
malam ini excel mendapat kabar dari rohan, kalau misi yang rohan rencanakan sukses dan berjalan sesuai rencana.
erik menjemput excel pergi ke markas, untuk melihat beberapa tawanan yang sudah tertangkap.
excel melangkah memasuki gedung tua yang terlihat lusuh dari luar, tapi masih terawat di dalam nya.
rohan memberi hormat kepada excel ketika sudah masuk ke ruangan dan yang sedang berjalan menghampiri nya, mereka memang sahabat baik, tapi mereka juga mengerti dengan sikap dan prinsip yang ada, semua ada waktu tersendiri untuk serius dan juga terrawa.
" mereka terkepung ketika menarget kan markas dan juga gudang persenjataan" ucap rohan dengan tegas.
excel mengamati satu persatu dari semua tawanan yang terikat kaki dan tangan nya.
" jelas kan semua rincian dari mereka " perintah excel menatap tajam semua tawanan yang ada.
erik meju beberapa langkah " mereka terdiri dari dua puluh empat laki-laki dengan empat perempuan, semua senjata mereka memiliki tanda laba-laba"
" seorang dari mereka membawa kunci gudang dengan berbagai macam bentuk, juga ada sidik jari kanan kiri milik bos"
excel tidak kaget mendengar penjelasan erik, pencuri profesional memang sangat terlatih dan juga bijak, tapi mereka masih terlalu kuno.
kunci gudang persenjataan milik excel menggunakan wajah excel atau juga bisa suara nya, ini memang sangat di rahasiakan dan tidak sembarang orang bisa mendekati gudang itu.
" memang pantas di sebut tiran, rencana yang di buat nya sangat mengejut kan" excel berpura-pura kaget di hadapan semua anak buah tiran.
salah satu dari tawanan itu tertawa histeris, excel dan kedua sahabat nya sudah memperkira kan hal ini.
" kalian pasti akan kalah, tuan tiran kami sangat lah hebat, dia pasti akan menyelamat kan kami dan menghabisi kalian"
"kamu salah mengartikan ucapan saya" excel menatap tajam "tiran memang sangat mengejut kan ku, bukan karna kehebatan nya, melainkan kebodohan yang di miliki nya tidak pernah berubah, ingin menarget kan ku untuk mati, kalian masih terlalu lemah"
seketika semua tawanan merasa takut dengan ucapan dingin excel yang terdengar meremeh kan juga mengancam.
" bos " haris melangkah maju, membuat excel,erik dan juga rohan melihat je arah nya.
haris adalah penjaga rahasia yang excel letakkan di rumah nya untuk berjaga " masih ada dua wanita yang perlu anda lihat"
haris memberi isyarah kepada salah satu anggota nya, untuk membawa masuk tahanan, tak lama kemudia dua wanita cantik dibawa masuk dengan tangan terikat.
" mereka sudah lama mengintai kediaman anda, tapi baru tadi malam mereka beraksi untuk menyerang, tapi aksi nya gagal karna rencana nya dari awal sudah bisa di tebak oleh saya" haris berkata dengan sopan.
" apa mereka sama dengan yang lain " tanya excel.
haris menggeleng " saya tidak tau bos karna mereka tidak memiliki tanda apapun dan alat yang di bawa juga sangat biasa,saya juga sudah bertanya dengan keras tapi mereka tetap mengunci rapat mulut nya" jelas haris.
excel melihat ke arah erik dan rohan, ketiga nya tersenyum bersamaan, seakan telah melakukan telepati satu sama lain.
tatapan ketiga nya beralih melihat kedua gadis yang sedang gemetar ketakutan, dengan senyum yang mengembang di antara ketiga lelaki tampan di depan nya.
rohan sebagai lelaki yang pintar menipu melangkah maju mendekati excel " enak nya di apain ya, kalau di bunuh mubazzir kasian cantik nya"
__ADS_1
erik bergabung dan juga ikut mengompori "kalau gitu gimana kalau kita bagi aja, kan seru tuh "
excel menggeleng " untung mereka bisa dapat orang tampan seperti kita" ucap excel percaya diri.
"iya juga ya, kalau gitu... gimana kalau kita bagi ke yang lain, hitung-hitung buat sedekah" sahut rohan songong.
erik mengambil peran "boleh juga tuh".
kedua wanita itu sudah takut setengah mati, pergerakan mereka tak luput dari tatapan exce dan yang lain.
" gimana sudah takut sekarang, hemm.." ucap rohan, menjejer kan tubuh nya lalu mencengkeram dagu salah satu tahanan itu.
tak ada jawaban, tapi tubuh mereka sangat terlihat kalau sedang ke takutan " katakan siapa yang menyuruh kalian ".
" no..na.aa... " jawab salah satu wanita yang lebih terlihat polos.
"DIAM " rohan dengan cepat menampar wanita di depan nya yang baru saja berteriak.
rohan kembali berdiri.
"awal nya saya akan mengampuni kalian, tapi seperti nya hal itu tidak kalian butuh kan" erik menyampir kan jas di tubuh excel.
"kita pergi " perintah excel dan berbalik, yang di ikuti oleh rohan dan erik.
"teman-teman kalian pesta besar sekarang, lakukan apa saja yang kalian ingin kan kepada semua tawanan yang ada, kalau bisa mereka menderita sampai ingin mati" ucap rohan, yang mendapat sorakan dari seluruh anggotanya yang ada.
...----------------...
matahari sudah menampak kan diri nya, pagi ini regia sudah siap dengan setelan kemeja putih juga bawahan hitam, ia duduk di sofa ruang tamu milik excel, menunggu excel yang sedang bersiap.
" pagi tuan " sapa regia setelah melihat excel keluar dari lift rumah nya, excel menjawab dengan anggukan.
regia mengambil beberapa perlengkapan untuk di bawa ke kantor, dan berlari kecil mengikuti langkah excel di belakang nya.
'baru kemarin begitu dekat sama tuan, sekarang terasa asing lagi ' batin regia.
keduanya menaiki mobil dan pergi berangkat ke kantor, tidak ada yang berniat membuka percakapan di dalam mobil.
regia menatap excel melalui pantulan sepion, ia cepat-cepat membuang muka ketika excel juga melihat nya dengan tatapan tajam yang sangat menakut kan.
kedua sudut bibir excel tertarik melihat tingkah regia, ia mulai tersenyum jahil ketika regia kembali melirik nya.
'tuan ini sangat cepat merubah ekspresi nya, tadi melirik aku dengan tajam, sekarang pose nya beda lagi' regia mencoba menelan salivan nya kasar.
regia sudah tidak punya keberanian lagi untuk melihat excel, di sepanjang perjalanan menuju kantor, regia terus melihat ke samping jendela mobil tanpa berpaling sedikit pun.
...----------------...
excel sudah sampai di dalam ruangan nya, ia meminta regia untuk mengambil kan nya minuman.
__ADS_1
regia pergi melaksanakan perintah excel, excel kembali teringat percakapan nya dengan erik dan rohan kemarin malam.
Flesback on
Bar kamikaze, erik meneguk cairan yang di pesan nya, dan langsung menghabis kan dalam satu tegukan begitu pun excel dan rohan.
" menurut kalian, siapa yang berani ngelakuin hal itu selain tiran" excel membuka suara.
rohan mengankat bahu " yang pasti dia seorang wanita, kamu ingat terakhir kali siapa orang yang kamu singgung" ucap rohan, dan kembali mengambil minuman nya.
excel mencoba berfikir keras untuk mengingat.
" manda, yah pasti dia yang merencana kan semua nya" excel melihat ke dua teman nya "terakhir kali dia memang sangat marah dan membenci ku" .
rohan kembali berkata setelah cairan di mulut nya sudah tertelan " manda itu putri tertua keluarga wols" sahut nya yang sudah mulai linglung.
excel mengangguk kan kepala.
" tidak minum lagi bro " kata rohan menunjuk erik, ia benar-benar sudah mabuk sekarang.
erik memutar bola mata nya malas melihat kedua teman nya yang sudah mabuk akibat minuman.
" sudah ngak usah di terusin " erik merampas botol yang berada di tangan excel dan rohan.
pasal nya mereka kuat dalam meminum alkohol, akan tetapi bukan satu atau dua botol yang mereka habis kan, melain kan dua puluh botol.
" aku masih mau minum lagi, sini kembalikan botol ku " rohan meronta-ronta yang terlihat seperti orang sinting.
excel juga mabuk tapi kelakuan nya tetap tenang meskipun sesekali mengeluh karna pusing.
Flesback off
lambaian tangan regia membuat excel kembali sadar, ia melihat regia yang sekarang sedang menatap nya bingung.
"tuan kenapa anda melamun" tanya regia.
excel menarik nafas kasar, kemudian menatap dalam manik mata coklat pekat milik regia.
'sasaran yang manda incar bukan aku melain kan dia' excel membatin dengan melihat wajah cantik regia.
regia masih tidak mengerti dengan tatapan yang excel berikan pada nya.
" regia... kamu mau kan jadi kekasih ku"
Deg
...---Regia---...
Terus dukung ya kak... saya akan usaha kan akan up lebih cepat dan rutin.... jangan lupa terus baca ,like, komen, vote dan hadiah juga boleh ❤❤❤
__ADS_1