
anggi berada di dalam mobil, perjalanan pulang bersama rohan.
"bos terima kasih" ucap anggi melihat ke arah rohan.
"buat apa?yang seharus nya bilang terima kasih itu aku anggi,karna kamu sudah mau bantu membatal kan perjodohan aku" sahut rohan masih fokus dengan mengemudi.
"kalau bos tidak mengajak saya,mungkin saya sudah lupa bagaimana rasa nya masih punya keluarga yang lengkap"
"emang nya kamu ngak punya orang tua"
"kalau saya masih punya orang tua,mungkin saya tidak akan bekerja di tempat anda bos" anggi tersenyum getir.
rohan memberhentikan mobil nya di tepi jalan yang masih ramai kendara an melintas, ia melihat wanita yang sekarang duduk di samping nya.
"sudah sampai" rohan berbicara dengan nada datar.
"terima kasih bos,maaf harus ngerepotin anda mengantar saya ke rumah"
anggi keluar dari mobil rohan dan berlalu pergi, rohan melajukan mobil nya kembali, bergegas pulang ke kediaman nya.
...----------------...
regia berjalan keluar dari kamar mandi masih dengan handuk di leher nya, perlahan regia mendekati anggi yang baru saja masuk.
"kenapa senyum senyum sendiri" regia mengankat satu alis nya,heran menatap anggi.
"sewot aja,orang lagi bahagia"
"bahagia kenapa, kamu dapat uang lebih dari orang nyewa"
"sembarangan" anggi memukul tangan regia.
" ye ngak usah pakek mukul juga, aku kan cuma nebak" regia mengerucut lan bibir nya.
" re lo tau ngak"
"ya ngak tau lah kan belum di kasih tau sama kamu" regia memutus ucapan anggi.
"maka nya dengerin dulu aku mau cerita"
"Ooh" regia berjalan duduk di sofa yang langsung di ikuti anggi.
"re aku barusan kencan sama bos rohan"
"Uhukk...uhuk" regia tersedak air yang di minum.
"kamu mimpi" tanya regia sambil meletakkan gelas yang di pegang nya.
"mustahil banget ya kalau bos rohan kencan sama aku"
"ya ngak gitu sih,cuman ngak nyangka aja si rohan mau sama kamu" suara regia semakin lirih di akhir kalimat nya.
"apa kamu bilang,ngak kedengeran" anggi memang tidak mendengar jelas perkata an regia.
"enggak, bilang apa coba,lagian tumben si rohan ngajak kamu kencan" elak regia.
"bos rohan mau di jodohin sama orang tua nya,tapi dia ngak mau, jadi minta bantuan aku supaya aku mau jadi pacar bohongan nya dia"
"terus kamu mau" bibir regia berkedup menahan tawa.
anggi mengangguk.tawa regia pecah seketika ia sudah tidak bisa menahan tawa.
"apa an sih re,emang nya ada yang lucu" anggi mendorong tubuh regia yang masih belum selesai tertawa.
"soryy... kelepasan, lagian kamu cuman ekting doang bisa sebahagia itu" ucap regia masih dengan terkekeh kecil.
__ADS_1
"biarin anggep aja itu rezeki aku,bisa kencan sama orang tampan meskipun cuma ekting, di panggil sayank lagi" anggi membanggakan diri nya.
"inget ngi ngak usah terlalu, cuman sandiwara, nanti kamu beneran suka sama si rohan"
" kamu ngomong gitu karna kamu ngak punya hal yang seneng kan sekarang" sindir anggi.
"siapa bilang aku ngak punya berita gembira, lagian kalau di banding kan dengan cerita kamu, masih lebih dahsyatan cerita aku" regi tidak mau kalah.
"ngak mungkin, kamu mah suka ngehalu"
"ini beneran"
"oh iya, coba miss regia cerita hal yang di maksud dengan sangat dahsyat" tantang anggi,
anggi mengambil gelas sisa regia yang masih ada air nya, tenggorokan nya terasa kering akibat berdebat panjang dengan regia.
"tadi pagi, aku di peluk sama tuan excel dengan dada telanjang"
anggi menyembur kan air yang masih di mulut nya ke wajah regia,regia refleks menutup mata dan memundur kan wajah nya beberapa senti karna kaget.
"anggi, kamu kebiasa an deh kalau minum nyemprot ke wajah aku" regia mengusap wajah basah nya dengan tisu yang ada di atas meja.
"maaf re, beneran aku ngak sengaja" ucap anggi meyakin kan.
"ngak sengaja itu sekali,yang kedua kali itu sengaja nama nya" perotes regia.
"aku kan udah minta maaf"
regia memutar bola mata nya malas,lalu berdiri dan meninggal kan anggi.
"regia cerita nya belum selesai"
"bodo',aku mau tidur ngantuk "
...----------------...
excel melangkah kan kaki nya memasuki perusahaan, hari ini excel dapat kembali bekerja.
"selamat pagi presedir" beberapa karyawan yang melihat excel langsung menyapa dan memberi hormat.
"waah,cuman beberapa hari ngak masuk presedir excel tambah ganteng aja"
regia melihat kumpulan karyawan wanita yang sedang tergila gila dengan tuan nya, lalu pandangan nya beralih pada excel.
excel tidak merespon, ia hanya mengagguk dengan ekspresi super datar dan tenang.
setelah sampai ruangan, excel langsung duduk di kursi kerja nya dan mulai bekerja.
"tuan apa anda ingin minum" tawar regia.
excel mengangguk tanpa melihat orang yang barusan menawari minum, ia masih fokus dengan dokumen di tangan nya.
"kalau begitu,saya permisi tuan"
regia memberi hormat dan berlalu pergi menuju tempat pembuatan minuman di kantor.
baru saja regia sampai, seseorang dengan sengaja menumpah kan sebuah kopi ke baju regia, regia melihat seorang wanita karyawan itu dengan tatapan tenang.
"maaf tangan saya licin tadi" ucap sindi.
regia tidak memjawab, ia terus menatap wanita di depan nya dengan tatapan yang merendah kan,sindi tidak terima dengan tatapan regia.
"apa kamu ngak terima berani sama aku,cuman jadi asisten presedir aja belagu,murahan" sindi membentak regia.
"saya menghormati kakak sebagai atasan, tapi kakak tidak menghargai saya sebagai bawahan" ucap regia enteng.
__ADS_1
"ngak usah sok nasihatin saya, saya kasih tau meskipun kamu cantik presedir tidak akan pernah menyukai wanita seperti mu" sindi menatap semakin tajam ke arah regia.
"eem...kakak bilang aku cantik,makasih pujian nya saya terima" regia tersenyum manis.
"tapi kak kenapa kakak bisa tau kalau presedir ngak minat sama aku, apa kakak punya hubungan gelap dengan presedir"
"kamu benar-benar cari masalah ya sama saya" sendi mendorong pelan tubuh regia hingga mundur beberapa langkah.
regia tersenyum getir."seharus nya yang di bilang murahan itu kakak bukan saya.karna kakak…tidak punya etika"
semua yang menonton merasa takjub dengan regia,ucapan nya menusuk meskipun dengan keadaan tenang.
sindi memang tipikal orang yang suka ngatur tapi diri nya tidak mau di atur, ia sangat keras kepala.
kalau saja sindi mengingin kan sesuatu hal itu harus di dapat kan,meskipun harus membunuh orang.
Plaakkk…
satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus regia,belum sempat habis rasa sakit yang menjalar di pipi kanan regia.
sindi kembali memberi tamparan yang kedua kali nya di pipi kiri regia,regia tidak ada niatan untuk membalas perbuatan sindi.
regia hanya menunduk dan memegangi pipi nya yang mulai memanas akibat tamparan, sindi masih belum puas, tangan nya terangkat kembali untuk menampar regia.
"SINDI CUKUP"
pak erik datang menghampiri sindi atau lebih tepat nya regia.
"kamu ngak papa kan regia" erik bertanya kepada regia yang hanya di jawab dengan gelengan kepala.
"apa yang kamu lakukan pada regia"
pak erik, sekretaris yang selama ini di sebut manusia robot karna tidak punya eskpresi, sekarang di tunjukkan ke semua karyawan yang ada di tempat kejadian.
"dia dulu pak yang mulai" ucap sindi dengan begitu lugu.
"kamu pikir saya anak kecil yang masih bisa di bodohi, sekarang kamu ikut saya ke kantor presedir" perintah erik secara mutlak.
tanpa menunggu jawaban sindi,erik langsung menuntun regia menjauh dari kerumunan karyawan dan masuk ke ruangan excel.
"apa yang terjadi" excel bertanya kepada erik setelah melihat regia yang sudah acak-acakan.
"presedir regia terkena tumpahan kopi di baju nya, dan juga mendapat kan sebuah tamparan" jelas erik.
"siapa yang berani melakukan keributan di perusahaan saya"
"dia tuan" erik menunjuk ke arah sindi.
"saya minta maaf presedir,saya tidak akan mengulangi nya lagi,jangan pecat saya pak".
"minta maaf ke dia dengan bersujud" excel menunjuk ke arah regia, sindi dengan patuh mengikuti perintah excel.
"saya minta maaf dan tidak akan mengulangi nya lagi" sindi berdiri dari sujud nya.
"erik berikan surat pengunduran diri pada dia"
"tapi pak saya kan sudah minta maaf tadi"
"kamu di pecat, dalam perkata an saya,saya tidak bilang kalau sudah minta maaf kamu akan tetap bekerja di sini"
sindi tidak terima di keluar kan hanya karna asisten wanita kurang ajar itu.
"silahkan anda kemasi barang-barang anda" erik berkata dengan tenang.
sindi akan menuntut balas dendam,'regia tunggu saja balasan ku' batin sindi.denga tangan mengepal erat.
__ADS_1