
Tangis regia semakin menjadi setelah melihat Excel melangkah mundur menjauhi nya.
" Excel aku tahu, kamu pasti merasa jijik dengan ku. Tapi aku juga tidak bisa mengingkari ini, malam itu aku tidak bisa melihat apa pun. Pria itu... Tenaga Pria itu terlalu kuat, tubuh ku tidak sepadan dengan nya"
"Excel aku minta maaf selama ini menyembunyu kan nya dari mu, karna aku takut kamu akan menjauh. Aku nyaman dengan mu, aku tidak mau kehilangan mu. sengguh Excel aku minta maaf..."
Regia mengambil kembali tangan Excel dan menggenggam nya erat.
" Setakut itu kamu kehilangan ku. regia, kamu mencintai ku bukan karna terpaksa kan?"
" Tidak, aku sungguh mencintai mu. Tidak karna harta tapi karna rasa ini lah yang timbul dengan sendiri nya"
" Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui tentang pria itu nanti nya" tanya Excel penuh hati-hati.
" Apa lagi yang bisa aku lakukan. Mau menuntut nya, aku juga tidak punya bukti. Lebih baik aku tidak pernah bertemu lagi dengan pria berengsek itu"
Excel menghembus kan nafas kasar " kamu membenci nya"
" Aku sangat membenci nya"
" Regia sebenar nya kamu sudah menemukan pria itu" ucap Excel tanpa menatap lawan bicara nya.
Regia bingung, ia mencari- cari wajah Excel yang menunduk kan kepala.
" Benarkah. Kenapa kamu bisa tau pria itu? Oh tidak, pertanya an itu tidak penting. Sekarang, dimana dia sekarang. Antar aku pergi ke sana Excel" ajak regia menarik tangan Excel.
Pria itu tak bergerak sedikit pun " dia ada di sini... " Tenggoro kan Excel tercekat menelan rasa pahit perkataan yang akan di ucap kan selanjut nya.
" Di sini? Mana. Maksud kamu di luar rumah"
" Bukan, dia di hadapan mu. Pria berengsek yang merenggut kesucian mu sekarang berdiri tepat di depan mata mu, menatap mu dan menggenggam tangan mu"
Excel semakin mengerat kan cekalan nya " apa yang kamu bicara kan Excel, maksud kamu. Pria malam itu... "
__ADS_1
" Benar " sela Excel, sekali lagi ia menghela nafas berat sebelum mengucap kan inti pertaan nya.
" Pria itu adalah aku regia. Kekasih mu yang sekarang, Excel wapurma"
Suara itu menggema di keheningan malam, di satu rumah yang hanya terisi dua insan. Dan di sambut meriah oleh deras nya hujan di luar dengan Guntur yang terus berdatangan seakan mau memecah langit.
...----------------...
Genggaman Excel terlepas setelah regia menghempas kan tangan nya.
Plaakkk.....
Satu tamparan berhasil mendarat di rahang kokoh pria itu, membuat nya memaling kan wajah sesaat sebelum kembali menatap regia penuh sesal.
" Pukul aku sepuas mu regia, lakukan semua nya. Habisi aku, asal kan jangan membenci ku" pinta Excel memohon.
" Untuk apa hah... Apa guna nya aku ngelukuin semua itu untuk kamu" regia meraung se keras-keras nya.
Excel tersentak, ini pertama kali nya melihat regia seperti itu. Berbicara keras dengan tatapan penuh kebencian.
" Regia... "
" Jangan menyentuh ku" regia terus berjalan mundur menjauhi Excel.
" Awas " pekik Excel, menarik tangan regia setelah melihat tubuh wanita nya hampir mengenai sisi pojok tolet.
Kejadian pertama kali Excel bertemu regia kembali terulang malam ini.
Regia teringat satu hal dengan posisi nya sekarang, tubuh nya bertumpu dia atas badan kekar Excel di atas kasur milik nya.
' Excel menyelamat kan ku supaya tidak terluka. Jadi Malam itu, dia juga malukan ini karna menolong ku' batin regia, melihat bolak balik antara tolet dengan wajah Excel yang sekarang berada di bawah nya.
Regia berdiri dari posisi dan menatap Excel penuh instrogasi, penjelasan yang jelas.
__ADS_1
" Kenapa kemu melakukan kan nya pada ku?"
" Aku tidak berniat melakukan itu"
" Tapi kamu melakukan nya kan"
Excel mengusap wajah nya gusar, tidak tau harus dari mana memulai penjelasan yang terasa rumit ini.
" Iya, aku tahu aku salah. Merenggut kesucian mu, merusak harga diri mu dan membuat kehidupan gadis mu hancur. Itu semua salah ku"
" Aku tidak mengerti dengan diri ku waktu itu, sejak awal aku tidak tertarik dengan wanita mana pun. Bahkan Rosa yang menjadi istri pertama ku, dia selingkuh karena aku tidak pernah menyentuh nya"
" Rosa sudah berusaha menarik hasrat ku untuk berhubungan intim dengan nya,tapi tidak pernah bisa. Malah aku yang di buat jijik dengan tingkah nya"
" Tapi diri mu, kamu berada dengan yang lain. Tidak perlu menggoda, hanya dengan gesekan tubuh mu, mampu membuat hasrat ku meluap "
" Saat itu aku juga tidak berdaya regia, tubuh ku bereaksi dengan mu tapi hati gelisah karena merasa bersalah pada mu. mungkin menurut mu aku mengambil keuntungan, tidak regia, aku juga tersakiti"
" Tapi kenapa kamu tidak memberi tahu ku sejak awal Excel"
" Kalau aku memberi tahu mu, apa kita akan menjadi seperti sekarang ini. Saling percaya dan memiliki"
" Semua itu bohong kan, kamu mendekati ku dan melakukan semua ini hanya karena kasihan, iya kan"
Excel menggeleng lemah dengan tatapan sendu " apa yang mau kamu lakukan, supaya aku bisa menembus kesalahan ku, keadilan. Baiklah aku akan menyerah kan diri ke polisi"
Excel berjalan melintasi ruangan, tepat di ambang pintu.langkah nya terhenti, Excel membalik kan tubuh dan kembali berucap.
" Aku perlu memberi tahu mu satu hal, kalau semua yang aku lakukan selama ini. Itu tulus, semua nya termasuk pernyataan ku waktu itu"
" Aku mencintai mu, tunggu aku bebas dear"
Excel merasa sudah tidak punya harapan sedikit pun, Setelah melihat regia melengos dan tak menatap ke arah nya sedikit pun.
__ADS_1
Excel menerus kan langkah nya keluar rumah tanpa ragu, tubuh nya langsung menerobos air hujan yang jatuh deras.