
secangkir kopi sudah tersedia di atas meja kerja tetapi masih belum di sentuh sedikit pun oleh pemilik nya.
dokumen memang sudah terbuka dan ada di tangan excel, tatapan nya memang sedang melihat apa yang di genggam nya tetapi fikiran nya tidak.
otak nya kalut untuk memikir kan apa yang baru saja di dengar dari kekasih nya, regia sudah mencerita kan kepada excel tentang pertemuan nya dengan manda dan semua yang manda bicarakan kepada regia.
'' apa yang di rencana kan nya '' gumam nya, dan langsung mengalih kan pandangan kepada regia yang sudah dari tadi melihat nya.
regia menggelang kecil dengan mulut yang tertutup rapat '' jangan terlalu berfikiran negatif excel, aku lihat manda benar-benar tulus dengan maksud nya untuk minta maaf '' balas regia.
excel bangkit dari duduk nya berjalan mendekati regia '' kehidupan keluarga wols sangat lah rumit, aku tau sifat manda seperti apa dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapat kan apa yang di ingin kan nya''
'' regia... mungkin kamu mengira semua ucapan manda itu tulus, karna kamu tidak tau dunia luar masih banyak menyimpan manusia jahat yang berwajah polos, kalau hanya akting semua bisa melakulan nya meskipun tanpa latihan, tapi berbeda dengan kepercaya an, sekali kamu salah percaya hal itu bisa membuat mu terjerumus dalam segudang masalah '' jelas excel.
regia mulai mencerna semua perkataan yang excel ucap kan, ia tiba-tiba merasa memang ada sesuatu yang ganjal.
'' kamu ingat dengan orang berbaju hitam yang terus membuntuti mu '' regia mengangkat wajah nya dan mengangguk pasti '' orang ku bilang, mereka sudah tidak ada dua hari ini '' sambung excel.
'' aneh... apa sebenar nya tujuan mereka, mereka berhenti sebelum melaku kan apapun'' cetus regia dengan mengerut kan alis dan terus berfikir.
excel menghembus kan nafas kasar '' regia... kamu masih terlalu polos, bahkan dengan hal yang seterbuka ini kamu masih tidak mengerti tentang tujuan mereka ''
tangan excel meraih sebuah bolpoin dan kertas putih yang entah sejak kapan sudah ada di atas meja.
'' apa yang sedang kamu buat '' tanya regia heran dengan terus mengamati gerakan tangan excel yang masih belum selesai menggambar sesuatu.
excel menunjuk kan gambaran itu kepada regia '' kamu tahu apa yang aku maksud '' ucap nya, dengan cepat regia menggeleng '' biar aku jelas kan kamu harus dengar kan baik-baik'' lanjut excel dengan menyentil kening regia yang masih saja mengerut.
regia menyentuh dahi nya yang terasa sakit, ia menatap excel yang sedang tersenyum jahil kepada nya.
excel kembali meletakkan kertas itu di atas meja '' tujuh lingkaran kecil di bawah ini adalah pasukan luar yang mereka siap kan dan bintang yang mereka kelilingi adalah target nya, semakin ke atas posisi mereka berarti.... semakin besar kedudukan orang itu'' singkat excel.
'' tapi di sini masih banyak lingkaran kecil yang tidak ikut mengelilingi target melainkan seperti melindungi lingkaran yang sedikit besar di atas nya '' tanya regia yang masih belum mengerti dengan teori yang excel berikan.
__ADS_1
'' benar lingkaran yang besar itu adalah pemimpin mereka dia lebih membutuh kan perlindungan untuk menutupi identitas nya, apa kamu melihat tujuh lingkaran kecil ini menyentuh pada bintang '' excel berbalik tanya.
'' tidak, tapi kenapa mereka tidak langsung membunuh saja orang yang mereka target kan, dan ada apa dengan tujuh lingkaran itu kenapa mereka tidak berani menyentuh target nya'' ucap regia frustasi dengan hal yang membingung kan ini.
" regia... dunia ini punya aturan, kalau mereka membunuh secara berutal tidak akan ada hal baik, melain kan mereka yang akan di hukum oleh pengadilan dan masuk penjara''
'' tapi berbeda dengan pemikiran seorang mafia, dunia ini hanyalah sebuah permainan catur menurut nya, siapa yang mampu bertahan dialah pemenang nya... dan pemenang tidak akan mengampuni musuh dia akan terus memberi penyiksa sampai mati, dengan begitu dia semakin merasa memiliki derajat yang tinggi '' final excel.
regia menatap tak percaya '' sangat sadis,tapi.... apa hubungan nya dengan tujuh lingkaran itu, excel aku sudah pusing kamu jelas kan saja aku tidak mau berdebat lagi '' rengek regia yang sudah tidak bisa menang kap teori excel yang terasa begitu rumit.
excel tersenyum tipis dan perlahan mengacak rambut regia membuat sang pemilik kesal dan mengerucut kan bibir nya.
'' baiklah, singkat nya mereka hanya mencari informasi untuk kelemahan dan kekurangan target tapi mereka tidak ada niatan untuk membunuh sebelum ada perintah dari atasan, kamu mengerti kan sekarang '' excel meraih pundak regia dan merangkul nya.
regia langsung mendongak ketika mengerti semua perkataan terakhir excel '' jadi... orang yang me mata-matai ku itu hanya mencari informasi '' lanjut nya.
Cup
'' benar '' kata excel setelah mengecup bibir regia, tidak apa regia sudah terbiasa dengan sikap excel yang seperti ini.
excel sedikit menunduk melihat wajah regia dengan heran '' apa yang kamu mengerti '' tanya nya bingung karna tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang regia katakan
'' tidak ada '' elak regia '' excel bisakah kamu mengajari aku menembak atau kalau kamu tidak ada waktu bisa cari kan orang untuk mengajari ku'' pinta regia.
'' tidak boleh '' excel mengerut kan alis ''eh.. kenapa '' tanya regia heran dengan excel yang tidak senang mendengar permintaan nya.
'' hanya aku yang boleh mengajari mu '' ketus excel dengan cepat, regia tersenyum '' baiklah, sudah jangan cemberut lagi tuan, ekspresi itu tidak pantas untuk wajah tampan mu'' goda regia yang mendengar bau-bau orang cemburu.
'' hadiah '' ucap excel dengan girang '' kan aku sudah membantu mu '' membuang muka ke samping menghindari tatapan aneh regia.
senyum regia semakin lebar melihat excel yang bersikap seperti anak kecil sekarang, tangan nya terulur menyentuh rahang excel dan memutar untuk berhadapan dengan nya.
regia dengan cepat mengecup singkat bibir excel yang membuat excel sedikit kaget '' ngak sah, aku belum siap barusan... ulangi lagi '' kata excel tak terima.
__ADS_1
regia mengangguk, apa yang harus di pertimbang kan excel dan diri nya sudah melakukan hal ini beberapa kali, orang keras kepala seperti excel juga tidak bisa menerima penolakan jadi turuti saja apa yang di mau nya.
tangan regia melingkar di leher excel, mata nya terpejam menikmati ciuman lembut dari excel.
'simpan, diam dan rasakan tidak semua hal harus di katakan, tapi masih ada yang tidak bisa menyangkal nya yaitu... aku sudah benar-benar jatuh cinta dengan nya, tuan ku excel wapurma' dalam batin regia.
...----------------...
anggi sudah sampai di kantor rohan sepuluh menit yang lalu, tapi masih tidak ada tanda- tanda rohan akan datang.
perasaan anggi mulai panik, ia sudah bertanya pada herlin apakah rohan ada di rumah jawaban nya tidak ada, melain kan sudah berangkat ke kantor.
tapi sesampai nya anggi di kantor, ia malah tidak menemukan siapa pun di ruangan rohan.
anggi juga sudah bertanya kepada regia, apakah rohan ada di tempat nya untuk menemui excel.. jawaban nya sama, tidak ada.
" ngak biasa nya tuan rohan pergi menghilang seperti ini, apa mungkin dia di telan bumi sampai ngak ada jejak sedikit pun '' gumam anggi.
anggi terus berjalan mondar-mandir di dalam ruangan rohan, sesekali menggigit bibir bawah nya untuk menghilang kan fikiran negatif yang terlintas di benak nya tentang rohan.
suara notifikasi pesan masuk membuat anggi cepat-cepat mendekati tas nya yang tadi di letakkan di sofa.
anggi langsung membuka, ketika melihat nama pemilik yang baru saja mengirimi nya pesan.
Bosrohan❤
jacson minta bertemu kata nya ada yang mau dia diskusi kan, kamu datang ke sini aku akan serlok lokasi nya.
anggi langsung membuka pesan selanjut nya, dan melihat area lokasi yang akan di tuju nya.
" tunggu ini kan bar yang waktu itu, jacson ini ngak bisa milih tempat lain apa selalu mau bertemu di bar, aku curiga kayak nya ada yang ngak beres sama dia " bisik anggi.
anggi mengambil tas nya dan berjalan meninggal kan ruangan rohan, tangan nya terulur untuk menghenti kan taksi.
__ADS_1
dalam perjalanan anggi hanya berdoa semoga tidak terjadi sesuatu kepada rohan, meskipun anggi tau rohan sangat lah hebat dan kuat dalam segi fisik.. tetapi ia masih tidak bisa untuk berhenti menghawatir kan nya.
'aku tidak mengerti apakah ini perassan peduli antara bawahan dengan tuan nya atau.... perasaan ini muncul karna aku menyukai dia, itu tidak penting, yang paling utama tidak boleh terjadi sesuatu pada tuan rohan sekarang, biar lah perasaan ini kacau aku akan menyelesai kan nya nanti' dalam batin anggi.