
malam ini excel memanggil erik dan rohan untuk datang ke rumah nya.
'' sebenar nya apa yang ingin kamu bicara kan '' tanya erik yang sudah mulai bosan melihat excel yang masih diam karna memikir kan sesuatu.
'' huuh... '' menghela nafas '' excel kalau kamu rindu sama kita besok masih ada waktu, kenapa menyuruh datang tengah malam begini ini masih jam tiga subuh excel... di mana orang lagi merasakan nikmat nya tidur'' keluh rohan dengan mulut yang terus menguap karna ngantuk.
excel menatap intes wajah kedua sahabat nya, masih dengan ekspresi yang sedang berfikir keras, kemudian mengalih kan pandangan nya kembali kedepan dan sedikit menunduk.
erik dan rohan menatap satu sama lain dengan raut wajah heran yang mengatakan 'si excel kenapa' dengan kompak kedua nya kembali menatap excel.
'' terserah deh... lanjutin aja mikir nya sampek botak habis itu bicara, aku mau lanjut tidur dulu '' solor rohan yang semula duduk berjejer dengan erik kemudian bangkit dan merebah kan tubuh nya sembarangan di kasur excel.
'' aku juga ikut han '' sahut erik yang juga merebah kan tubuh nya di kasur excel.
rohan menghempas tangan erik yang sengaja di letakkan di atas wajah nya, seprai dan selimut excel berantakan karna ulah kedua sahabat nya.
erik terus berguling mencari posisi yang nyaman begitu pun rohan, kedua nya terus bergesekan dan saling dorong.
Brukk....
'' erik sialan, kenapa kamu menendang ku '' ucap rohan yang sudah terduduk di atas lantai dengan terus meringis kesakitan akibat jatuh dari atas kasur.
'' ngak usah ngaling, bukan nya kamu tadi yang terus dorong aku sampai mau jatuh '' sahut erik yang tak mau kalah.
'' mana ada, jelas-jelas aku tadi tidur damai... tanggung jawab tubuh aku sakit semua sekarang'' timpal rohan.
'' aku tidak membuat mu hamil kenapa harus tanggung jawab '' elak erik yang semakin jadi.
'' ngak ada alasan lagi, buruan kamu pijitin aku '' perintah rohan mutlak.
erik memutar bola mata nya malas '' ngak mau '' tolak nya.
rohan melotot sejadi nya '' harus mau '' balas nya kembali.
'' ngak mau''
'' harus mau''
'' pemaksa banget, mau aku laporin polisi '' erik.
'' heee... ni anak pakek bawa bapak nya segala, emang nya berguna kamu kan ngak punya alasan '' ujar rohan.
'' ada... alasan nya aku jadi korban pemaksaan '' sahut erik pasti.
'' ngak masuk akal, jelas-jelas aku yang jadi korban kekerasan oleh sebuah tendangan yang kamu beri tanpa alasan, mau ngomong apa lagi.....''
'' CUKUP '' sela excel yang sudah mulai sakit telinga dan lelah mendengar perdebatan tak berfaedah kedua sahabat nya.
'' eeh.. suara kamu sudah kembali '' ejek rohan yang baru mendengar suara excel '' bro ayo kita buat acara syukuran untuk sahabat kita '' lanjut nya kepada erik.
erik mengangguk dengan pasti '' gimana kalau kita bagi-bagi makanan buat orang miskin yang membutuh kan '' ucap nya.
__ADS_1
'' pas banget tuh '' balas rohan membunyikan jari nya '' nanti kamu atur pengeluaran dana dari kantor ya, tenang saja aku pasti akan menyumbang kan sesuatu nanti '' sambung nya.
'' okeh '' jawab erik dengan cepat.
excel berdecak kesal dengan sikap kedua teman nya '' kita bicara serius sekarang '' kata nya.
'' ooh... dia mau serius '' balas mereka berdua kompak.
'' kalian masih ingat cerita aku yang pertama kali melihat regia '' tanya excel to the poin.
erik dan rohan mengengguk bersamaan ''kenapa '' erik berbalik tanya.
'' aku sudah dekat dengan nya hampir empat bulan ini, dan melihat dari dekat kalau tidak ada kerusakan apa pun pada mata nya cuman... '' perkataan excel terjeda.
erik dan rohan mengerut kan kening '' cuman apa? '' tanya mereka bersama an.
'' aku cuman melihat bagian kiri biji mata regia ada bintil-bintil putih mengkilat seperti sisik ikan dan tidak tau apa itu '' sambung excel.
erik mencoba mengingat '' aku belum pernah melihat mata regia secara dekat, jadi tidak tau dengan bintil pituh seperti sisik ikan yang kamu bicara kan'' ucap nya.
'' kamu pasti salah lihat el, mungkin itu cuman kotoran mata milik nya'' sahut rohan.
'' tidak aku melihat itu setiap saat di mata nya dan tidak pernah hilang '' excel masih kokoh dengan perkataan nya.
'' oke oke kita akan bantu selidiki nanti '' balas erik mencoba menenang kan.
'' nanti loh, bukan sekarang.. sekarang aku mau tidur '' sarkas rohan yang kembali berbaring di atas kasur excel yang juga di ikuti oleh erik.
...----------------...
regia melangkah memasuki rumah excel, bi liu bilang excel tidak bisa di bangun kan meskipun bi liu sudah mengetuk pintu nya beberapa kali.
regia mengetuk pintu kamar excel tapi tidak ada sahutan apa pun, ia mencoba memutar knop pintu kamar nya.
'' ngak di kunci '' gumam regia, ia langsung membuka pintu kamar excel dengan lebar, mata regia terbuka lebar melihat pemandangan di depan nya sekarang.
excel menggeliat dan membuka mata ketika mendengar suara pintu yang di buka dengan begitu keras.
'' tuan ini sudah waktu nya anda bekerja '' ucap regia setelah berada di samping excel.
'' hmm '' jawab excel dan berdiri mendekati kasur untuk membangun kan kedua teman nya '' weey... udah pagi ayo bangun '' ucap excel dengan suara serak dan tidak jelas karna bangun tidur, juga dengan mata tertutup.
rohan menggeliat dengan alis mengerut '' ooy... mata ku belum bisa terbuka, lanjut tidur saja kan masih pagi '' gumam nya sama tidak jelas nya dengan suara excel.
rohan menarik tangan excel yang membuat nya tertidur di tengah-tengan rohan dan erik, excel tidak menolak malah mencari posisi lebih nyaman untuk diri nya.
satu tangan regia berkaca pinggang dan satu nya lagi mengusap kening nya gusar.
'' apa yang di lakukan ketiga pria ini tadi malam sampai tidak berdaya seperti sekarang '' gumam regia dengan menatap heran ketiga nya.
'' tapi ini kesempatan langka, bisa melihat tiga pria tampan tidur bersama satu ranjang'' mengambil ponsel di saku nya ''aku akan mengambil gambar mereka nanti akan aku tunjuk kan kepada anggi '' bisik nya kembali.
__ADS_1
regia memotret dengan posisi berpindah-pindah, senyum nya mengembang ketika merasa puas dengan hasil yang di dapat nya.
'' ck ck ck... ngak nyangka, orang yang biasa nya begitu dingin dan angkuh bisa sepolos ini kalau tidur, tapi ngak papa mereka bertiga sangat menggemas kan sekarang'' gumam regia yang terus memandang ke arah tiga lelaki di depan nya.
...----------------...
excel sudah duduk di ruangan kantor dan mulai melakukan pekerjaan nya.
'' buat kan aku minum '' pinta excel yang tak ada sahutan apa pun '' regia '' panggil nya kembali dan memanglih kan pandangan nya melihat regia.
regia tidak mendengar panggilan excel, ia masih sibuk dengan dunia nya.
tidak biasa regia seperti ini, excel menghampiri regia yang masih tersenyum sendiri dengan melihat layar ponsel, ia merasa heran apa yang di lihat nya sampai begitu bahagia.
'' Ee... eeh '' lata regia ketika ponsel nya di rampas secara paksa dan membuat nya sedikit kaget '' sejak kapan kamu ada di sini '' lanjut nya dengan suara lirih.
excel tak menjawab dan terus fokus dengan apa yang di lihat nya, tatapan nya beralih pada pemilik ponsel.
'' kamu suka menyimpan beginian '' tanya excel dengan dingin.
'' ngak ada, tadi aku cuman iseng aja '' elak regia dengan sungguh-sungguh.
'' oh iya, tapi kenapa aku lihat kamu sangat menikmati melihat semua foto ini, sampai tidak mendengar kan waktu aku memanggil mu '' tuduh excel semakin meneliti.
'' benarkah... eeh salah maksud aku itu begini, eem.. apa ya.. bentar aku lupa... mau ngomong gimana ya tadi eem... '' elak regia menggetuk -ngetuk kan jari nya di kening dan sesekali menggigit bibir nya.
excel mendekat dan menarik tangan regia, ia menatap dalam manik mata regia yang berwarna coklat pekat.
'' kamu menggoda ku '' gumam nya.
hembusan nafas excel menerpa permukaan kulit wajah regia yang terasa hangat '' tidak tuan'' jawab nya.
'benar, aku tidak salah lihat memang ada bintilan putih di mata regia ' dalam batin excel.
" baiklah aku membebas kan mu, sekarang juga kamu hapus semua foto itu '' perintah excel yang terdengar mutlak.
'' sisa in satu aja, yah.... '' regia memohon dengan sangat.
'' ngak ada tawar menawar, kalau kamu berani membantah, aku akan menempat kan kamu sebagai fotografer untuk model pria banci, mau kamu '' ancan excel.
regia menggeleng dengan cepat, tidak bisa di bayang kan kalau diri nya benar-benar bekerja di tempat seperti itu, pasti akan mengalami perut mual setiap hari.
tangan regia dengan cepat menghapusi semua foto yang tadi pagi di ambil nya, ia merasa tidak rela tapi ia hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang.
'' sudah selesai tuan '' jawab anggi acuh tak acuh dengan bibir mengerucut.
'' anak pintar '' ucap excel dan mengacak tambut regia, tapi dengan cepat excel merapi kan kembali ketika melihat regia semakin kesal.
excel kembali ke meja kerja nya '' ambil kan aku minum '' pinta excel dengan menatap dokumen yang di pegang nya.
regia tidak menjawab, ia berdiri dan melangkah keluar dengan kaki yang sengaja di hentak- hentak kan.
__ADS_1
excel hanya mampu tersenyum dan menggeleng melihat tingkah regia sekarang ini.