
anggi memasuki kamar regia,ia baru saja pulang dan menerima bayaran,besok adalah hari yang di nanti kan anggi.
"re aku bayaran" ucap anggi setelah sampai di depan regia,dengan menunjukkan amplop putih dan tersenyum manis.
"aku ngak nanya" sahut regia tak kalah manis dari anggi lalu melihat ponsel nya kembali.
"ih kamu ngak seru" anggi menindukkan diri nya di samping regia.
"kamu liat apa an sih re serius banget" anggi mendekat mengikuti mata regia yang tak henti melihat telfon nya.
"huh tips nya ngak ada yang masuk akal, masak iya semua nya harus ada ciuman nya" protes regia mematikan hp nya.
" lagian ngapain sih,pakek lihat cara mendapat kan hati seorang pria, emang nya kamu lagi jatuh cinta"
" kalau iya kenapa" ucap regia percaya diri.
"siapa re" kepo anggi.
"rahasia" regia tersenyum ke arah anggi, sedangkan anggi sekarang menatap nya malas.
"ya udah terserah kamu,meskipun kamu suka sama monyet aku ngak bakal kepo"
regia mengerucut kan bibir nya.
"ayo makan" kata anggi dan berjalan menuju dapur.
regia mengambil piring dan gelas untuk diri nya dan anggi,lalu duduk bersebelahan dengan anggi.
" re besok kita libur kerja,gimana kalo kamu temenin aku belanja makanan" kata anggi setelah menelan makanan nya.
"ngak bisa ngi,aku udah ada janji besok"
"kamu kayak orang sibuk aja,pakek ada janji"
regia tidak menjawab ia memilih menghabis kan semua makanan nya lebih dulu,lalu menjelas kan nya pada anggi.
"ngi percaya ngak kamu kalau aku tadi pagi di culik" ucap regia.
"ngak mungkin ada orang yang mau culik kamu" jawab anggi tertawa karna tidak percaya.
"aku ngak bohong ngi"
__ADS_1
anggi mengangguk dengan ekspresi bercanda, kemudian regia menceritakan semua yang di alami nya tadi pagi.
"jadi gitu cerita nya, kenapa aku harus ngejar pak excel" ucap regia menutup cerita nya.
"tapi kenapa harus ngejar pak excel, dia kan cuman nyelametin kamu" anggi merasa heran dengan alasan regia yang ingin mengejar excel.
"iya tapi aku udah janji sama tuhan"
"sekarang janji sama tuhan, habis ini apa lagi alasan nya" anggi memutar bola mata nya malas, kemudian ia mengambil segelas air untuk di minum.
"waktu dua lelaki yang nyekap aku mau nyentuh aku, aku langsung berdoa sama tuhan, kalau siapa pun yang datang nyelametin aku sekarang,aku pasti akan mencintai nya meskipun dia seorang bandit"
jelas regia yang langsung mendapat semburan dari mulut anggi yang berisi air,regia refleks memejam kan mata karna kaget.
"ppff...maaf re aku kelepasan hahaha" tawa anggi pecah seketika,regia mengelap wajah nya dengan tisu,dan mencoba berfikir di mana ia salah dalam ucapan nya sampai anggi menertawa kan nya.
" kamu ketawa apa sih ngi" protes regia.
anggi mencoba menghentikan tawa nya, ia memegang perut nya yang terasa sakit karna terlalu lama tertawa.
"oke oke udah capek aku tertawa terus"
"yang nyuruh siapa" regia merasa kesal dengan anggi.
regia mencoba membayang kan apa yang di ucap kan anggi,regia tiba -tiba bergidik ngeri dengan apa yang ia bayangkan.
"kamu ngebayangin itu tadi" tanya regia, sedang kan anggi dengan polos nya mengangguk mengiyakan ucapan regia.
"ih ngeri aku ngi,buat kamu aja aku ngak mau" regia berlalu pergi dan meninggal kan anggi.
"buat aku gimana maksut nya" anggi mencoba mengartikan perkata an regia.
"maksud regia,bandit itu buat aku,ih amit-amit banget" anggi juga bergidik ngeri dan berlalu kembali ke kamar nya.
------------------
pagi ini regia sudah mandi dan bersiap-siap, memakai sedikit mek up natural yang terlihat sangat alami tapi terkesan cantik.
regia keluar dari kamar nya menuju dapur, ia lupa kalau anggi baru hari ini akan belanja makanan,sekarang regia hanya bisa minum air putih untuk mengganjal perut nya.
anggi juga baru keluar dari kamar nya,dan menuju dapur untuk melihat apa saja yang akan dia beli sekarang.
__ADS_1
anggi menemukan regia yang sudah rapi dengan celana training berwarna hitam dan kaus oblong berwarna navy.
juga sepatu kets berwarna putih dengan aksen hitam yang sudah terpakai di kaki nya.
rambut yang biasa di gerai kini di ikat kuda sehingga menampil kan leher jenjang nya.
anggi mendekati regia, dan memutar tubuh regia, melihat nya dari atas ke bawah dan dari bawah kembali lagi ke atas.
"ngak nyangka re aku punya temen secantik kamu,pasti pak excel baru lihat sekilas langsung luluh hati nya" goda anggi.
"kalau itu sih ngak mungkin,kamu tau mantan istri tuan excel"
"tau tapi cuman nama nya,kalau ngak salah rosa,tapi orang nya ngak pernah tau" ucap anggi dengan menaruh jari telunjuk nya di kening, seolah-olah sedang berfikir.
regia menunduk membuka hp nya, ia membuka galeri dan menekan foto seorang wanita yang sedang duduk di teras rumah nya, dan memperlihat kan ke anggi.
"ini nyonya rosa wapurma" final regia, yang membuat anggi melotot.
"wah cantik banget, kamu ngak bohong kan" anggi agak ragu dengan regia.
"tidak,aku juga baru tau pagi ini, aku semakin takut tuan excel tidak akan tertarik sedikit pun pada ku" regia sudah ingin menyerah.
"ngak re,kalau kamu ngalah karna cuman takut kalah saing dengan fisik nya, maka kamu akan merasa sangat bersalah,karna tuhan mencipta kan kita dengan takdir kita sendiri hal itu tidak akan tertukar dengan orang lain"
" ingat re bukan cantik yang mendatang kan cinta tapi cinta yang akan mendatang kan cantik"
regia mencoba mencerna baik-baik ucapan anggi, memang benar apa yang sahabat nya itu katakan.
kita tidak boleh menyerah sebelum mencoba, walau pun kita akan jatuh pada akhir nya, di situ pasti juga ada pelajaran untuk kita.
karna guru terbaik dalam kehidupan ini iyalah pengalaman, dan pengalaman tidak dapat di peroleh secara geratis ataupun praktis.
"makasih ngi,kamu bikin aku kembali semangat" regia memeluk tubuh anggi.
"iya iya... udah sana berangkat"
"kamu ngusir aku" ucap regia.
"ngak gitu,keburu tambah panas nanti cuaca nya" jelas anggi.
"oke aku berangkat bye anggi " regia berjalan keluar rumah dengan melambai kan tangan nya ke arah anggi.
__ADS_1
anggi juga membalas melambai ke regia, ia juga keluar rumah dan mengunci pintu dan langsung berjalan ke tempat yang di tuju.