Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
peringatan


__ADS_3

exsino melangkah kan kaki nya masuk rumah, ia sadar kalau Excel terus mengamati sejak awal kedatangan nya.


dan tepat setelah exsino melewati Excel suara dingin kakak nya Ter dengar memanggil nama nya.


'' exsino"


exsino menghela nafas kasar, ia membalik kan tubuh nya mendekati Excel.


" jelaskan" lanjut Excel ketika exsino sudah berdiri di sebelah nya.


"apa yang perlu di jelas kan, Erik juga ada waktu kecelakaan itu terjadi dia pasti sudah memberi tahu mu lebih dulu" exsino menjatuh kan diri nya di kursi dengan kesal.


" iya Erik memberi tahu ku, tapi aku ingin mendengar penjelasan dari mu" ujar Excel.


exsino berdecak kesal, menggaruk garuk Tengku kepala nya yang tidak gatal "kak..."


"jelaskan" tuntut Excel mutlak.


" aku juga tidak tahu kenapa itu bisa terjadi,semua terasa sangat cepat sampai aku tidak bisa memperkira kan harus berbuat apa, ada yang bilang pohon itu jatuh karena penebangan nya terlalu cepat dan tali nya masih belum selesai di siapkan" jelas exsino.

__ADS_1


" terus"


" I-iya terus aku tau aku salah , perusahaan sangat di rugikan karena kejadian ini. bangunan yang hampir selesai kini harus di muat ulang, juga ada korban yang luka-luka dan harus di rawat inap di rumah sakit, tapi kak... ''


'' orang salah tetap salah'' sela Excel, tajam.


'' CK, tapi kak tidak semua nya itu salah ku , aku juga tidak mengingin kan hal ini terjadi'' bantah exsino.


'' kamu sadar, letak kesalahan kamu di mana'' tanya Excel yang masih melayang kan tatapan tajam nya.


'' proyek gagal, kerugian perusahaan dan ber tanggung jawab atas korban jiwa'' Jawa b exsino pasrah.


''hanya itu''


'' mata mu masih kurang jeli exsino, kamu bahkan tidak tahu akan bahaya yang mengancam nyawa mu sendiri''


'' nggak mungkin, aku kan nggak ada di lokasi waktu kecelakaan itu terjadi, jadi mana mungkin aku dalam bahaya'' kata exsino enteng.


'' perhatian baik-baik'' ucap Excel tegas. ia menggeser laptop nya menghadap ke exsino yang sekarang sedang menampil kan sebuah ulasan Vidio singkat.

__ADS_1


''lelaki yang ada di belakang kamu itu asing, dia bukan bawahan kita dan pisau yang di keluarkan dari saku nya sudah jelas menuju ke arah mu, kalau saja Roland tidak tiba-tiba muncul mencari mu. sudah pasti korban jiwa nya ber tambah satu yaitu kamu exsino ''


exsino tidak percaya dengan apa yang sekarang di lihat nya.


'' bahas apa an sih serius banget keliatan nya '' sapa regia yang sejak tadi mengamati dua pria itu dari jarak jauh.


'' nggak ada yang penting, cuma lagi bahas pekerjaan '' jawab Excel lembut, menatap hangat wanita kesayangan nya.


'' ini.. ini artinya, tujuan mereka bukan menghancur kan proyek itu, tapi sasaran uta nya membunuh ku'' suara exsino bergetar...


regia menatap Excel dan exsino berganti an ''siapa yang mau membunuh mu'' tanya nya pada exsino.


karena tidak ada komentar dari adik nya, hal itu membuat regia ingin tahu apa yang sedang lelaki itu tonton di laptop suami nya.


belum sempat regia berdiri dari posisi nya ''exsino... '' ucapan regia terpotong dengan cepat oleh Excel.


'' biar kan dia memikir kan pekerjaan nya sendiri, kita jangan mengganggu nya''


regia mengangguk walaupun diri nya masih tidak faham dengan per masalahan di situ.

__ADS_1


regia hanya menurut ketika Excel menarik tangan nya untuk pergi meninggal kan exsino yang masih bergeming di tempat nya.


'' jangan selalu meremeh kan hal yang kecil, di mana pun dan kapan musuh tidak akan pernah ada henti nya mengejar kita. karena itu harus tetap waspada ''


__ADS_2