan mencium nya setelah itu pergi ketika regia mengangguk menyetujui nya.
" selamat untuk tuan kenzo dan nyonya ledira, maaf saya sedikit terlambat " sapa excel dengan hormat setelah berada di depan kenzo dan ledira.
" tidak tidak, tuan excel hadir itu sudah sebuah kehormatan bagi keluarga kecil saya, silahkan anda cicipi makanan yang kami sediakan " sahut kenzo dengan lebih sopan.
di posisi lain, regia sedang menikmati beberapa kue manis yang tersedia di perjamuan lino.
" hai " sapa rico kepada regia " kamu masih ingat aku kan regia, kita pernah bertemu waktu berteduh saat hujan " sambung rico.
__ADS_1
regia mengangguk dan tersenyum setelah mengingat " iya aku ingat, nama kamu rico kan " ucap regia yang mendapat anggukan dari rico "rico kamu juga di undang ke acara ini " tanya regia dengan wajah ceria nya.
" eem bukan, keluarga aku yang mengadakan pesta ini jadi aku juga harus hadir menyapa tamu " jelas rico.
" ooh jadi kamu tuan muda keluarga lino, pesta ini penyambutan kamu jadi pewaris keluarga lino " merasa heran, rico hanya bisa mengangguk untuk mengiyakan " wah selamat ya rico "ujar regia kembali mengambil kue yang terlihat sangat lezat.
" regia " panggil rico, regia dengan cepat melihat rico dengan mulut yang masih mengunyah makanan " apa " sahut regia.
" itu di wajah kamu... " rico menyentuh wajah nya sendiri untuk memberi tahu regia.
regia tidak mengerti maksud rico " kenapa dengan wajah aku " merasa bingung, rico sudah gemas melihat reaksi regia yang terlihat polos.
refleks regia memundur kan kepala nya sedikit ketika tangan kekar rico menyentuh pipi nya.
" ada sisa makanan " kata rico setelah membersih kan sisa makanan " kenapa kamu bisa bareng sama tuan excel kesini " tanya rico.
regia tersenyum kaku, apa yang akan di jawab nya, kemudian ia teringat pesan excel " panggilan nya juga harus di sama kan jangan panggil tuan ".
" sebenar nya aku tidak di undang hanya saja aku mendampingi excel ke acara ini " regia mencoba untuk tidak terlihat gugup.
'panggilan nya terlihat sangat akrab ' dalam batin rico " kamu punya hubungan apa sama tuan excel " tanya rico curiga.
Sekakmat
regia semakin terjerumus, sekarang ucapan apa yang bisa meyakin kan rico dia tidak mungkin bilang kalau ia hadir menjadi pasangan excel.
" regia kekasih saya dan saya membawa nya sebagia pasangan, apa tuan muda rico sudah mengerti sekarang " excel menyela tiba-tiba.
" tuan excel seperti nya salah faham saya hanya bertanya biasa dan tidak ada masalah meskipun regia sekarang menjadi kekasih anda, saya tetap menjadi teman nya " rico tidak mau kalah.
" seperti nya tuan rico cepat dalam hal memahami dan berkata " puji excel yang juga merupakan sindiran halus yang di dapat rico.
regia tidak ingin perdebatan ini semakin panjang " excel kita cari tempat duduk ya, kaki aku pegal berdiri terus dengan sepatu ukuran tinggi seperti ini " sela regia, mencair kan suasana.
" baiklah kalau gitu, kita duduk di sana " excel menunjuk sofa mewah yang kosong " rico aku pergi dulu ya " pamit regia.
__ADS_1
" ya " jawab rico singkat, rico terus menatap kepergian regia dan excel, ia merasa dengan apa yang di lihat dan di dengar nya barusan.